Thursday, February 9, 2023

Mendorong Peningkatan Produktivitas Garam di NTT

Rekomendasi

Trubus.id — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong peningkatan produktivitas pergaraman di Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal itu sesuai amanat Peraturan Presiden (Perpres) 126 Tahun 2022 tentang Percepatan Pembangunan Pergaraman Nasional. 

Pasalnya, saat ini untuk memenuhi kebutuhan garam nasional, Indonesia masih bergantung pada impor. Oleh karena itu, untuk mewujudkan kemandirian pangan nasional, KKP akan berkoordinasi dengan Gubernur NTT.

“Lahannya akan kita bangun, dan harapan saya akhir tahun 2023 NTT sudah memiliki kemampuan untuk berkontribusi besar secara nasional,” kata Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Kelautan dan Perikanan, dilansir dari laman Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Teluk Kupang yang sudah dimanfaatkan sebagai kegiatan tambak garam di antaranya wilayah Oeteta dan Merdeka. Berdasarkan hasil uji lapangan, terdapat  2.673,1 hektare lahan potensial yang direkomendasikan sebagai lokasi pengembangan tambak garam prioritas. 

Selama ini, lahan yang sudah dimanfaatkan oleh masyarakat NTT untuk tambak garam sebesar 285 hektare dengan total 91 kelompok petambak. Volume produksi 2021 yang dihasilkan oleh masyarakat NTT sendiri mencapai 595,787 ton. 

Tambak garam yang ada dioperasikan dengan metode geomembrane dan tradisional. Untuk itu, Trenggono mendorong masyarakat untuk memproduksi garam dengan model yang lebih maju agar produktivitas garam NTT dapat maksimal. 

Ia mengatakan, KKP akan mendukung permodalan bagi petambak garam NTT melalui Badan Layanan Umum Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (BLU LPMUKP).

“KKP memiliki berbagai instrumen salah satunya adalah BLU (LPMUKP) di mana kita bisa memberikan pinjaman modal sepanjang masyarakat yang bekerja dan mengerjakan (tambak garam) adalah penduduk asli sini, jangan dari luar ya,” jelas Trenggono.

Terkait pemasaran, selama ini hasil produksi tambak garam didistribusikan selain di wilayah NTT juga ke berbagai wilayah di Indonesia, yakni Kalimantan Barat, Papua, Surabaya, Kabupaten Timor Tengah Utara, dan Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Diharapkan, dengan peningkatan produktivitas garam NTT, ke depan dapat dipasarkan ke wilayah yang lebih luas.

Sementara itu, Viktor Bungtilu Laiskodat, Gubernur NTT, mengatakan, beberapa tambak garam yang ada di wilayah Oeteta dan Merdeka memiliki model yang salah sehingga produksi garamnya tidak maksimal. Oleh karena itu, masyarakat bersama pemerintah harus bersama-sama membenahi tambak dengan model yang benar. 

“Kita sudah banyak belajar sehingga pengetahuan kita cukup. Kita tinggal replikasi saja model yang benar,” papar Viktor.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Potensi Limbah Tandan Kelapa Sawit Diolah Menjadi Bahan Baku Fashion

Trubus.id — Indonesia, produsen sekaligus eksportir minyak sawit terbesar di dunia. Menurut Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), produksi...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img