Sunday, November 27, 2022

Mereka Terserak di Bumi Pertiwi

Rekomendasi

Delapan jam berselang, petugas penyuluh lapangan dinaspertanian, perikanan, dan peternakan kabupaten malinau itu tiba di desa lomberang, kecamatan mentarang hulu. Disanalah lokasi pohon manggis tanpa biji berumur ratusan tahun.

 

Di pinggiran Desa Lomberang itu Rusdianto menemukan sekitar 20 pohon manggis tanpa biji yang sedang berbuah. Ia memetik salah satu dan membelahnya. Begitu terbelah, dari 8 septa hanya satu yang berbiji. Itu pun berukuran sangat kecil. Diameter pohon manggis nonbiji itu seukuran batang kelapa. ‘Kemungkinan umurnya lebih dari 100 tahun,’ katanya. Di pinggiran desa itu Rusdianto menemukan setidaknya 20 warga yang memiliki manggis nonbiji. ‘Mereka rata-rata memiliki 5-10 pohon manggis,’ ujarnya.

Penemuan Rusdianto di Desa Lomberang itu memunculkan data baru. Pada 2005 Sobir PhD, peneliti Pusat Kajian Buah Tropika Institut Pertanian Bogor (PKBT IPB), hanya menemukan 2 pohon manggis tanpa biji di Kecamatan Malinau Kota, Kabupaten Malinau, Kalimantan Timur, masing-masing berumur 25 dan 40 tahun. Lokasinya berjarak tempuh 8 jam dengan speedboat dari manggis tanpa biji temuan Rusdianto. Pada penelusuran berikutnya pada 2006, PKBT menemukan 70 pohon berumur 40 tahun.

Suku Dayak

Menurut Rusdianto, di beberapa daerah di Kabupaten Malinau seperti Pulau Sati, Singit Terang, Mentarang Baru, dan Setulang juga tumbuh manggis tanpa biji. Warga di sana biasanya menanamnya di kebun sekitar rumah. ‘Rata-rata yang sudah berbuah berumur 20-30 tahun,’ tuturnya.

Menurut pengamatan Gregori Garnadi Hambali, ahli botani di Bogor, Jawa Barat, Suku Dayak memang memiliki budaya menyeleksi dan menanam tanaman buah terbaik lewat perbanyakan biji sejak ratusan tahun lalu. Pantas jika di Malinau ditemukan banyak pohon manggis tanpa biji.

Sejatinya hutan Kalimantan memang memiliki keragaman buah sangat tinggi. Beberapa di antaranya dengan keunggulan genetik. Dr Arry Supriyanto, kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kalimantan Barat, juga menemukan pamelo tanpa biji saat mengunjungi Kabupaten Bulungan, Kalimantan Timur, pada 2007.

Tanah Borneo juga kaya keanekaragaman buah yang ‘asing’ di telinga dan tak pernah dijumpai di pasaran. Beberapa di antaranya memang tak bisa dikonsumsi, tapi warga setempat menggunakannya untuk beragam keperluan. Saat melakukan eksplorasi ke Kutai Barat, Kalimantan Timur, Trubus menjumpai buah pengo. Buahnya merah terang dan bergerombol dalam satu tangkai. Bila dicicip rasa buah sangat masam. Suku Dayak Benuak menggunakan buah itu untuk menghilangkan ketombe. Ada juga dimpahung yang digunakan Dayak Kaharingan untuk mengilapkan kuku. Keragaman itulah yang membuat Borneo selalu menjadi incaran para peneliti. (Imam Wiguna)

Manggis nonbiji ditemukan tersebar di Desa Lomberang, Kalimantan Timur

 

Menyebar Buah Impian

Keterangan

1. Nanas nanglae, nanas madu asal Chiang Rai, Thailand

2. Pengo, obat antiketombe di Kutai Barat, Kalimantan Timur

3. Mentiq jabuq, jeruk penghilang ketombe di Kutai Barat, Kalimantan Timur

4. Kemenai, obat batuk darah di Kutai Barat, Kalimantan Timur

5. Keliwetn, bahan baku tuak di Kutai Barat, Kalimantan Timur

6. Buah naga kulit kuning, introduksi dari Hongkong di Pasuruan, Jawa Timur

7. Nangka bulat, hasil silangan di Taman Wisata Mekarsari, Bogor

8. Kerabeq okak, obat antiketombe di Kutai Barat, Kalimantan Timur

9. Pintarukan, obat asma di Barito Timur, Kalimantan Tengah

10. Dimpahung, pembersih kuku di Barito Timur, Kalimantan Tengah

11. Durian cikrak, berbuah sepanjang tahun di Kasembon, Malang, Jawa Timur

12. Kelokop, untuk pemutih kulit di Kutai Barat, Kalimantan Timur

13. Asam payang, bahan baku terasi di Malinau, Kalimantan Timur

14. Asam grandis, obat pelangsing tubuh di Barito Timur, Kalimantan Tengah

15. Jeruk nipis jumbo dan jeruk nipis manis, hasil seleksi di Semarang, Jawa Tengah

16. Plum australia, buah introduksi di Semarang, Jawa Tengah

17. Jeruk pamelo dan keprok tanpa biji, hasil radiasi di Tlekung, Malang, Jawa Timur

18. Pir dataran rendah di Blitar, Jawa Timur

19. Jambu sukun merah, mutasi dari jambu getas merah di Majalengka, Jawa Barat

20. Manggis tanpa biji di Mentarang Hulu dan Malinau, Kalimantan Timur

21. Buah patma, untuk kejantanan dan penyembuh luka pascamelahirkan di Sanggau, Kalimantan Barat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Empat Gabus Hias yang Cocok untuk Pemula

Trubus.id — Pehobi pemula perlu memahami jenis gabus hias atau channa. Hal ini karena masing-masing gabus hias memiliki tingkat...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img