Sunday, August 14, 2022

Menilai Halfmoon Gaya Paman Sam

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Kategori warna dan ukuran senantiasa diabaikan. Dampaknya acap kali ikan belia harus bertarung dengan yang dewasa. Itu cerita lampau. Asosiasi Cupang Indonesia memberlakukan sistem penjurian baru yang diadopsi dari Global Halfmoon Betta Breeders (GHBB), Amerika Serikat.

Betina halfmoon mungkin bersorak. Selama ini mereka tak pernah “diizinkan“ unjuk kebolehan di arena kontes. Di Indonesia hanya jantan halfmoon yang dipersilakan beradu indah di ajang kontes-kontesan. Padahal betina halfmoon kita amat cantik.

Buktinya, betina halfmoon koleksi hobiis di Jakarta Barat yang Mei 2004 mengikuti kontes di Swiss dan meraih juara pertama. Ikan yang sama juga merebut kampiun ketika mengikuti kontes internasional di Indianapolis, Amerika Serikat, pada Oktober 2003. Itu bukti tak terbantahkan,

Lima kategori

Aturan penjurian baru diterapkan ketika kontes di Yogya Ornamental Fish II pada Januari 2004. Dalam sistem itu jantan dan betina dikelompokkan dalam kelas berbeda. Untuk halfmoon jantan ada 5 kategori. Pertama warna gelap solid non-iridescent yang terdiri atas 4 kelas: merah STM, merah DTM, hitam STM, hitam DTM.

STM pemendekan dari Single Tail Male; DTM, Double Tail Male. Kategori kedua adalah warna gelap solid iridescent terdiri atas 4 kelas: abu-abu, biru STM, hijau STM, dan hijau DTM. Berikutnya kategori warna terang solid yang meliputi kelas kuning bersih STM, pastel STM, putih opaque STM, dan terang/solid STM.

Kategori ke-4 warna kombinasi terdiri atas gelap kombinasi STM, terang kombinasi STM, dan terang/gelap kombinasi DTM. Kategori terakhir untuk jantan halfmoon adalah warna corak meliputi 4 kelas: butterfly STM, multicolor STM, marble/blantong STM, butterfly, multicolor DTM, marble/ blantong DTM

Adu molek betina halfmoon juga dibagi dalam 5 kategori. Pertama warna gelap solid non-iridescent terdiri atas 4 kelas: merah STF, merah/hitam DTM, hitam STF, dan biru/abu-abu/hijau DTF. Kategori warna gelap solid iridescent meliputi abu-abu STF, biru STF, dan hijau STF.

Kategori warna terang solid terdiri atas kuning bersih STF, pastel STF, putih opaque STF, dan kuning/pastel/putih opaque DTF. Kategori ke-4 adalah warna kombinasi terdiri atas 3 kelas: gelap kombinasi STF, terang kombinasi STF, dan terang/gelap kombinasi DTF. Terakhir kategori warna corak meliputi 4 kelas: butterfly STF, multicolor STF, marble/blantong STF, serta butterfly, multicolor, marble/blantong DTF.

Sedangkan STF singkatan dari Single Tail Female; DTF, Double Tail Female. Masing-masing ikan diuji berdasarkan kriteria sirip dengan poin 60%, warna 20%, struktur tubuh 10%, postur 10%.

Sirip dorsal

Untuk jenis single tail, sirip dorsal harus penuh atau lengkap dengan dasar lebar. Sirip dorsal dan percabangannya terdiri atas banyak serat tulang sehingga lebih kuat dan menarik saat sirip mengembang.

Dorsal harus tinggi dan lurus atau tak terlipat sepanjang sisi sirip. Pada cupang double tails, sirip dorsal kirakira dua kali dari lebar sirip dorsal single tail. Dorsal seharusnya tinggi dan tidak boleh bengkok atau keriting sepanjang sisi sirip. Ini seharusnya menjadi cermin gambaran dari sirip anal.

Utuhnya sirip ekor hal mutlak. Sisi ekor bagian atas dan bawah membentuk sudut 90o dengan pangkal ekor. Bentangannya membentuk sudut 180o atau setengah lingkaran. Sisi ekor bagian atas dan bawah harus tegak lurus tidak boleh bengkok. Itu dapat dicapai jika serat tulang dan percabangannya minimal 8 buah.

Cupang dengan bentangan kurang dari 180o jelas bukan tipe halfmoon. Walau bentangan 180o tetapi sudut sisinya berbentuk kurva bukan tipe halfmoon ideal. Ikan dengan bentangan sudut sirip ekor kurang dri 60o tidak layak dinilai dalam penjurian

Kedua sirip ekor double tail harus utuh, simetris, dan saling menutupi. Jika memungkinkan celah antara kedua sirip ekornya harus dalam dan dekat dengan pangkal ekornya. Bentangan ke dua ekornya juga harus membentuk sudut 180o seperti pada halfmoon single tail. Jumlah serat tulang sangat membantu untuk mencapai kondisi itu.

Sirip anal

Sirip anal harus utuh dan lebar dengan jumlah serat tulang banyak. Bentuk yang menyapu dari siripnya menandakan keutuhan dan sangat menarik. Sirip anal harus lebar dan menutup dengan sirip ekor. Serat tulang mesti lurus pada sirip ini. Posisi sirip anal sejajar dengan tubuhnya, tidak lebih panjang daripada sudut bawah sirip ekor. Patokan itu juga berlaku dalam penilaian double tail.

