Monday, November 28, 2022

Menjemput Wangi Dewi Aphrodite

Rekomendasi

Teknik yang lazim untuk menyuling bunga mawar adalah ekstraksi. Sebab, minyak mawar mudah rusak pada suhu tinggi, lebih dari 45oC. Teknik penyuling uap tak langsung dengan mengalirkan uap panas bersuhu 100oC tentu bakal merusak minyak.

Untuk memperoleh minyak, penyuling memerlukan bahan pelarut organik seperti alkohol, heksan, dan petroleum eter. Bahan pelarut tersedia di toko-toko kimia. Jika memilih alkohol, gunakan yang berkadar 100% alias alkohol absolut. Kadar lebih rendah, 90%, misalnya, tetap dapat digunakan. Namun, penyuling harus bekerja ekstra untuk membuang kadar air pada akhir penyulingan. Alkohol 90% terdiri atas 90% alkohol dan 10% air.

Belum mekar

Menurut Ir Yulianingsih MS dan Ir Dwi Amiarsih, periset Balai Besar Pascapanen Pertanian, Bogor, pelarut mempengaruhi rendemen. Rendemen adalah perbandingan antara hasil minyak asiri dan bahan baku. Dengan pelarut metil isobutil keton, penyuling memetik rendemen hingga 0,74%. Bandingkan jika menggunakan pelarut heksan, rendemen hanya 0,18%. Itu berkat kemampuan pelarut metil isobutil keton menghancurkan sel-sel bunga sehingga rendemennya tinggi. Toh, Yuli menyarankan menggunakan pelarut heksan karena harganya paling murah.

Secara visual, menurut Dwi pelarut petroleum eter menghasilkan minyak mawar lebih jernih dibanding pelarut metil. Heksan, minyak lebih cokelat kemerahan dan pekat akibat masih banyak lilin. Keruan saja, pelarut bukan satu-satunya penentu tingginya rendemen. Yulianingsih mengatakan spesies bahan baku juga sangat berpengaruh. Meski pada prinsipnya semua jenis mawar dapat disuling, beberapa spesies mempunyai wangi sekaligus berendemen tinggi seperti americana beauty dan holland red rose.

Tingkat kemekaran bunga juga turut andil terhadap tingginya rendemen. Yulianingsih menuturkan bahwa tingkat kemekaran terbaik saat pemetikan adalah 50%. Maksimal 70%. Itu berarti hindari menyuling bunga mawar yang mekar sempurna. Bunga mekar sempurna biasanya aroma wangi mulai menguar kuat sehingga saat disuling rendemen berkurang.

Selain itu jangan abaikan waktu pemetikan. Yang terbaik memanen bunga simbol Dewi Aphrodite – dewi cinta dalam mitologi Yunani – setelah embun hilang hingga matahari mulai naik atau pukul 06.00 – 09.00. Ketika itu proses fotosinstesis – memerlukan lebih banyak energi – belum begitu kuat. Usai pemetikan, angin-anginkan Rosa sinensis untuk menghilangkan air di kelopak bunga. Setelah itu buang tangkai bunga dan mawar siap suling.

Ratu malam

Teknik ekstraksi itu dapat diterapkan pada bunga sedap malam Polianthes tuberosa. Menurut Suyanti Satuhu, periset Balai Besar Pascapanen Pertanian, sedap malam juga rentan suhu tinggi. Oleh karena itu teknik ektraksi cara terbaik menyuling bunga anggota famili Agavaceae itu. Menurut Yanti – panggilan Suyanti – varietas tunggal seperti hybrite single dan mexican single berendemen hingga 0,03 – 0,11%; varietas ganda seperti hybrite double dan pearl double, hanya 0,02 – 0,04%. Pelarut yang digunakan heksan dengan perbandingan 1:2, satu bagian pelarut dan dua bagian bunga.

Suyanti mengatakan tingkat kemekaran ideal sedap malam siap suling 50 – 75%. Ekstraksi sedap malam sebaiknya pada malam hari ketika bunga mengeluarkan aroma wangi. Langkah-langkah penyulingan sedap malam persis teknik ekstraksi mawar yang bulan ini banyak dicari kawula muda. Setangkai mawar merah mewakili perasaan mereka, katanya. (Faiz Yajri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Robusta Rasa Kelapa

Trubus.id— “Kopi arabikanya enak.” Itulah yang kerap terucap dari para penikmat kopi ketika mencicipi kopi asal Desa Tamansari, Kecamatan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img