Saturday, December 3, 2022

Menikmati Lezatnya Jeruk Rimau di Bukit Sandy

Rekomendasi

Trubus.id — Pemandangan Kota Bandung, Jawa Barat, dari ketinggian 1.100 meter di atas permukaan laut (m dpl) begitu indah. Angin sepoi-sepoi berembus sehingga sejuk terasa. Jalan yang mendaki saat menjelajah bukit tak terasa menyiksa. Semua terbayar oleh keindahan alam yang tersaji di Bukit Sandy.

Selain menikmati keindahan alam, di Bukit Sandy, pengunjung dimanjakan dengan pemandangan dompolan-dompolan buah berwarna jingga menyembul di antara hijaunya dedaunan. Itu adalah buah jeruk rimau gerga lebong (RGL). Pengunjung bisa memetik jeruk dengan membayar Rp25.000 per kilogram.

Ir. Sandy Widjaja, pemilik Bukit Sandy, mengatakan, jeruk rimau berasal dari Kabupaten Rejanglebong, Bengkulu. Jeruk rimau ditetapkan sebagai varietas unggul nasional pada 2012 dengan SK No. 2087/Kpts/SA.120/6/2012. Di daerah asalnya, pemerintah setempat menanam jeruk rimau dalam skala luas. Hingga awal 2019 areal tanam jeruk rimau mencapai 200 hektare.

Bukit Sandy tertarik menanam jeruk rimau karena jeruk itu berwarna jingga saat matang. Rasanya pun menyegarkan, ada kombinasi manis dan masam. Jeruk rimau berkarakter keras seperti sunkist.

Jeruk rimau dapat disimpan lebih lama. Sandy menyarankan saat mengupas jeruk rimau hindari menggunakan tangan, tetapi gunakan pisau seperti membelah sunkist. Kalau 2–3 hari setelah dipetik dan disimpan di atas meja biasanya lebih manis lagi.

Jeruk rimau merupakan hasil persilangan antara jeruk manis Citrus sinensis dan jeruk keprok Citrus reticulata. Produktivasnya pun tinggi mencapai 92–214 kg per tahun. Pantas saja Sandy menanamnya hingga 3.000 pohon di lahan 7 hektare.

Musim berbuah jeruk rimau pada Juli–Agustus. Sayangnya, jeruk itu menghendaki penanaman di daerah berketinggian 900–1.200 m dpl. Jadi, pekebun harus menanamnya di pegunungan atau perbukitan yang rata-rata jauh dari pusat pemasaran.

Aspek keunggulan lain, jeruk rimau memiliki kulit berkelir jingga penuh sehingga tampil mentereng. Adapun jeruk dataran rendah biasanya berkulit hijau dan semburat jingga. Oleh karena itulah, Bukit Sandy memanfaatkan jeruk rimau sebagai agrowisata petik jeruk.

Di Bukit Sandy, pengunjung juga dapat menikmati beragam wahana seperti lintasan sepeda, berkuda, lintas alam, dan tempat makan bernuansa tradisional di dalam gazebo berbahan bambu. Pengunjung hanya membayar Rp10.000 per orang untuk bisa menikmati pemandangan dan pojok swafoto Bukit Sandy.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Alasan UGM Mendorong Konversi LPG ke Kompor Listrik

Trubus.id — Ketergantungan penggunaan kompor gas LPG terus meningkat. Itu yang menjadi salah satu alasan Pusat Studi Energi (PSE)...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img