Jumlah sirip ventral atau dasi sepasang, utuh, dan sama panjang atau lebih daripada sirip anal. Ketentuan lain harus lurus, tidak bengkok, atau keriting. Bila sirip ventral cuma satu bakal didiskualifikasi. Ketentuan itu berlaku untuk cupang double tail. Ini aturan yang berlaku untuk cupang double tail dan single tail. Sirip pektoral atau sirip insang mesti sepasang dan utuh. Warna sirip sama dengan warna ikan, tetapi tidak mutlak. Cupang tanpa sirip atau hanya ada sebuah didiskualifikasi. Sirip insang harus berfungsi dengan baik, tidak rusak.

Warna

Ketentuan soal warna berlaku untuk cupang single tail dan double tail baik jantan maupun betina.

Warna gelap solid noniridescent

Warna merahnya harus pekat, tanpa warna lain pada tubuh dan sirip. Jika terdapat iridescent—bercak warna lain seperti garis hitam di tepi sirip—tidak dapat dibenarkan dan kesalahan warna pada ikan merah solid. Warna hitam pekat lebih disukai atau dari karakter abu-abu tua. Harus tanpa iridescent di tubuh dan sirip.

Warna gelap golid iridescent

Karakter warna dipenuhi dengan iridescent dekat atau di kepalanya yang biasanya berwarna hitam. Semua ikan pada kategori ini harus mempunyai iridescent sebanyak mungkin kalau mungkin sampai di kepalanya.

Warna biru harus pekat jika memungkinkan. Beberapa ikan bahkan bisa berwarna keunguan. Tidak boleh ada warna merah di tubuh dan sirip. Adanya bercak warna merah akan mengurangi penilaian.

Abu-abu boleh dari biru muda sampai dengan abu-abu tua. Semakin pekat intensitas warna memberi nilai lebih. Tidak boleh ada bercak merah di tubuh dan sirip-siripnya.

Kisaran warna hijau dari turquoise sampai hijau tua. Semakin mendekati hijau tua lebih baik. Bercak warna merah di tubuh dan sirip-siripnya terlarang dan merupakan kesalahan pada warna sehingga mengurangi penilaian.

Warna terang solid

Pada kelas warna kuning/bersih, warna cellophane harus benar-benar bersih tanpa bercak warna lain di tubuh dan sirip-siripnya. Bila pembuluh darah ikan-ikan warna ini terlihat, tidak termasuk kesalahan karena disebabkan oleh pigmentasi. Kuning yang baik adalah kuning yang pekat dan kuning tua. Bercak warna merah merupakan kesalahan dan mengurangi penilaian.

Variasi warna pastel, antara lain abuabu, biru, dan hijau pastel. Apa pun variasi warnanya, harus lembut dan bercorak seragam di tubuh maupun siripsiripnya. Warna cerah lebih disukai. Harus tanpa bercak merah di tubuh ikan dan sirip-siripnya.

Warna opaque harus lembut. Khusus putih opaque mesti merata atau seragam di seluruh tubuh dan sirip. Warna bening atau transparan serta bercak merah dan hitam di tubuh dan sirip-siripnya dilarang. Adanya warna warna itu menyebabkan kesalahan warna pada ikan berwarna putih opaque.

Warna kombinasi

Warna kombinasi gelap harus rapi dan bersih. Warna seragam di tubuh dan sirip. Semua warna kombinasi di perkenankan sebatas warna tubuhnya gelap

Warna kombinasi terang harus rapi dan bersih, separasi warna di tubuh dan siripsiripnya. Warna harus seragam dan tubuh ikan dan sirip-siripnya. Warna bocor merupakan kesalahan warna. Semua warna kombinasi di perkenankan sebatas warna tubuhnya terang.

Warna corak

Pada kelas butterfly warna tubuh dan sebagian sirip dekat tubuh harus sama. Sebagian sirip-siripnya berwarna putih atau bening atau transparan. Corak antarsirip harus seragam. Warna putih atau bening harus benar benar bersih tanpa bercak warna lain. Warna bocor dan bercak warna tidak diperkenankan.

Semua warna dapat diterima di kelas multocolor asal terdapat minimal 3 warna pada tubuh ikan. Sedangkan untuk kelas marble alias blantong idealnya bercorak seragam pada tubuh ikan dan sirip. Ikan bercorak marble di sirip dan porsi marble di tubuh lebih banyak lebih menarik.

Bentuk tubuh

Cupang hias ideal berbentuk oval ramping. Panjang semua sirip hampir sama seperti bentuk lingkaran. Antara siripsiripnya tidak boleh ngeplak alias ada cela. Ikan harus mampu memamerkan siripnya agar dinilai secara tepat.

Tubuh dan sirip harus seimbang. Sirip tidak terlalu besar supaya dapat ditopang oleh tubuhnya. Tubuh juga tidak terlalu besar dibandingkan dengan siripnya, seperti pada jenis plakat. Panjang tubuh minimum 11/4 inci untuk betina dan 11/2 inci untuk jantan.

Penampilan

Cupang harus lincah atau agresif ketika pembatas akuarium dibuka. Siripsiripnya mengembang sempurna. Ikan terbaik adalah yang menjaga konfigurasi halfmoon dalam jangka panjang.

Setiap jawara pertama di setiap kategori berhak tampil untuk memperebutkan gelar Best of Show (BOS). Pemenang kedua dalam perebutan itu dengan sendirinya meraih Reserve Best of Show. (Hermanus J. Haryanto, anggota Global Halfmoon Betta Breeder, Amerika Serikat)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img