Monday, November 28, 2022

Mereka Bersandar Pada Suplemen

Rekomendasi

Lima belas tahun terakhir, Setiyo Handianto rutin mengkonsumsi suplemen berupa serbuk itu. Dosisnya 1 sachet isi 10 g, 2 kali sehari. Khasiatnya ternyata tokcer. Ia ingat persis, 15 tahun lampau. Ketika itu meski usianya tergolong lebih muda, daya tahan tubuh kerap drop dan mudah terserang flu. Kalau lagi flu, sebulan baru bisa sembuh, katanya. Virus influenza yang terus-menerus menyerang menyebabkan tenggorokannya meradang. Menelan ludah saja sakitnya bukan main, katanya.

Pada 2002, penyakit flu kronis itu mengantarkannya ke ruang praktek dokter spesialis THT (telinga, hidung, dan tenggorokan). Hasil pemeriksaan dokter, Setiyo mesti menjalani terapi pembakaran. Sebuah selang khusus yang di ujungnya terdapat logam panas dimasukkan melewati mulut. Logam panas itulah yang membakar kelenjar-kelenjar radang di tenggorokan. Nah, sejak itulah ia mengkonsumsi suplemen hingga sekarang.

Suplemen itu kaya glutation, senyawa antioksidan penangkal oksidatif akibat radikal bebas atau zat karsinogen (pencetus kanker). Komponen utama lainnya adalah sistein, asam amino yang berfaedah meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Baru dua hari mengkonsumsi, nyeri akibat radang di tenggorokan benar-benar sirna. Yang paling menggembirakan, rutinitas mengkonsumsi suplemen membuat daya tahan tubuhnya kembali terdongkrak. Dalam 15 tahun terakhir, Saya jarang sekali terkena flu. Badan saya pun selalu fit, katanya.

Madu

Bagi pasangan Tri Ernita dan Fachrurrozy, mengkonsumsi suplemen tak sekadar membuat stamina bagus. Stamina prima setelah rutin mengkonsumsi sesendok madu manuka-manuka tanaman endemik Selandia Baru- sebelum sarapan menghadirkan kebahagiaan terindah: Ernita hamil 4 bulan. Pada kondisi tubuh prima, hormon reproduksi berjalan seimbang. Penantian selama 12 tahun pun akhirnya berujung.

Flu, pilek, dan sariawan yang semula kerap menyerang, juga hilang. Madu manuka yang dikonsumsi Ernita terbukti sebagai antioksidan kuat. Di dalamnya mengandung unique manuka factor (UMF). Hasil penelitian Dr Peter Molan dari University of Waikato Selandia Baru, UMF berperan merangsang sistem kekebalan tubuh. Peter juga mengungkap, madu manuka mengandung hidrogen peroksida.

Senyawa itu terbukti ampuh menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus, penyebab pneumonia dan meningitis yang biasanya kebal gempuran antibiotik. Di Inggris, bakteri itu menyebabkan kematian ribuan pasien setiap tahun. Madu khas Selandia Baru itu juga efektif membunuh bakteri Helicobacter pylori, penyebab radang saluran pencernaan.

Yang juga menjalani hidup sehat dengan mengkonsumsi suplemen adalah Aris Anwari. Direktur Kepatuhan Bank DKI itu mempercayakan kesehatannya dengan mengkonsumsi virgin coconut oil (VCO). Kebiasaan mengkonsumsi minyak perawan untuk melepaskan diri dari ketergantungan obat penurun kadar gula darah. Setiap kali mengkonsumsi karbohidrat atau lemak berlebih, kadar gula darah pria kelahiran Kudus itu melonjak menjadi 480 mg/dl.

Aris mengidap diabetes mellitus sejak 1985. Sejak itu pula pensiunan Bank Indonesia itu rutin mengkonsumsi obat dokter. Ia sadar betul bila mengkonsumsi obat kimia dalam jangka waktu lama dapat berefek buruk. Oleh sebab itu, Aris mencoba suplemen berbahan alami. Ia berharap, kadar gula darahnya bakal stabil setelah mengkonsumsi VCO.

