Thursday, December 8, 2022

Minuman Warisan 700 Tahun Silam

Rekomendasi

 

Reishi tea di Jepang; ling zhi tea di China. Keduanya menunjukkan barang yang sama, teh terbuat dari Ganoderma lucidum. Ratusan tahun lalu teh tanpa aroma dengan sedikit rasa getir itu menjadi minuman kesehatan para raja di kedua negara. Di era modern ini, reishi tea dijajakan di internet seharga US$5 atau setara Rp46.000 untuk kemasan berisi 20 bag.

Kemasan serupa itulah yang dibuat Mayuzumi agar ritual harian minum reishi tea tidak terputus. Pria berusia 45 tahun itu memang pekebun Ganoderma lucidum. Dari 6 rumah tanam di lahan 6.000 m2 ia memproduksi 3.000 kg reishi per tahun. Sebanyak 2.250 kg dikirim ke Nissan Chemical Industries, perusahaan pembuat suplemen berbahan baku Ganoderma lucidum. Sisanya dikeringkan, dihancurkan, dan kemudian dikemas di kertas steril mirip kemasan teh celup. Teh celup ala Mayuzumi itulah yang Trubus cicipi.

Obat

Di Jepang dan China, sebutan teh tak hanya disematkan pada minuman dari seduhan daun Camelia sinensis. Menurut Dr Mangestuti Agil, farmakolog Universitas Airlangga, teh bagi mereka adalah minuman terbuat dari bahan tumbuhan-daun, rimpang, daging buah, dan kulit kayu-yang penyajiannya dicelupkan atau cukup direndam 3-5 menit dengan air panas.

Salah satunya reishi. Jamur kayu itu dijadikan bahan baku teh karena disebut-sebut herbal super dalam manuskrip China kuno yang ditulis Shen Nong, pengobat di era Dinasti Han (206 SM-8 M). ‘Dalam sejarah pengobatan tradisional Jepang sendiri belum jelas siapa yang pertama kali memperkenalkan reishi,’ kata Shoichi Kobayashi, senior managing director Nissei Corporation, anak perusahaan Nissan Chemical. Mantan guru sejarah itu menduga reishi diperkenalkan para biksu Jepang yang kerap berkunjung ke China, tempat ling zhi berasal.

Ganoderma lucidum sejatinya juga tumbuh liar di hutan-hutan di Jepang. Anggota famili Ganodermataceae itu biasanya tumbuh pada pohon plum tua. ‘Hanya saja langka ditemukan,’ tutur Kobayashi. Dari 100.000 pohon plum, hanya 10 pohon yang ditumbuhi ling zhi. Saking langkanya warga Jepang menyebutnya phantom mushroom alias jamur hantu.

Baru pada 1980-an, Shigeaki Mori membudidayakan reishi di rumah tanam. Ia menggunakan serbuk kayu plum sebagai media tanam. Keberhasilan Mori membudidayakan ling zhi diikuti keluarga Mayuzumi. Berbeda dengan Mori, keluarga yang telah 3 generasi menggeluti budidaya jamur eksklusif itu membudidayakan reishi pada batang kayu oak. (baca: Jamur Abadi dari Dalam Tanah hal 30).

Berkat keberhasilan keduanya kini reishi mudah sekali didapat. Aneka suplemen berbahan baku kulat-sebutan ling zhi di Malaysia-bertebaran di etalase-etalase pertokoan. Meski demikian, jangan berharap dapat membeli suplemen itu dengan harga murah. Mayuzumi saja menjual teh ling zhi celup dengan harga 3.800 yen, setara Rp315.400 per kemasan isi 225 g atau Rp1,4-juta/kg.

Selain berbentuk teh celup, ada pula yang dijual dalam bentuk serbuk kasar. Serbuk ini pun bisa dijadikan teh. Caranya, rendam sepotong serbuk dalam air semalam. Setelah itu masukkan ke dalam air dan panaskan selama 1-2 jam. Teh reishi dapat disimpan di refrigator lemari es sampai 5 hari.

Mie

Mayuzumi juga mengolah ling zhi menjadi produk lain seperti soba-mie khas jepang dari tepung gandum. Ekstrak yeongji-sebutan ling zhi di Korea-ditambahkan ke dalam bahan baku mie.

Menambahkan ekstrak herbal atau sayuran dalam bahan baku mie lazim dilakukan beberapa penjaja soba di Jepang. Salah satunya Trubus kunjungi saat sarapan pagi di salah satu restoran soba di Jalan Ginza Chou-Ku, Tokyo. Menurut Yoshihiko Kimura, pemandu Trubus, rumah makan mungil itu terkenal karena menambahkan ekstrak teh hijau ke dalam mie.

‘Soba ini antioksidannya tinggi,’ kata sang pemilik restoran seraya meletakkan piring dari anyaman rotan berisi cha soba-sebutan soba yang dicampur teh hijau-di atas meja. Mie disajikan dengan semangkuk saus yang terbuat dari campuran sari pati jamur shiitake dan kecap manis yang ditaburi daun bawang mentah dan wasabi. Selain teh hijau, herbal lain yang kerap digunakan sebagai campuran soba adalah mugwort Artemisia vulgaris (mugi soba) dan rumput laut (hegi soba). Itulah yang menginspirasi Mayuzumi menambahkan ekstrak reishi ke dalam soba.

Pemimpin Asosiasi Reishi Jepang itu memproduksi soba reishi dalam bentuk kering. Soba dikonsumsi setelah direbus hingga mengembang dan lunak. Setelah itu mie dicuci dengan air dingin agar kenyal dan tidak lengket. Air rebusan mie digunakan untuk mengencerkan saus. Soba dapat dicicipi secara terpisah atau disatukan dengan saus. Selain lezat, sehat juga didapat. (Imam Wiguna)

topik
Trubus 462 – Mei 2008/XXXIX

Previous articleEksplorasi Bangka
Next articleBahan Bakar dari Limbah
- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Potensi Pemanfaatan Limbah Ceker Ayam sebagai Obat

Trubus.id — Mahasiswa Universitas Gadjah Mada menciptakan collagen tripeptide yang dihasilkan dari limbah ceker ayam sebagai alternatif pengobatan aterosklerosis.  Fitria Yuliana,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img