Monday, August 8, 2022

Mereka Kepincut si Daun Lidah

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Setidaknya ada 10 Alcantarea imperialis yang tumbuh di halaman rumah di ketinggian 1.200 m dpl itu. Dua di antaranya tumbuh di samping rumah. Hanya saja sedang tidak berbunga. Namun, sosoknya benar-benar jumbo. Tinggi tanaman hampir setinggi atap rumah atau sekitar 3 m. Lebar daun sejengkal tangan orang dewasa.

Koleksi lainnya sebagian besar baru setinggi 1 m dan tersebar di beberapa titik di pekarangan. Salah satunya ada yang tumbuh bergerombol di permukaan tebing. Di antara koleksi bromeliad raksasa itu ada satu yang berpenampilan beda. Daunnya perak dengan punggung daun berwarna hijau kekuningan. Padahal, lazimnya berwarna marun. ‘Ini kemungkinan hasil silangan,’ kata Jack.

Di tanah

Di pekarangan rumah eskpatriat asal Amerika Serikat itu tak hanya Alcantarea imperialis yang tumbuh mencolok dengan ukuran meraksasa. Aneka bromeliad dengan warna mentereng juga tumbuh subur di sana. Salah satunya Neoregelia marble yang daunnya berwarna merah dengan bercak-bercak hijau. Karena tumbuh tanpa naungan, warna merah tampak lebih cerah. Keindahannya kian serasi karena berpadu dengan warna hijau dari lumut yang membalut permukaan tanah.

Berbeda dengan para kolektor yang menikmati keindahan bromelia dalam balutan pot, Jack justru menanamnya di tanah sebagai elemen taman. Beberapa jenis di antaranya ditanam di dinding batu penahan sengkedan. Ada juga yang tumbuh di pepohonan seperti flesia alba. Gerombolan neoregelia berdaun hijau dengan kelir putih itu menyamarkan batang paku yang menjadi kediamannya.

Selain neoregelia, di kebun 7 ha itu juga terdapat beberapa jenis guzmania yang sebagian besar tengah berbunga. Bunga yang berwarna merah cerah tampak semarak di antara dedaunan berwarna hijau. Ada juga guzmania berbunga kuning, jingga, dan merah muda.

Kehadiran aneka jenis vriesea kian melengkapi koleksi bromelia Jack. Sebagian besar yang ia koleksi adalah jenis-jenis berdaun belang seperti Vriesea splendens. Ada juga beberapa jenis vriesea yang corak belangnya tak setegas dan setebal splendens, tetapi lebih halus dan terlihat samar. Aneka corak si daun lidah itu menyambut kedatangan tamu karena kebanyakan tumbuh di dinding batu penahan sengkedan di taman sekitar area parkir.

Hasrat Jack E Craig mengoleksi puluhan jenis bromelia seakan ingin kembali menghadirkan suasana kampung halaman di kediamannya di Wonosobo. Di Amerika Serikat, bromelia begitu melekat dalam kehidupan warga. Selain sebagai elemen taman, warga negeri Paman Sam kerap membelinya ketika menjelang natal terutama jenis-jenis yang berbunga. ‘Di sana banyak nurseri bromelia besar seperti Kerry’s Bromeliad di Florida,’ katanya. Dari sanalah Jack memperoleh benih maupun tanaman induk, lalu memboyongnya ke Wonosobo pada 1994. Beberapa di antaranya juga didatangkan dari Hawaii.

Dak rumah

Tak memiliki halaman bukan berarti hasrat Hery Setiawan mengoleksi si daun lidah surut. Ia memanfaatkan dak rumah seluas sekitar 60 m2 untuk meletakkan ratusan koleksi bromelia yang dikumpulkan sejak 1994.

Ratusan koleksi bromelia hasil perburuan dari berbagai daerah di tanahair itu disusun dalam rak 3 tingkat. Jenis-jenis bersosok besar diletakkan di rak paling atas. Sedangkan yang berukuran lebih kecil di bagian tengah. Saking sesaknya ada beberapa koleksi yang terpaksa diletakkan di lantai dak sehingga ternaungi tanaman lain.

Meski tampak sesak, toh tak mengurangi keindahan anggota keluarga nanas-nanasan itu. Masing-masing tanaman seakan berlomba-lomba memamerkan warna mencolok. ‘Itulah yang saya suka dari bromeliad,’ kata Hery. Apalagi kota Wonosobo yang berada di ketinggian sekitar 600-800 m dpl sangat ideal bagi pertumbuhan kerabat nanas Ananas comosus itu. Kualitas warna daun tampak lebih prima.

Itu terbukti dari beberapa koleksi yang warnanya benar-benar memanjakan mata. Warna merah muda pada neoregelia ‘pink grass’ tampak dominan dan merata di ujung daun. Sedangkan bagian pangkal daun berwarna gradasi hijau dengan beberapa semburat hijau muda.

Salah satu koleksi yang istimewa adalah neoregelia yang hampir seluruh daunnya ber-warna merah muda. Sayangnya ia tidak tahu persis nama tanaman berdaun cantik itu. ‘Ini kemungkinan hibrid,’ ujar pemilik toko oleh-oleh khas Wonosobo itu.

Koleksi yang tak kalah istimewa lainnya adalah green apple. Tanaman itu memiliki gradasi warna menarik. Daun tua berwarna hijau lebih muda. Sedangkan daun yang lebih muda berwarna hijau pekat karena bercam-pur marun. Daun paling muda berwarna merah cerah. Selain neoregelia, Hery juga mengoleksi beberapa vriesea dan tillandsia yang tak kalah menawan. Kecintaannya pada anggota Bromeliaceae itu tak membuatnya berpaling meski tanaman hias lain tengah tren di pasaran. (Imam Wiguna)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img