Setahun mengkonsumsi, faedah minyak kelapa murni mulai terasa. Kadar gula darah stabil pada kisaran 140 – 200 mg/dl. Memang hasil itu masih di atas kadar normal, 70-110 mg/dl. Maklum, ia seringkali tak tahan godaan menyantap lezatnya makanan berlemak saat jamuan. Aris pun terus mengkonsumsi VCO. VCO juga baik menjaga pencernaan, katanya.

Penambah nutrisi

Menurut dr Eka Mukti Rusriyanti, konsultan kesehatan di Jakarta, peran suplemen bukan sekadar menjaga stamina. Suplemen juga penting untuk menambah kekurangan nutrisi, katanya. Konsumsi kalsium, misalnya, diperlukan untuk mencegah pengeroposan tulang, kata dokter yang berpraktek di poliklinik Direktorat Jenderal Geologi dan Sumber Daya Mineral itu.

Konsumsi harian kalsium minimal 1.200 mg. Sedangkan konsumsi rata-rata orang Indonesia hanya 380 mg per hari. Oleh sebab itu, Yanti menambahnya dengan mengkonsumsi suplemen berbahan ekstrak tulang dan susu sapi. Kedua bahan itu berkadar kalsium hingga 400 mg per sachet isi 10 g yang diminum sekali per hari.

Di tengah gempuran radikal bebas dari polusi dan makanan berpengawet, konsumsi suplemen antioksidan tinggi sangat diperlukan. Yanti menangkalnya dengan mengkonsumsi suplemen yang mengandung vitamin E, asam linoleat, asam linolenat, betakaroten, dan lesitin. Kelima komponen itu dikenal sebagai antioksidan kuat. Penganan sehat itu dikonsumsi 2 kali sehari masing-masing 1 kapsul.

Orang-orang seperti Ernita dan Setiyo kini mudah dijumpai di mana-mana. Konsumsi suplemen memang tengah marak. Gejala itu menarik minat produsen. Berbagai produk suplemen pun membanjiri pasaran. Sekadar menyebut beberapa adalah Xtragin, Javanony, Super Fiber, Prolink (baca: Terpercaya Melindungi Raga halaman 62). Suplemen yang beredar di pasaran sebagian produksi mancanegara.

Kelebihannya, kualitas memang terjamin. Para produsen menyertakan bukti-bukti ilmiah hasil uji laboratorium. Konsumen mesti menebusnya dengan harga relatif mahal. Menurut Dra Emma S Wirakusumah MSc, ahli gizi Institut Pertanian Bogor, mengkonsumsi pangan nabati segar tetap lebih baik daripada hasil olahan. Pasalnya, kandungan gizi masih utuh. Jika diolah dengan pemanasan, vitamin-vitamin tertentu hilang. Contohnya, vitamin C rusak jika dipanaskan pada suhu 80-90oC.

Itulah sebabnya Soegeng Priyono, direktur perusahaan konsultan itu memilih jus beragam buah dan sayuran sebagai suplemen. Karena aktivitas Soegeng seabrek, kerap memicu kelelahan. Jika sudah begitu, Saya lebih memilih istirahat yang cukup, kata alumnus Mapua Institute of Technology, Manila, Filipina, itu. Menurut ahli gizi Prof Dr Ali Khomsan MS, makanan seimbang tetap cara terbaik menjaga tubuh sehat. Namun, ketika kondisi kota terpolusi, suplemen dibutuhkan. Oleh karena itu, agar kesehatan tetap terjaga, konsumsi suplemen dapat menjadi pilihan. (Imam Wiguna/Peliput: Nesia Artdiyasa)

 

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Robusta Rasa Kelapa

Trubus.id— “Kopi arabikanya enak.” Itulah yang kerap terucap dari para penikmat kopi ketika mencicipi kopi asal Desa Tamansari, Kecamatan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img