Saturday, April 13, 2024

Mudah Bikin Jamu untuk Konsumsi Selama Ramadan

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Konsumsi jamu atau ramuan herbal saat bulan Ramadan dapat menambah stamina plus menjaga daya tahan tubuh. Kapan saat konsumsi jamu itu? Menurut herbalis di Kotamadya Batu, Jawa Timur, Wahyu Suprapto, konsumsi jamu sebaiknya setelah berbuka puasa alias saat perut terisi.

Wahyu tak menganjurkan saat sahur atau perut kosong. “Kandungan minyak asiri pada beragam herbal bisa mempercepat gerak peristaltik usus. Jika perut dalam keadaan kosong, maka tidak ada yang diproses oleh gerakan itu. Yang paling sederhana bisa menyebabkan diare,” ujar Wahyu.

Khususnya pada herbal temulawak Curcuma xanthorrhiza yang sejatinya bisa menjaga kesehatan lever, pencernaan, dan daya tahan tubuh manusia. Temulawak menjaga stamina tubuh tapi di satu sisi sifatnya menambah nafsu makan. Jika dikonsumsi saat saur, malah menambah rasa lapar saat berpuasa.

Maka konsumsi herbal sebaiknya setelah berbuka puasa. Beberapa herbal cocok dikonsumsi sebagai penambah stamina tubuh saat puasa. Misalnya minuman kunyit asam, cabai puyang, dan mengkudu. Wahyu Suprapto menganjurkan untuk meminumnya setelah berbuka puasa. Cara membuatnya juga sederhana.

“Untuk kunyit asam, parut satu rimpang kunyit dan tambahkan 2 buah asam kawak atau asam jawa. Rebus semua bahan dengan 1,5 gelas air lalu tambahkan madu sesuai selera. Kunyit asam menjaga kesehatan organ dalam plus meningkatkan imun tubuh,” kata Wahyu.

Untuk cabai puyang, ambil satu biji cabai jawa Piper retrofractum dan 2—3 iris lempuyang Zingiber aromaticum lalu memarkan kedua bahan itu. Rebus dengan 1,5 gelas hingga tersisa 1 gelas dan tambahkan madu sesuai selera.

“Cabai puyang berkhasiat menghangatkan badan dan memperlancar peredaran darah, sehingga tidak mudah sakit dan energi maksimal,” kata Wahyu. Herbal lain, ambil buah mengkudu mengkal dan setengah rimpang laos.

Cara pembuatannya sama dengan cabai puyang dan kunyit asam. Untuk penderita mag yang ingin tetap dapat berpuasa, “Sebaiknya sudah dipersiapkan 2—3 pekan sebelum memasuki bulan puasa,” ujarnya.

Ramuan itu berisi 15 g rimpang lempuyang, 15 g rimpang kencur, 20 g rimpang temukunci, 20 g rimpang temulawak, 15 g biji ketumbar 10 g biji kedawung, 15 g daun, 10 g rimpang kapulaga, dan 15 g biji merica bolong.

Ambil 2 sendok teh setiap herbal dalam bentuk serbuk kering itu, lalu rebus dengan 1,5 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Konsumsi sehari sekali setelah berbuka puasa atau saat perut sudah terisi. “Semua bahan akan bersatu padu menyehatkan lambung, usus, dan pencernaan secara umum, sehingga penyakit mag bisa teratasi dan tidak mengganggu saat berpuasa,” ujar Wahyu.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Unik Cara Tanam Stroberi Ala Jepang di Kantung Geotekstil

Trubus.id—Stroberi dapat ditanam di kantung geotekstil. Ram besi berbentuk U menopang kantung-kantung itu ke rangka. Setiap jalinan rangka dari...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img