Thursday, February 9, 2023

MESRA, Lima Tanaman Hias Aroid yang Memiliki Prospek Bisnis Cerah

Rekomendasi

Trubus.id — Philodendron dan monstera menjadi tanaman hias paling dicari konsumen, baik dalam maupun luar negeri pada 2020. Di tengah pandemi Covid-19, keduanya menjadi lokomotif yang menggerakkan bisnis tanaman hias, terutama golongan aroid.

Harga tanaman fantastis karena permintaan tinggi. Di sisi lain pasokan barang minim. Sejumlah pelaku bisnis tanaman hias pun meraup laba hasil perniagaan beragam jenis aroid.

Sebutan aroid mengacu pada tanaman hias anggota keluarga Araceae seperti aglaonema, anthurium, dan monstera. Sejatinya, kelompok tanaman aroid ada di Indonesia dan mengisi pasar tanaman hias sejak puluhan tahun silam.

Selain philodendron dan monstera, ada pula aglaonema, kuping gajah, alokasia, dan singonium (Syngonium sp.). Pada 2020 aroid naik daun lantaran masyarakat berkegiatan di rumah sehingga banyak yang memilih hobi merawat tanaman hias.

Saat itu janda bolong (Monstera adansonii) variegata menjadi buah bibir. Aroid menjadi tren dunia, tidak cuma di Indonesia. Tren itu bukan lagi regional, melainkan global. Perkembangan teknologi mempercepat penyebaran tren aroid.

Keindahan aroid mulai dari bentuk, corak, warna, susunan, dan kekompakan daun berdaya magis. Tidak ada patokan harga yang pasti, bergantung pada penampilan dan kelangkaan tanaman.

Menurut Noldy Topan Mahieu, kolektor sekaligus pedagang aroid di Tangerang, Provinsi Banten, karakter dan kondisi tanaman memengaruhi harga tanaman. Makin bagus performa tanaman, makin tinggi harganya.

Warna daun juga memengaruhi harga. Lazimnya, harga tanaman variegata lebih mahal dibanding tanaman nonvariegata untuk jenis tanaman yang sama. Makin banyak daun bercorak variegata pada satu tanaman dan bermutu, harganya pun melambung.

“Makin mahal harga tanaman berarti juga semakin sedikit jumlahnya,” kata Noldy.

Menurut Friesia Sutjiati Widjaja, wakil ketua Perhimpunan Florikultura Indonesia, perjalanan aroid mengalami pergeseran pada 2020. Sejumlah pelaku bisnis aroid memperbanyak jenis yang dahulu berharga melambung.

Masyarakat pun bisa membeli aroid yang dahulu tidak terbeli karena harga tinggi. Contohnya, Monstera obliqua sudah dibanderol Rp200.000–Rp500.000 per tanaman. Bahkan, Philodendron spiritus-sancti yang langka lebih terjangkau dengan harga jutaan rupiah.

Friesia menuturkan, tanaman yang dahulu populer, jika sudah turun harga akan sulit naik lagi. Turun harga bukan berarti turun permintaan. Simak lebih lanjut potret lima tanaman hias yang berprospek cerah pada 2023 di Majalah Trubus Edisi 638 Januari 2023. Majalah Trubus Edisi 638 Januari 2023 mengupas tuntas berbagai jenis komoditas agribisnis yang bakal tren, mulai dari ikan hias, tanaman hias, buah, hingga sayuran.

Dapatkan Majalah Trubus Edisi 638 Januari 2023 di Trubus Online Shop atau hubungi WhatsApp admin pemasaran Majalah Trubus.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Meybi Kantongi Omzet Rp75 Juta Sebulan dari Daun Kelor

Trubus.id — Daun moringa alias kelor bagi sebagian orang identik dengan mistis. Namun, bagi Meybi Agnesya Neolaka Lomanledo, daun...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img