Thursday, February 9, 2023

Menjauhkan Merbau dari Ancaman Kepunahan

Rekomendasi

Trubus.id — Eksploitasi merbau di alam perlu diatur agar tanaman anggota famili Fabaceae itu lestari dan terhindar dari ancaman kepunahan. Pasalnya, kayu merbau tergolong cukup kuat sehingga kerap dijuluki primadona rimba.

Menurut Dodi Frianto dan Eko Sutrisno, Pengendali Ekosistem Hutan di BPSILHK Kuok, keanekaragaman genetik yang tinggi diperlukan untuk mempertahankan kehidupan suatu jenis dari serangan hama penyakit dan adaptasi lingkungan.

Keanekaragaman genetik menempati posisi kunci dalam program pemuliaan. Hasil penelitian menunjukkan keragaman genetik merbau pada 3 populasi (Lubuk Linggau, Musi Rawas, dan Lampung Selatan) bervariasi 0,2052–0,2365, dengan rata-rata sebesar 0,2182.

Adapun jarak genetik 0,016–0,137 dengan tingkat kerawanan sedang-tinggi. AMOVA dari ketiga populasi menunjukkan keragaman genetik sebesar 77 persen terletak di dalam populasi, sedangkan sisanya terletak antarpopulasi.

Hasil dari analisis keragaman genetik 3 populasi merbau mengungkapkan keragaman genetik dari ketiga populasi itu cukup rendah. Terlebih karena dari 11 primer RAPD yang diseleksi, hanya 4 primer yang menghasilkan pita polimorfik.

Jarak genetik antarpopulasi berkorelasi dengan jarak geografisnya. Walaupun secara individu tidak terpisah secara tegas. Suatu jenis pohon secara genetik dikatakan rawan (vulnerable) apabila jenis itu mempunyai keragaman genetik yang cukup rendah sehingga tidak bisa beradaptasi dengan perubahan lingkungan.

Oleh karena itu, tingkat kerawanan suatu jenis berbanding terbalik dengan besarnya keragaman genetik. Makin tinggi keragaman genetik suatu jenis, tingkat kerawanannya semakin rendah. Begitu juga sebaliknya.

Besarnya keragaman genetik jenis merbau itu tidak jauh berbeda dengan keragaman genetik beberapa jenis yang juga termasuk endangered species seperti Contioh ramin Gonystylus bancanus (0,326), merbau pantai intsia bijuga, gaharu gyrinops verstegii (0,288), gaharu Aquilaria spp. (0,115), dan ulin Euideroxylon swageri (0,345).

Hal ini menandakan, walaupun kondisi populasi merbau lebih sedikit dibanding jenis lainnya (jumlah populasi ataupun jumlah individu di dalam populasi), dari besaran keragaman genetiknya tidak jauh berbeda

Mengingat semakin rendahnya populasi dan keragaman genetik tanaman merbau khususnya untuk jenis I. palembanica, perlu segera dilakukan upaya-upaya untuk menjaga kelestarian jenis tanaman itu. Salah satu upaya yang dapat dilakukan melalui pembangunan plot konservasi ex-situ merbau.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Meybi Kantongi Omzet Rp75 Juta Sebulan dari Daun Kelor

Trubus.id — Daun moringa alias kelor bagi sebagian orang identik dengan mistis. Namun, bagi Meybi Agnesya Neolaka Lomanledo, daun...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img