Thursday, August 18, 2022

Miniatur Alam di Halaman Rumah

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Angin yang berembus perlahan menguapkan udara panas di siang itu. Suara gemerisik terdengar ketika helai-helai daun dan ranting bersinggungan.

 

Di sekelilingnya, beragam palempaleman, seperti wodietia dan palem putri tumbuh menjulang. Di batang-batangnya yang berkesan tua ditempelkan jenis-jenis kadaka dan simbar menjangan. Lalu ada pula kalatea, philodendron, dan palem irian yang tumbuh nyaris setinggi orang dewasa. Keladi, dracaena, dan suplir yang tumbuh menyemak ikut meramaikan suasana. Belum lagi ophipogon dan rumput kucai yang rapat menutup tanah.

Kehadiran tanaman-tanaman itu membuat taman rumah di salah satu sudut Sawangan, Depok, itu teduh dan meneduhkan. Kerimbunan pepohonan membuat siapa pun betah berlama-lama di sana. Meski penataannya terkesan berantakan semua tampil harmonis.

Tiru alam

“Itu memang ciri taman tropis. Tidak beraturan, kesannya agak liar, dan seperti berada di alam,” tutur Ir Hari Harjanto, perancang taman di Bogor. Kesan harmonis muncul lantaran kepiawaian Chandra Gunawan, sang pemilik, dalam memilih jenis, warna, dan karakter tanaman. Dalam penempatan tanaman pun ada repetisi, kontras, irama, dan kesatuan yang selaras.

Hari mencontohkan, sahsah saja menggunakan tanaman daun yang lebar bertepi mulus hingga daun kecil-kecil tapi seperti tercabik-cabik. Namun, jangan “mencemplungkan” semuanya ke satu sudut karena akan terlihat berantakan dan tidak fokus.

Hampir semua jenis tanaman yang ada di alam bisa dimanfaatkan sebagai elemen taman tropis. Maklum inti gaya penataan taman tropis memang meniru alam. “Biasanya yang dipilih adalah jenis spesies. Kalau menggunakan hibrida yang buatan manusia, kesan alaminya berkurang,” kata alumnus Institut Pertanian Bogor itu.

Saat memilih tanaman mesti disesuaikan dengan rencana lokasi taman. Untuk dataran tinggi, misalnya hindari aglaonema karena pembawa rezeki itu malas tumbuh di sana. Sementara untuk di dataran rendah yang panas, jangan pilih medinila. Tanaman semak berdaun hijau di bagian atas dan ungu di bawah itu bakal berubah warna dan mogok berbuah. Padahal, buah cantik berwarna merah muda yang menjuntai seperti antinganting membuatnya tampil atraktif. Kalau mau aman, pilih jenis-jenis yang adaptif di dataran rendah dan tinggi, seperti kadaka dan palem-paleman.

Selain tanaman, untuk mempercantik taman tropis biasanya dihadirkan aksesori seperti sungai kecil lengkap dengan batubatu kali dan jembatan kayunya. Bisa juga air terjun yang mengalir bergemericik. “Pokoknya sebisa mungkin menghadirkan nuansa alam di taman buatan,” ujar Hari menegaskan. Miniatur alam pun hadir di halaman rumah. (Evy Syariefa)

Taman Tropis Tetap Molek

Salah satu “keuntungan” memiliki taman tropis ialah perawatan yang minimalis. Maklum, kesan agak liar dan berantakan memang diinginkan. Namun, bukan berarti taman tidak dipelihara sama sekali. Inilah 4 kunci merawat taman topis.

  1. Pemupukan. Gunakan pupuk lambat urai, seperti Decastar dan Osmocot. Dosis dan frekuensi pemakaian sesuaikan dengan yang tertera pada kemasan. Pada tanaman yang lambat tumbuh atau perlu dirangsang agar berbunga, berikan pupuk tambahan, seperti Growmoredan Hyponex. Cara aplikasi dengan disemprot. Bila disiram gunakan setengah dosis anjuran.
  2. Pemangkasan—pada tanaman berkayu—dan penjarangan—untuk tanaman yang beranak sekali sebulan.
  3. Penggemburan tanah. Ini perlu dilakukan karena tanah makin lama makin keras akibat pemupukan. Caranya cungkil ringan tanah seperti saat membajak sawah, lalu isi dengan campuran pasir dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1. Ketebalan sekitar 2 cm. Lakukan 3 bulan sekali atau paling lambat 1 tahun sekali.
  4. Pengendalian HPT. Hama yang paling banyak menyerang ialah ulat, kutu, bekicot, dan nematoda. Penyakit terutama cendawan dan busuk fusarium. Bila tingkat serangan rendah, atasi dengan cara mekanis—dibuang satu per satu. Serangan parah, gunakan pestisida, seperti Curacron, Decis, dan Metaphar. Untuk pencegahan taburkan Furadan. ***
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img