Thursday, July 25, 2024

Mesin Pengolah Rimpang Permudah Produksi Herbal

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id— Semula Yohanes Dedy memerlukan waktu 30—45 menit untuk memeras 3 kg empon-empon atau rimpang untuk ramuan tradisional. Dalam sehari mengolah minimal 6 kg bahan baku.

Pemerasan dengan cara manual itu membuat pria asal Desa Bambe, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur, itu kelelahan. Selain itu, pemerasan cara manual meninggalkan bekas warna pada telapak tangan.

Telapak tangan juga terkadang panas jika mengolah jahe sehingga pemerasan tidak optimal. Harap mafhum, selama ini ia mengggiling dan memeras empon-empon dengan tangan untuk mendapatkan ekstrak.

Kini Dedy hanya perlu waktu 5—10 menit untuk memeras 6 kg empon-empon setelah menggunakan mesin pemeras. Dengan mesin itu juga tak membutuhkan tenaga yang banyak karena peranti bekerja otomatis. Manfaat penggunaan mesin itu juga tidak menimbulkan bekas warna dan rasa panas di kulit telapak tangan lagi.

Cukup dengan menghaluskan semua bahan dengan cara digiling. Setelah itu bahan yang dihaluskan lalu dikempa untuk menghasilkan ekstrak. Mesin pemeras empon-empon itu bantuan dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Pemberian mesin itu dalam rangka kegiatan Diseminasi Produk Teknologi ke Masyarakat. Menurut guru besar Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA), Unesa, Prof. Dr. Suyatno, M.Si., cara kerja alat itu relatif sederhana.

Siapkan semua bahan dan bungkus dengan kain. Pastikan semua komponen mesin siap digunakan. Masukkan semua bahan ke dalam bejana. Tekan saklar power ke posisi on yang ditandai dengan lampu berwarna merah menyala.

Lakukan pengepresan dengan menekan tombol turun. Proses ditandai dengan turunnya sistem pengepresan dan lampu hijau menyala. Setelah semua sari empon-empon keluar, tekan tombol naik untuk menaikkan sistem penekan. Ambil ampas empon-empon dari dalam bejana.

Tahap selanjutnya mengubah ekstrak empon-empon menjadi kristal. Selama ini Dedy menggunakan cara manual untuk mengkristalkan ekstrak emponempon. Caranya campur ekstrak dengan gula pasir, lalu panaskan dalam wajan dan diaduk manual menggunakan tangan.

Kapasitas wajan untuk sekali proses sebanyak 3—4 kg bahan dengan lama pengadukan sekitar 60 menit. Pengkristalan secara manual tentu memerlukan tenaga ekstra. Apalagi bahan yang diaduk dalam kondisi panas sehingga cepat menimbulkan kelelahan fisik.

Suyatno menuturkan, pengkristalan belangsung lebih singkat yakni 30—45 menit dengan mesin pengkristal. Selain mesin pemeras, Dedy memperoleh mesin pengkristal dari Unesa.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Kelapa Genjah Merah Bali, Eksotis dan Produktif

Trubus.id—Kelapa genjah merah bali merupakan kelapa baru yang eksotis dan produktif. Secara umum berbunga pada umur 2—2,5 tahun dan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img