Thursday, July 25, 2024

Mengolah Singkong Menjadi Makanan Kekinian

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id — Potensi singkong sebagai alternatif pangan nasional sangat besar. Pasalnya, nyaris seluruh bagian singkong bisa dimanfaatkan. Daunnya dapat diolah menjadi sayur, umbi singkong lazim dikonsumsi dengan direbus, bahkan kandungan pati pada umbinya berpotensi diolah menjadi tepung.

Untuk terus meningkatkan derajat singkong, salah satu upayanya dengan memperbanyak inovasi olahan. Kehadiran beragam olahan membuat permintaan singkong naik. Hal itu akan meningkatkan perekonomian petani singkong.

Sebetulnya, banyak olahan berbahan baku singkong. Sayangnya, semakin ke sini tidak banyak yang melirik karena dianggap kuno dan tradisional. Misalnya saja sawut, makanan tradisional berbahan baku singkong.

Cara mengolahnya, singkong diparut menggunakan parutan khusus, kemudian dikukus bersama gula merah. Adapun untuk menjaga kuliner sawut agar tetap dikenal, salah satunya dengan memodifikasi menjadi makanan kekinian.

Itu dilakukan oleh Ima Salisa Rodiyah, Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Ima mengolah sawut menjadi makanan kekinian berupa schotel.

“Inovasi ini sekaligus pengembangan fusion food dengan salah satu makanan Western yaitu macaroni schotel, menggabungkan dua unsur makanan menjadi satu hidangan baru yang digemari masyarakat,” kata Ima, dilansir dari laman Universitas Negeri Yogyakarta.

Hasil inovasi ini diharapkan menjadi inspirasi masyarakat dalam pemanfaatan singkong menjadi produk-produk baru yang lebih digemari karena singkong mengandung sumber mineral yang cukup banyak seperti kalsium, fosfor, mangan, zat besi, dan kalium.

Mineral ini diperlukan untuk perkembangan, pertumbuhan, dan menjalankan fungsi jaringan tubuh. Kalsium diperlukan untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi. Zat besi membantu dalam pembentukan protein (hemoglobin dan myoglobin) yang membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh, dan kalium diperlukan untuk sintesis protein serta membantu dalam pemecahan karbohidrat.

Menurut Ima, bahan yang dibutuhkan untuk pembuatan schotel di antaranya 1 kg singkong, 200 gram kornet, 6 butir telur, 400 ml susu, lada, garam, sosis/smoked beef, dan keju (secukupnya).

Cara membuatnya, kupas dan cuci bersih singkong, lalu rendam selama kurang lebih satu jam. Parut menggunakan parutan sawut atau serut dan tambahkan sedikit garam. Kukus selama kurang lebih 10 menit.

Untuk adonan filling, campurkan telur dengan kornet, susu dan sosis/smoked beef, tambahkan lada garam, aduk hingga tercampur rata. Apabila sudah matang, angkat singkong yang sudah dikukus, lalu masukkan ke pinggan tahan panas atau aluminium cup.

“Tuang filling hingga singkong terendam, taburi dengan keju parut dan oregano sebagai bahan opsional kemudian panggang hingga kecokelatan,” kata mahasiswi program studi D4 Tata Boga Fakultas Vokasi UNY tersebut.

Ima berharap dengan olahan schotel sawut ini kalangan muda lebih mengenal makanan-makanan tradisional berbahan baku singkong. Selain itu, diharapkan singkong dapat menjadi tanaman utama petani.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Kelapa Genjah Merah Bali, Eksotis dan Produktif

Trubus.id—Kelapa genjah merah bali merupakan kelapa baru yang eksotis dan produktif. Secara umum berbunga pada umur 2—2,5 tahun dan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img