Thursday, December 8, 2022

Mudahnya Produksi Minyak Perawan

Rekomendasi

Akibatnya kualitas minyak yang diproduksi warga Desa Pakuure, Kecamatan Tenga, Minahasa Selatan, itu hanya layak sebagai minyak goreng kualitas tinggi dengan harga Rp6.000/liter. Jauh di bawah harga minyak kelapa murni yang laku Rp15.000/liter.

Virgin coconut oil adalah minyak yang diproses secara alami dari daging kelapa segar atau derivatnya. Minyak kelapa rakyat yang diolah dari daging kelapa segar sudah dapat disebut virgin coconut oil (VCO). Hanya saja, kualitas minyak hasil pengolahan tradisional kebanyakan di bawah standar mutu yang diinginkan pasar.

Banyak jalan menghasilkan minyak kelapa murni. Contoh, dengan cara pemanasan bertahap pada suhu rendah. Ada pula yang dilakukan tanpa pemanasan. Setiap metode menghasilkan kualitas minyak berbeda. Wajar jika harga VCO di pasar dunia bervariasi, US$10—US$80 per liter.

Gunakan enzim

Pembuatan VCO tanpa pemanasan dengan cara mendiamkan kepala santan (krim atau kanil) selama 10—24 jam. Sebelum difermentasi, krim dicampur starter ragi Saccharomyces cerevisiae atau enzim seperti poligalakturonase, alfa amylase, protease, dan pektinase untuk memecahkan emulsi. Setelah diaduk rata selama 5—15 menit, suspensi didiamkan.

Proses fermentasi selesai setelah terbentuk 3 lapisan: minyak, blondo, dan air. Lapisan minyak dikumpulkan perlahan-lahan lalu disaring dengan kertas saring. Minyak itulah yang dipasarkan sebagai VCO.

Metode tanpa pemanasan juga dikembangkan Laboratorium Kimia-Fisika Universitas Gajah Mada, Yogyakarta. Lembaga itu menggunakan VCO sebagai minyak pancingan. Setelah didiamkan selama 10 jam, VCO sudah dapat diambil. Dengan pengemasan yang baik pada suhu kamar, VCO tanpa pemanasan awet bertahun-tahun.

Teknologi VCO ala Balitka hanya menyempurnakan teknologi pengolahan minyak kelapa yang selama ini dilakukan masyarakat secara tradisional. Prinsipnya menggunakan pemanasan bertahap hingga mencapai suhu 95—100oC. Dengan cara itu aroma dan rasa kelapa tetap dipertahankan. Hasilnya bening tidak berwarna, ciri khas VCO sesuai standar industri.

Gampang dilakukan

Teknologi VCO dengan pemanasan mudah diterapkan oleh pekebun di pedesaan. Sebab, masyarakat pedesaan sudah terbiasa memproduksi minyak kelapa melalui pemanasan untuk dikonsumsi sendiri. Berikut ini teknologi pengolahannya.

Kupas buah kelapa berumur tua, 11—12 bulan lalu dibelah. Parut secara manual, atau keluarkan daging buah lalu diparut dengan mesin pemarut. Parutan kelapa ditambah air dengan perbandingan 1 : 2. Peras dengan tangan lalu saring untuk memperoleh santan. Bisa pula menggunakan alat pemeras santan (santan expeller).

Tuangkan santan ke dalam wadah transparan lalu diamkan selama 2—3 jam hingga terbentuk 2 lapisan: kepala santan (krim) dan air. Pisahkan krim dari skim dengan cara menyedot bagian skim ke luar. Pemisahan dapat pula dilakukan dengan alat pemisah krim.

Tuangkan krim ke dalam wajan lalu panaskan perlahan pada suhu 95—100oC hingga terbentuk minyak dan blondo. Saat blondo masih berwarna putih, bahan diangkat dan didinginkan. Biarkan selama 1 jam lalu saring untuk memisahkan minyak dan blondo. Minyak dipanaskan lagi selama 10—15 menit untuk menghilangkan partikel air yang masih tersisa. Dinginkan dan saring untuk mendapatkan minyak kelapa murni.

Blondo yang terpisah dipanaskan kembali untuk mendapatkan minyak goreng kualitas tinggi. (Ir Barlina Rindengan MS, ketua Kelti Tekno- Ekonomi Balitka Manado)

 

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Potensi Pemanfaatan Limbah Ceker Ayam sebagai Obat

Trubus.id — Mahasiswa Universitas Gadjah Mada menciptakan collagen tripeptide yang dihasilkan dari limbah ceker ayam sebagai alternatif pengobatan aterosklerosis.  Fitria Yuliana,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img