Monday, November 28, 2022

Menuai Kesempurnaan Barang Gosong

Rekomendasi

Walau Budiman berkali-kali mencoba membakar arang lebih sempurna, kliennya tetap berkilah mutunya tak sesuai. Arang yang diminta konsumen untuk bahan bakar harus memiliki nilai kalori yang tinggi, sedangkan sebagai karbon aktif parameter utamanya daya serap.

 

Membuat arang memang tak semudah membakar bahan hingga berwarna kehitaman. Pemilihan bahan baku hingga pengemasan menentukan kualitas arang. ‘Semua material yang dibakar hingga kehitaman bisa disebut arang,’ kata Ismail Rahim, produsen arang di Bojonggenteng, Sukabumi. Misalnya, bermacam-macam jenis kayu, bambu, batok kelapa, dan kulit kakao. Namun, bahan baku untuk arang yang diminta pasar harus efektif menghasilkan rendemen tinggi dan berkualitas bakar baik.

Hasil penelitian Pusat Penelitian dan Pengembangan Kehutanan, Bogor, arang asal tempurung kelapa memiliki kadar air rendah, zat terbang dan daya ikat karbon tinggi sehingga menghasilkan pembakaran sempurna ketika digunakan sebagai bahan bakar. Rendemennya juga tinggi, berkisar 36,04%, bambu hanya 32%, dan kayu 30%.

Selain itu, tempurung kelapa memiliki daya serap paling tinggi sebagai karbon aktif. Dengan kelebihan itu wajar jika tempurung kelapa menjadi primadona industri arang di samping keberadaannya melimpah. Selain bahan baku, alat serta teknik produksi menjadi penentu kualitas arang. Jika alat tidak mampu mencapai suhu pengarangan yang sesuai, arang tidak matang dan berkadar air tinggi. Akibatnya, nilai kalori rendah dan mudah rapuh. Jika sudah begitu harga arang anjlok lantaran tak berdayaguna.

‘Drum bekas paling murah dan paling efektif untuk pembuatan arang,’ kata Tjuju Nurhayati, peneliti di Puslitbanghut. Hasil riset wanita kelahiran 10 Oktober 1944 itu, drum bervolume 200 liter efektif menghasilkan arang berkualitas. Namun, drum itu perlu dimodifikasi terlebih dahulu.

Drum dibagi 4 bagian; bagian bawah yang terbuka, tutup drum atas, cerobong dan lubang-lubang udara pada badan drum. Bagian tengah tutup drum dibuat lubang berdiameter 10 cm untuk dihubungkan dengan cerobong asap setinggi 30 cm. Cerobong itu terbuat dari seng atau bahan metal lain. Pada badan drum dibuat 3 baris lubang, terdiri 4 lubang berdiameter 13 mm. Jarak antarbaris 30 cm.

Arang dibuat dengan cara membakar bahan baku di dalam drum selama beberapa jam. ‘Kebanyakan produsen menyiram air agar bara mati dan cepat dingin,’ kata Tjuju. Akibatnya, arang menjadi bongkahan tak mempan dibakar. Seharusnya pendinginan dilakukan secara alami selama 6 jam agar arang yang dihasilkan berkualitas tinggi. Inilah prosedur menghasilkan arang ala Puslitbanghut. (Vina Fitriani)

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Robusta Rasa Kelapa

Trubus.id— “Kopi arabikanya enak.” Itulah yang kerap terucap dari para penikmat kopi ketika mencicipi kopi asal Desa Tamansari, Kecamatan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img