Sunday, November 27, 2022

Musuh Baru Lalat Buah

Rekomendasi

Menembak mangga, menumpas lalat buah.

Dua kemasan karton masing-masing berukuran 40 cm x 30 cm x 10 cm itu diletakkan di hadapan empat sisi sebuah mesin berbentuk segiempat berukuran 50 cm x 50 cm x 150 cm. Lalu seorang pekerja menekan tombol yang memerintahkan mesin menembakkan 150 gray sinar gamma dari cobalt-60. Sinar iradiasi pun terpancar dari keempat sisi iradiator panorama serbaguna itu selama 10 menit.

 

Usai penyinaran, karton-karton itu dibawa ke gudang penampungan. Lalu pekerja memasukkan karton-karton berisi 10 kg buah mangga gedong gincu asal Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat, itu ke dalam truk berpendingin dan mengirimkan ke bandara Soekarno Hatta di Kota Tangerang, Provinsi Banten. Iradiasi pada buah mangga gedong gincu siap ekspor itu mampu mematikan larva lalat buah di dalam mangga dan memperpanjang daya simpan hingga 4 hari.

Pemakan segala

Uji coba itu salah satu rangkaian riset mengatasi lalat buah oleh Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi, Badan Tenaga Nuklir Nasional (PATIR BATAN), yang berjalan sejak 2000. “Teknologi ini kami hadirkan sebagai salah satu solusi mengatasi lalat buah di Indonesia sejak di kebun hingga siap ekspor,” tutur Prof Ir Achmad Nasroh Kuswadi, MSc, seorang periset.

Harap mafhum, hingga kini lalat buah menjadi musuh menakutkan, terutama bagi pekebun buah. Hampir seluruh komoditas buah rentan serangan hama polifag itu. Menurut periset di Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH), Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof Dr Tati Suryati Syamsudin Subahar, di tanahair terdapat 20 spesies lalat buah dari genus Bactrocera yang tertarik pada zat pemikat metil eugenol. “Jenis yang menyerang komoditas buah antara lain B. dorsalis complex seperti B. carambolae dan B. papayae,” ujarnya.

Akibatnya banyak pekebun merugi. Pengamatan Indah Arastuti Nasution, tim peneliti di PATIR BATAN, serangan lalat buah di kebun jeruk di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, misalnya mencapai 50% populasi. “Bahkan bisa jadi pekebun gagal panen,” katanya.

Pengalaman buruk akibat serangan lalat buah juga sempat dialami oleh Soewarso Pawaka, pemilik kebun durian Warso Farm di Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, 4 tahun silam. Larva lalat buah merusak juring durian sehingga buah tidak bisa dijual utuh. Akibat serangan itu omzet Warso Farm turun hingga 75%. Lalat buah merajalela karena pekerja abai memperhatikan sanitasi kebun. Biasanya setiap minggu mereka memotong rumput dan membersihkan sisa-sisa sampah organik yang berserakan di sekitar pohon.

“Buah rontok dan busuk akibat lalat buah harus segera disingkirkan dari kebun. Sebab bisa menjadi media tumbuh dan sumber makanan lalat buah. Pendam dalam lubang galian kedalaman 1 m sehingga peluang hidup pupa kecil,” ujar Tati Suryati. Menurut dekan SITH ITB itu, sanitasi kebun penting untuk memutus siklus perkembangbiakan lalat buah.

Saat panen, menurut Nasroh, proses seleksi buah mangga secara manual, misalnya, masih meloloskan 10-20% buah terserang lalat buah. Sebab ketika lalat buah baru meletakkan telur di buah, titik bekas tusukan tak kasat mata. Oleh karena itu bebas telur dan larva lalat buah pun menjadi salah satu syarat komoditas buah lolos ekspor, terutama untuk negara tujuan yang ketat seperti Amerika Serikat, Jepang, Selandia Baru, hingga Australia. Sedikit saja terdeteksi kehadiran larva bactrocera, buah gagal ekspor.

Aman konsumsi

Teknologi iradiasi untuk mengatasi lalat buah memanfaatkan sinar gamma dengan dosis sesuai kesepakatan internasional. Nasroh, entomolog lulusan Oregon State University, Amerika Serikat, menuturkan buah yang dipapar radiasi gamma dengan besaran 150 gray aman dikonsumsi. Vietnam mengaplikasikan teknologi serupa pada komoditas buah naga untuk pasar ekspor ke Amerika Serikat. Sementara India dan Thailand untuk komoditas mangga yang diekspor ke Amerika Serikat, Selandia Baru, dan Australia. Di tanahair, teknologi itu akan segera diterapkan oleh eksportir pada komoditas mangga gedong gincu untuk negara tujuan ekspor Australia. Efektivitas kematian telur lalat buah hingga 100%. Namun, menurut Tati Suryati penanggulangan lalat buah sejatinya perlu dilakukan sejak penanaman di kebun.

BATAN juga mengembangkan papan partikel sebagai pengganti kapas pada perlakuan pemikatan lalat buah jantan dengan metil eugenol. Supaya efektif, campur metil eugenol dengan insektisida sebanyak 0,4% dari volume zat pemikat “Daya tahan dan daya tangkap senyawa pemikat yang diaplikasikan pada papan partikel hingga 5 bulan, sementara kapas 2 minggu saja,” ujar Indah Arastuti Nasution. Hasil riset menunjukkan setiap satu hektar lahan minimal butuh 10 papan partikel berukuran 5 cm x 5 cm x 2 cm yang disebar merata. “Jumlahnya tergantung populasi lalat buah di kebun,” tutur Indah.

Serangga mandul

Cara lain dengan menggunakan umpan protein seperti hasil riset Tati Suryati Syamsudin Subahar. Aplikasinya juga dicampur dengan insektisida lalu disemprotkan ke daun. “Protein yang diberikan berupa protein asal limbah pabrik bir yang diproses sedemikian rupa agar mudah dicerna oleh lalat buah. Aplikasinya persis zat pemikat tetapi sasarannya lalat betina,” ujar doktor alumnus Universite de Pau, Perancis, itu.

Penggunaan zat pemikat dan umpan protein dapat dipadukan dengan teknologi serangga mandul. Teknologi ini juga memanfaatkan radiasi sinar gamma pada kepompong lalat buah berumur 6 hari sehingga menghasilkan serangga steril. Dosis sinar gamma 90 gray. “Kepompong itu yang disebar di kebun sebanyak 9 kali populasi di lapang. Dengan begitu peluang perkawinan serangga normal dan mandul lebih besar,” tutur Indah yang menguji coba cara itu di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, dan Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Dari hulu ke hilir, semua berperang melawan lalat buah.

(Tri Istianingsih/Peliput: Bondan Setyawan)

 

Keterangan Foto :

  1. Mangga gedong gincu harus bebas lalat buah sebelum diekspor
  2. Serangga mandul, hasil radiasi sinar gamma 90 gray
  3. Perlakuan iradiasi pada mangga matikan telur dan larva lalat buah
  4. Penggunaan zat pemikat pada papan partikel tahan hingga 5 bulan
  5. Penggunaan zat pemikat dan insektisida harus dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan
  6. Tim periset PATIR BATAN fokus meneliti lalat buah sejak 2000
  7. Lalat buah merusak juring dan daging buah durian
Previous articleKatai Sarat Buah
Next articleKapul Datang Lagi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Empat Gabus Hias yang Cocok untuk Pemula

Trubus.id — Pehobi pemula perlu memahami jenis gabus hias atau channa. Hal ini karena masing-masing gabus hias memiliki tingkat...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img