Friday, December 2, 2022

Motor Penuai Dewi Sri

Rekomendasi

 

Nurcholis pontang-panting mencari tenaga kerja setiap kali menjelang panen. Petani di Desa Panjer, Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, itu, mengelola 0,3 ha sawah. Untuk memanen padi di lahan itu ia memerlukan 11 tenaga kerja. Empat orang memotong batang yang menguning dengan sabit. Tiga orang mengangkut batang padi ke lokasi perontokan.

Empat pekerja lainnya merontokkan bulir-bulir padi dengan cara membenturkan ke sebuah papan berbentuk piramida. Usai panen Nurcholish membayar Rp25.000 per orang yang bekerja selama 7 jam. Artinya ia harus mengeluarkan biaya Rp275.000 per hari. Namun, sejak Juni 2007 ia hanya memerlukan 6 tenaga kerja: seorang pemotong batang padi, 3 tenaga kerja untuk mengangkut batang padi dan 2 tenaga kerja untuk merontokkan padi. Itu karena Nurcholish memanfaatkan mesin pemanen. Dengan 6 tenaga kerja itu biaya panen hanya Rp150.000 atau terjadi penghematan 55%.

Campuran

Alat panen padi itu mirip pemotong rumput. Bobot mesin 8,5 kg, berbahan bakar 8 liter campuran bensin dan oli dengan perbandingan 20:1. Nurcholis menyandang mesin dengan memasang tali pada bahu seperti menggunakan tas ransel.

Posisi alat menggantung setinggi pinggang di sisi kanan Nurcholis. Bentuk rangka utama alat itu memanjang dan menghubungkan mesin di bagian pangkal, tuas kemudi di tengah, dan pisau pemotong di ujung. Posisi dua ujung tuas kemudinya berada di hadapan Nurcholis sejajar dengan pinggang sehingga tangannya dengan gampang menggenggam ujung tuas kemudi itu.

Tali starter di bagian belakang mesin ditarik. Saat itu posisi tuas gas masih pada kedudukan 1/4 dari posisi maksimal. Begitu tali starter ditarik, terdengarlah suara gemuruh tanda alat siap pakai. Perlahan Nurcholis memutar posisi tuas gas sampai 2/3 dari posisi maksimal. Pisau yang berbentuk piringan bulat pun berputar perlahan. Dalam hitungan detik, putarannya semakin kencang dan stabil. Nurcholis langsung mengarahkan tuas kemudi pada rumpun padi yang menguning. Bersamaan dengan ayunan tuas kemudi dari kanan ke kiri, satu per satu batang padi roboh oleh tebasan pisau di pangkal rumpun, 1 cm di atas permukaan tanah.

Rumpun terpotong, rebah ke arah kiri. Itu karena ada lempengan seng selebar 30 cm di atas pisau pemotong. Lempengan berbentuk setengah silinder itu untuk menghalangi rumpun padi roboh ke kanan. Dengan sedikit dorongan dari tuas kemudi, lempengan mengarahkan sekaligus mendorong rumpun padi ke sisi kiri Nurcholis. Kurang dari 2 menit, padi dalam luasan satu ubin atau setara 14 m2 pun rebah berbaris rapi searah. Nurcholis tak perlu menata hasil potongan seperti halnya jika ia menggunakan sabit. Tenaga kerja bisa langsung mengangkut rumpun padi yang terpotong untuk dirontokkan.

Efisien

Dengan mesin pemotong, gabah yang terbuang saat panen pun bisa ditekan sampai 1%. Itu lantaran mesin pemotong tidak banyak merontokkan padi. ‘Mesin pemotong padi tipe mower ini bekerja dengan cara memotong, mendorong dan merebahkan tanaman padi sehingga tak terlalu menggoyahkan padi,’ kata Ir Joko Pitoyo MSi, perancang mesin pemanen padi dari Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP Mektan), Serpong, Tangerang Selatan itu. Bandingkan dengan sabit ‘Hasil yang hilang saat pemotongan padi dengan sabit mencapai 3-6%.,’ kata Dr Ir Agus Setyono MS, peneliti pascapanen, Balai Penelitian Tanaman Padi, Sukamandi, Subang.

Mesin pemanen dengan putaran motor rata-rata 4.000 rpm itu fleksibel. Ia dapat digunakan di semua lahan pertanian berlumpur atau kering. Di lahan kering, pemotongan setingi 1 cm di atas permukaan tanah; tanah berlumpur pada ketinggian 2-3 cm. Kontur lahan miring, tidak beraturan, atau berteras-teras pun bukan kendala karena tak menggunakan roda. Padi yang rebah akibat angin atau hujan pun masih bisa dipanen dengan alat berkecepatan 1,5-2,5 km/jam itu. Tinggal memiringkan posisi potong sampai 600 dan berhadapan dengan arah rebah padi.

Alat berkapasitas 0,4-0,6 ha per unit per hari seharga Rp2,5-juta-Rp3-juta itu awet hingga tahan sampai belasan tahun. ‘Selama 2 tahun saya pakai mesin tak pernah ada gangguan,’ ujar Nurcholis. Pisaunya pun belum pernah diganti. Yang penting rajin melumasi mesin dengan oli untuk mencegah karat pada bagian yang bergerak. Pun pembersihan saringan udara, busi, dan saringan bahan bakar tiap bulan. (Nesia Artdiyasa/Peliput: Ari Chaidir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Terluka dan Tidak Bisa Terbang, Petugas Mengevakuasi Burung Rangkong

Trubus.id — Petugas Balai Besar KSDA Sumatra Utara, mengevakuasi burung rangkong yang ditemukan terluka di kawasan konservasi Suaka Margasatwa...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img