Wednesday, August 10, 2022

Minuman Probiotik Kontra Korona

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Pangan probiotik (kefir, kombuca, dan yoghurt) mejadi pelengkap untuk meningkatkan imunitas tubuh selama isolasi mandiri.(foto : dok. Trubus)

TRUBUS — Pengalaman empiris menunjukkan kefir, kombuca, dan yoghurt yang kaya probiotik menjaga imunitas tubuh.

Keputusan Arief Aryo Tedjo mengonsumsi kefir selama isolasi mandiri akibat terpapar Covid-19 membuahkan hasil bagus. Warga Bandar lampung, Lampung, itu mengonsumsi 2 sendok makan campuran kefir kolostrum, madu hitam, bawang putih, dan minyak zaitun. Frekuensi minum 2 kali sehari pada pagi dan malam.

Hasilnya gejala Covid-19 pada Arief seperti sesak, demam, lemas, sirna setelah 2 pekan. Hasil tes laboratorium mengungkapkan ayah 3 anak itu terbebas dari virus korona. Maulana Iskandar pun melengkapi penyembuhan Covid-19 dengan minuman probiotik, tetapi bukan kefir. Warga Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, itu memanfaatkan yoghurt bikinan sendiri. Maulana menenggak 2 gelas setara 400 ml yoghurt setiap hari.

Mikrobiota

Selang 3 hari, Maulana bertenaga lagi. Sebelumnya ia merasa lunglai dan pegal di sekujur tubuh. “Hari keempat saya bisa memerah susu ternak dan mengarit,” kata pria berumur 34 tahun itu. Namun, ia tak dapat membaui dan mencecap atau mengalami anosmia. Termasuk bau dan rasa masam khas yoghurt. Sepuluh hari kemudian, Maulana benar-benar pulih dan dinyatakan negatif Covid-19.

Tentunya yoghurt menjadi terapi pendamping selain mengonsumsi multivitamin dan menerapkan protokol kesehatan. Ia beruntung lantaran hanya mengalami gejala ringan. Maulana sengaja memperbanyak asupan yoghurt hingga 4 gelas sehari agar bisa tidur nyenyak. Debbie Nasta Maharini juga melengkapi penyembuhan kedua orang tua yang terkena Covid-19 dengan kombuca. Debbie mengenal minuman probiotik berbahan teh dan gula itu sejak 2019.

Kebetulan dokter yang memeriksa kedua orang tua Debbie menyarankan mengonsumsi probiotik. Warga Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan, itu membuat kombuca sendiri. Debbie memberikan segelas kombuca kepada kedua orang tua setiap hari. Kondisi keduanya membaik setelah menjalani isolasi mandiri masing-masing selama 14 dan 18 hari. Melihat kondisi orang tuanya yang begitu cepat pulih, Debbie pun makin giat menerapkan gaya hidup sehat. Salah satunya mengonsumsi kombuca secara rutin.

Menurut ahli nutrisi dan pengobatan holistik di Jakarta, Susan Hartono, M.Sc., CHt., mengonsumsi kefir, yoghurt, atau kombuca secara rutin memungkinkan kesehatan seseorang terbantu atau cepat pulih saat terinfeksi penyakit termasuk Covid-19. Yoghurt dan kefir menjaga kesehatan mikrobiota usus yang berarti meningkatkan sistem imunitas. Terdapat 38 triliun mikrobiota (bakteri, archaebacteria, jamur, dan parasit.) dalam tubuh manusia.

Sebaiknya pemula mengonsumsi sedikit kombuca terlebih dahulu.(foto :dok. Trubus)

Sementara jumlah sel manusia sekitar 30 triliun. Artinya perbandingan ideal mikrobiota dan sel tubuh nyaris 1:1. Jumlah mikrobiota yang seimbang berfungsi penting untuk kesehatan. Khususnya membantu kerja sistem imunitas, penyerapan nutrisi, sintesis vitamin B12 dan vitamin K, membunuh patogen, menurunkan inflamasi kronis, mengoptimalkan kerja sistem detoks, memperbaiki mood, mengurangi alergi, dan membantu menjaga bobot badan ideal.

Imunomodulator

Mengurangi asupan gula serta mengonsumsi sayuran dan probiotik kiat menjaga keseimbangan mikrobiota. Kefir dan yoghurt mengandung berbagai asam amino serta vitamin (B dan B12) dan mineral (magnesium, kasium, dan fosfor). “Kefir pun mengandung kefiran yang berfungsi sebagai antiinflamasi, menjaga keseimbangan kolestrol, menurunkan hipertensi, dan membantu perkembangan mikrobiota baik,” kata Susan.

Adapun kombuca menjaga kekebalan tubuh karena mengandung berbagai strain bakteri dan khamir (yeast) baik. Kombuca sarat gizi seperti asam organik (berperan dalam fungsi detoks, penyerapan mineral, dan mengontrol gula darah) dan antioksidan. Menurut dosen di Politeknik Kesehatan Bandung, Dr. Judiono, MPS., kefir bersifat antiinflamasi berupa senyawa sitokin interleukin 10 (IL10) yang menekan proinflamasi dan apoptosis.

Probiotik memiliki molekul spesifik pada dinding sel yang dikenal sebagai pathogen-associated molecular patterns (PAMPs) sehingga mampu mengaktivasi sistem imunitas bawaan melalui mekanisme imunomodulasi. PAMPs dikenali oleh reseptor spesifik specific pattern recognition receptors (PRRs).

Intinya probiotik sebagai imunomodulator bisa meningkatkan kekebalan bawaan dan kekebalan adaptif. Dimulai dari saluran pencernaan kemudian sistem imunitas tubuh keseluruhan. Dokter sekaligus herbalis di Kota Tangerang Selatan, Banten, dr. Prapti Utami, menuturkan, mengonsumsi probiotik (kefir, yoghurt, dan kombuca) lebih disarankan jumlah sedikit terlebih dahulu bagi yang belum terbiasa.

Mengonsumsi berlebih bisa menghasilkan gas sehingga membuat kondisi tubuh tidak nyaman (kembung). Itu terjadi akibat “peperangan” antara bakteri baik dan jahat di
dalam usus. Bakteri jahat yang kalah menghasilkan gas. Sebaiknya “peperangan” itu harus perlahan tapi tuntas sehingga tidak mengganggu tubuh. (Muhamad Fajar Ramadhan)

Previous articleKontra Korona
Next articleKarena Kefir Korona Kalah
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img