Monday, August 8, 2022

Mereka Unggul di Pesta Petani

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
CK no 6 juara kesatu cabai keriting
CK no 6 juara kesatu cabai keriting

Cabai besar, cabai keriting, dan tomat terbaik.

Tanaman vigor, berbuah lebat hingga 100 cabai per tanaman, dan sehat alias bebas dari ganyangan hama atau penyakit. Itulah sosok ideal cabai yang menjadi dambaan para petani. Cabai varietas balebat memenuhi unsur itu sehingga mencuri hati para juri pada kontes cabai di ajang Pameran Nasional Petani dan Nelayan (Penas) di Kepanjen, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, 7—12 Juni 2014. Pada kontes itu para juri menilai produktivitas dan kesehatan tanaman yang tumbuh di bedengan. Balebat berada di guludan paling tepi.

Menurut ketua juri, Prof Ir Sobir PhD dari Instiut Pertanian Bogor, kriteria penilaian di antaranya: keseragaman tanaman, kesehatan tanaman, produktivitas per tanaman, keseragaman buah, bobot buah segar, dan kondisi kulit buah. Namun, “Fokus utama penilaian yaitu produktivitas dan ketahanan terhadap hama penyakit,” ujar Sobir. Kondisi iklim saat pertumbuhan cukup ekstrem sehingga tanaman tidak dapat tumbuh maksimal. Namun, sebagian peserta dapat ‘beradaptasi dengan lingkungan itu sehingga layak juara.

Balebat juara kesatu cabai besar
Balebat juara kesatu cabai besar

Sosialisasi
Pada 6 Juni 2014 atau sehari sebelum Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membuka Penas, para juri menilai peserta lomba. Tim juri, terdiri dari 6 orang beragam profesi, pedagang, peneliti, dan akademisi, dengan ketua Prof Dr Ir Sobir PhD. Pada kategori cabai besar, balebat menyisihkan belasan varietas cabai merah pada lomba cabai yang diselenggarakan Direktorat Perbenihan Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Balebat produksi PT Benih Citra Asia yang berada paling pinggir dinobatkan sebagai juara kesatu

Menurut Sobir, varietas itu tahan penyakit layu, dan buahnya lebat, mencapai 120—150 buah per tanaman setara 1,5—1,8 kg. Jika populasi mencapai 16.000 tanaman per ha, maka total produksi 24—29 ton. Pada kategori cabai besar, varietas DMP produksi PT Clause Indonesia meraih juara kedua. Cabai itu berproduktivitas tinggi, 1,5—2,1 kg per tanaman setara 24—34 ton per ha. Sementara fantastik produksi PT Primasid Andalan Utama meraih juara ketiga dengan produktivitas 1,3 kg per tanaman dan cepat panen 65—70 hari setelah tanam.

Fantastik juara ketiga cabai besar
Fantastik juara ketiga cabai besar

Di kategori cabai keriting, varietas CK no 6 produksi CV Multi Global Agrindo menjadi juara pertama. Produktivitas sang juara itu sedang, hanya 0,8—1 kg per tanaman. Namun, saat penilaian, tanaman secara umum paling sehat dan buahnya memenuhi cabang. Umur panen 85—90 hari setelah tanam. Priyayi varietas besutan PT Agri Makmur Pertiwi dengan produksi 1,1—1,25 kg per tanaman merebut juara kedua. Sementara impalo karya CV Aditya Sentana Agro meraih juara ketiga. Ia beradaptasi baik di dataran rendah hingga tinggi pada musim kemarau dan hujan. Produktivitas 18—12 ton/ha.

Selain cabai besar dan cabai keriting, panitia juga melombakan tomat. Tiga tomat terbaik adalah servo, new sutysna, dan tyffani yang berturut-turut meraih juara pertama, kedua, dan ketiga.. Ketiganya tahan terhadap virus gemini dengan produktivitas 3—3,8 kg per tanaman. Menurut Direktur Benih Direktorat Jenderal Kementrian Pertanian RI, Ir Sri Wijayanti MAgr Sc, beberapa jawara itu pernah menang pada lomba sebelumnya di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, pada Penas ke-13. Itu membuktikan bahwa varietas itu memang unggul dari segi adaptasi sehingga dapat tumbuh baik di berbagai daerah.

Tyffani tomat tahan virus gemini
Tyffani tomat tahan virus gemini

Lomba cabai dan tomat merupakan rangkaian acara di Jambore Varietas Unggul Hortikultura di Pameran Nasional Petani dan Nelayan atau Penas ke-14. Penas berlangsung 4 tahun sekali. Tujuan lomba varietas unggul itu untuk menyosialisasikan keunggulan berbagai varietas hortikultura lokal. Promosi benih bermutu, agrowisata dan pendidikan, serta meningkatkan konsumsi hortikultura Nusantara.

Menurut Ir Sri Wijayanti MAgr Sc, ada beberapa komoditas lain seperti semangka, melon, terung, mentimun, jagung manis, dan kacang panjang yang sedianya akan dilombakan di Jambore Hortikultura itu. Sayangnya, musim kemarau panjang menyebabkan sebagian besar tanaman rusak, termasuk tanaman melon yang biasanya favorit pengunjung. “Hanya cabai besar, cabai keriting, dan tomat yang tumbuh baik sehingga layak dinilai,” ungkap Yanti. Penilain pun dilakukan berdasarkan kondisi saat penjurian. (Syah Angkasa)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img