Wednesday, August 17, 2022

Metamorfosis Xuong Com Vang

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

 

Foto xuong com vang-kosakata Vietnam-yang dikirim oleh Reza melalui surat elektronik ke redaksi Trubus memang luar biasa. Pingpong yang biasa dicirikan berbiji besar tampil memukau lantaran bijinya kecil. Buah didominasi oleh daging buah yang tebal.

Hanya 20% bagian buah yang merupakan biji. Padahal, biji pingpong biasanya mendominasi, antara 60-70% bagian buah. Diameter biji rata-rata 0,5-0,7 mm. Bandingkan dengan biji pingpong yang biasanya sampai 1,5 cm. Ukuran buah sedikit lebih kecil dari biasanya, 10:8. Namun, lantaran bijinya sangat kecil, bagian yang bisa dimakan pun lebih banyak.

Hasil seleksi

Pingpong hasil seleksi Taman Wisata Mekarsari itu kian sempurna dengan karakter buahnya yang kering dan manis. Meski tak sekering itoh, pingpong ini relatif lebih kering dibanding pingpong pada umumnya. Rasa manisnya sama persis dengan pingpong biasa.

Pingpong super itu hanya ditemukan pada 2 di antara 70 pohon yang ada di sana. ‘Bibit lengkeng didapatkan dari banyak penangkar berbagai daerah, 3 tahun lalu,’ tutur Reza. Sudah 4 kali lengkeng umur 3 tahun itu dipanen. Karakter buah konsisten setiap kali panen.

Lantaran bibit itu ditanam bersanding dengan bibit lengkeng lain, tak menutup kemungkinan itu hasil serbukan tepung sari dari pohon lain. Oleh karenanya, Reza akan menguji terlebih dahulu untuk memastikan karakter unggul itu benar-benar bersifat genetik, bukan pengaruh lingkungan atau fisiologis. Konsistensi buah masih harus terus diamati sampai lebih dari 7 kali panen dan diadaptasikan dalam berbagai kondisi agroklimat.

Varian pingpong daging tebal sebenarnya telah muncul di kebun Prakoso Heryono di Demak pada 2005. Bijinya lebih kecil daripada pingpong biasa. Bagusnya, pingpong yang ditanam dari bibit okulasi asal Thailand itu ukuran buahnya sama besar dengan pingpong ‘asli’. Sifatnya pun sudah stabil setiap panen, bahkan setelah diperbanyak dan ditanam di berbagai kondisi agroklimat yang berbeda.

Ada 4 varian lengkeng dari 100 bibit okulasi yang didatangkan Prakoso dari Thailand, yaitu daging tebal tapi becek, daging kering tapi tipis, daging tipis yang becek, dan daging tebal yang kering. Sifat terbaik: daging tebal dan kering, hanya dimiliki oleh 5 pohon.

Akhir Maret 2008, sebanyak 30 pohon lengkeng tebal dari Demak itu Trubus saksikan berbuah lebat di kebun Ir Purwoko di Serang, Banten. Kualitas buah dari semua pohon seragam: daging tebal, kering dan manis. Nun di Jawa Timur, pekebun Imam Utomo yang juga mendapatkan 100 bibit lengkeng dari Prakoso melaporkan hal yang sama.

Lengkeng serupa juga dijumpai Trubus di kebun milik Isto Suwarno di Prambanan, Klaten. Bahkan lengkeng daging tebal dari kebun Imam Utomo dijual Rp25.000/kg di tingkat petani. Lebih mahal dibandingkan harga itoh di Jawa Tengah yang dibandrol Rp20.000/kg.

Heterozigot

Lengkeng introduksi seperti pingpong, itoh, dan diamond river memang gampang bermutasi. Musababnya, mereka memiliki tingkat heterozigot tinggi. ‘Artinya, meski biji-biji berasal dari penyerbukan sendiri, peluang untuk berubah dari sifat induknya sangat tinggi,’ kata Drs M Jawal Anwarudin Syah MS, peneliti Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura, Pasar Minggu, Jakarta Timur.

Menurut Sobir, PhD-kepala Pusat Kajian Buah Tropika IPB-varian-varian biasanya banyak muncul dari lengkeng yang bibitnya berasal dari biji. ‘Bibit lengkeng introduksi didatangkan dalam jumlah terbatas. Makanya banyak yang menanam dari biji, bukan grafting atau okulasi,’ tutur Sobir saat ditemui di kantornya di Bogor.

Perbanyakan dengan grafting pun bisa mengalami mutasi meski kemungkinannya sangat kecil. ‘Varian yang muncul dari perbanyakan vegetatif itu disebut point mutasi, artinya bagian tunas mengalami mutasi, tapi peluangnya kecil,’ kata Jawal.

Reza menambahkan, perubahan sifat pada buah juga bisa disebabkan banyak hal seperti kondisi lingkungan dan batang bawah yang digunakan. Namun sifat-sifat itu bukan mutasi karena tidak berubah secara genetik. Buah di daerah panas cenderung menghasilkan daging buah lebih kering daripada di daerah lembap. Pengaruh batang bawah terlihat nyata pada kasus sambung jeruk lemon tea. Bila jeruk lemon tea yang tidak berbiji disambung dengan batang bawah bisa menghasilkan buah yang berbiji.

Perlakuan pun bisa mengubah penampilan buah, bahkan sifat buah secara fisiologis. Reza mencontohkan penyemprotan giberelic acid dapat menghilangkan biji anggur. Contoh lain, penyemprotan hormon auksin membuat jambu biji menjadi tak berbiji.

Biji yang sedang tumbuh merupakan sumber hormon untuk pertumbuhan buah. Makanya jika ditambahkan hormon dari luar, biji tak harus tumbuh untuk memenuhi kebutuhan buah yang sedang berkembang. ‘Bukan mustahil jika perlakuan semacam itu bisa memperkecil biji lengkeng, bahkan membuatnya tanpa biji,’ kata Reza. (Nesia Artdiyasa)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img