Friday, August 12, 2022

Mereka Lahir Berdaun Tebal

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

 

Handhi melakukan 20 kali persilangan pada malam itu. Sayang, 2 minggu kemudian hanya 4 tanaman yang berhasil berbuah: downsii, patens, liberica, dan fla-H13. Buah yang dihasilkan pun sedikit, 1 buah per tanaman. Meski begitu, Handhi bisa berbangga. Pasalnya, 1dari 4 biji yang disemai berhasil tumbuh baik, yaitu S. patens x S.  downsii. Lidah jin itu berwarna hijau tua dengan tepi merah seperti aglaonema lipstik. Tekstur daun kasar mirip tetua betina, S. patens. Penampilan snake plant berumur setahun dari biji itu pun menarik lantaran pertumbuhan daun roset seperti induk jantannya, S. downsii.

Sansevieria hibrida baru juga lahir dari tangan Choirizal Ohiar di Tangerang. S.  volkensii x S. trifasciata ‘laurentii’ dan S. tarzana x S. volkensii yang disilang pada Agustus 2008. Yang disebut pertama berdaun agak membulat dan tebal dengan ujung runcing. Sementara S. tarzana x S. volkensii berdaun lebar dan bergelombang mirip S.  nitida.

Karakter incaran

Nun di Chonburi, Thailand, Bunlue Lodwan yang rajin menyilangkan lidah jin sejak 2006 menghasilkan S.  ballyi x S. hallii, S.  patula x S.  trifasciata ‘laurentii’, S. patens x S. ballyi, dan S.  trifasciata ‘laurentii’ x S.  ballyi. Hasil silangan pertama terdiri dari 2 varian. Meski berasal dari induk sama, tapi penampilannya sangat berbeda. Yang satu berdaun bulat dengan ujung meruncing. Susunan daun rapat seperti dompolan, mirip tetua betinanya, ballyi. Daun berwarna hijau dengan cross banding -garis vertikal-hijau keperakan. Sementara hibrida S. ballyi x S. hallii yang lain berdaun hijau tua dengan cross banding hijau muda. Daun pun lebih panjang dibandingkan hibrida pertama.

Bentuk daun patula x trifasciata ‘laurentii’ bulat, tebal, dan pendek. Sayang, karakter tanaman belum terlihat lantaran baru berumur 5 bulan. ‘Karakter tanaman baru terlihat saat berumur setahun dari biji,’ kata Edi Sebayang, kolektor sansevieria di Tangerang, Banten. Itu diamini Pramote Rojruangsang, penyilang sansevieria di Pathumthani, Thailand.

Karakter patens x ballyi yang berumur 2,5 tahun sudah terlihat. Daun panjang dan tebal mirip patens. Sementara sosok tanaman roset dengan daun tumbuh sangat rapat seperti ballyi. Yang tak kalah menarik adalah trifasciata ‘laurentii’ x ballyi. Sosok tanaman setinggi 20-30 cm itu cantik lantaran berbentuk roset. Sekilas, daun tampak tipis seperti laurentii. Namun, begitu dipegang terasa perbedaannya. ‘Daun lebih tebal dibanding laurentii, tapi lebih tipis dari ballyi,’ kata Handhi. Tebal daun trifasciata ‘laurentii’ x ballyi sekitar 0,5 cm.

Daun tebal? Ya, itulah salah satu kriteria sansevieria yang tengah diburu hobiis. Tak heran bila para penyilang di tanahair dan Thailand pun berlomba menghasilkan hibrida-hibrida baru berdaun tebal. Salah satunya patens x downsii hasil silangan Handhi. (Rosy Nur Apriyanti)

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img