Saturday, August 13, 2022

Miniatur Taj Mahal di Tepi Kahayan

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Nun di Banjarmasin, Kalimantan Tengah, Freddy Sachonk mengikuti jejak Shah Jahan. Ia membangun istana anggrek nan megah untuk Dian Rahmawati, sang istri. Megahnya istana anggrek terlihat dari struktur yang kokoh. Rangka terbuat dari baja yang lazim dipakai pada konstruksi jembatan. Atapnya berbentuk piggy back-yaitu atap kecil tersusun di atas atap besar, yang diselimuti plastik polikarbonat. Dengan desain itu angin leluasa keluar-masuk melewati sela-sela kedua atap.

Di bagian bawah atap dipasang jaring peneduh 60% untuk meredam terik sinar matahari. Jaring serupa dipasang pada dinding bangunan untuk menghalangi hama masuk sekaligus meredam cahaya matahari dari pinggir. Anggrek-anggrek penghuni istana itu hidup nyaman karena lingkungan sejuk. Di sana terpasang pipa penyiraman setinggi 2 m dari permukaan tanah. Pada pipa-pipa itu terdapat nozzle yang dipasang setiap 2 m. Dari mulut nozzle keluar air berbentuk kabut yang menyemprot secara otomatis selama 15 detik. Pengabut itu hanya diaktifkan bila cuaca panas.

Paling megah

Bila Shah Jahan hanya membangun sebuah istana, maka Freddy membangun 2 istana sekaligus: di dekat Sungai Kahayan dan Pulau Pisang. Istana pertama yang berbentuk piggy back berukuran 30 m x 20 m dengan tinggi 15 m. Yang kedua lebih luas: 80 m x 15 m. Sayang, pengusaha transportasi bahan bakar itu enggan menyebut biaya membangun kedua istana itu.

Sebagai gambaran, tenaga kerja saja menyedot Rp150-juta. ‘Itu greenhouse paling megah untuk seorang kolektor anggrek,’ ujar Frankie Handoyo, pakar anggrek di Jakarta, yang menemani Trubus mengunjungi kediaman Freddy pada Maret 2009.

Di bagian depan rumah tanam, Trubus disambut 2 pot Papilionanthe hookeriana setinggi 1,5 m yang tengah memamerkan bunga. Ketika masuk ke dalam greenhouse, pandangan pertama langsung tertuju pada deretan dendrobium di atas meja. Aneka silangan dendrobium ditata pada 2 rak. Di bagian ujung rak berderet anggrek-anggrek spesies seperti Thecopus secunda yang ditanam dalam pot.

Di sebelahnya ada rak khusus indukan. Salah satunya Dendrobium ovopostipherum yang sedang berbunga. Di tangan Dian bunga-bunga itu disilangkan untuk memperoleh varian baru. Sejak 2 tahun terakhir, Dian memang getol menyilang anggrek spesies seperti D. ovopostipherum, D. singkawangense, dan D. halliery.

Langka

Menurut Dian setiap anggrek ditanam berdasarkan sifat tumbuhnya di alam. Anggrek-anggrek terestrial (tumbuh di permukaan tanah, red) seperti Coelogyne foestermanii ditanam di tanah. Kerabat anggrek hitam itu ditanam dengan jarak 30 cm x 30 cm. Mereka ditopang sebilah bambu agar tegak. Permukaan tanah ditutup dengan hamparan lumut selaginella agar tetap lembap.

Anggrek epifit ditempelkan pada kayu gelam yang dipotong berbagai ukuran: 0,5 m, 1 m, 1,5 m, dan 2 m. Panjang kayu disesuaikan ukuran dan jumlah anggrek. Kayu setinggi 1,5 m dilekati aneka bulbophyllum. Coelogyne marthae ditempelkan pada kayu berukuran 50 cm. Agar cepat tumbuh, di permukaan kayu gelam diikatkan lumut sebelum ditempelkan anggrek. Karena menyerupai habitat asli, semua anggrek di greenhouse itu tumbuh subur.

Paling sedikit terdapat 500 spesies anggrek yang dikoleksi Freddy dan Dian. Jumlah itu seperenam dari total 3.000 jenis anggrek yang tumbuh di Kalimantan. Beberapa di antaranya endemik Borneo dan langka seperti Dendrobium lowii dan D. lamellatum. Karena langka keduanya diletakkan di tempat berkerangkeng, bersanding dengan aglaonema widuri, honeymoon, dan gadis.

Koleksi langka lain Phalaenopsis amabilis var pleihari dari Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Anggrek bulan asli Borneo itu sosoknya paling menarik ketimbang amabilis lain. Bunga lebih lebar, tebal, bulat, dan putih. Ciri paling khas adalah bintik merah dan kuning pada labelum. Ada juga Paraphalaenopsis laycockii alias anggrek ekor tikus yang sedang berbunga.

Melimpah

Freddy dan Dian sebetulnya bukan pendatang baru di dunia anggrek. Pasangan itu mengoleksi anggrek sejak 1996. ‘Saya menyukai anggrek karena bunganya cantik-cantik,’ ujar Dian. Mula-mula jenis hibrida yang dikoleksi. Anggrek dikumpulkan di halaman rumah di Banjarmasin.

Belakangan merawat spesies jadi dambaan terbesar. Maklum di sekitar Pulau Pisang Cymbidium findlaysonianum melimpah di alam. Saking banyaknya Dian pernah memetik anggrek menggantung itu hingga semobil pick up. Anggrek hasil perburuan di alam itu lalu dipelihara di Banjarmasin.

‘Ternyata merawatnya mudah,’ ujar Dian. Seiring berjalannya waktu, kebun 6.000 m2 di halaman rumah akhirnya penuh anggrek. Demi mendukung hobi sang istri, Freddy pun membangun 2 istana megah untuk menampung seluruh koleksi. Seperti Taj Mahal dari Shah Jahan untuk Arjumand Banu Begun. (Imam Wiguna/Peliput: Syah Angkasa)

 

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img