Wednesday, August 10, 2022

Musuh Baru Tuberkulosis

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Pegagan mengandung senyawa asiatikosida.

Kombinasi herbal efektif membantu terapi tuberkulosis.

Vairul Dwi Nopiasari menjalani terapi obat antituberkulosis selama 11 bulan.

Vairul Dwi Nopiasari merasakan gejala demam dan mudah lelah setiap malam. Ia juga rentan tertular flu bila orang sekitarnya flu. Itu yang mendorong vairul mendatangi praktik dokter. Semula dokter mendiagnosis tifus sehingga ia menjalani rawat inap selama 6 hari. Sepulang dari rumah sakit, karyawan swasta di Jakarta Barat itu masih menggigil saat malam.

Selain itu, muncul benjolan di ketiak kanan. Setelah konsultasi, dokter mencurigai adanya infeksi virus atau bakteri dan menyarankan untuk pemeriksaan lanjutan dengan ultrasonografi. Hasilnya menunjukkan adanya limfadenopati aksila yakni pembengkakan kelenjar getah bening pada ketiak. Perempuan 25 tahun itu menjalani biopsi untuk memastikan penyebabnya.

Pegagan

Setelah memeriksa hasil biopsi, dokter mendiagnosis Vairul Dwi Nopiasari limfadenitis tuberculosis alias tuberkulosis (TB) ekstra paru. Musababnya terdapat bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menginfeksi kelenjar limfa. Vairul segera menjalani pengobatan antituberkulosis total selama 11 bulan. Tiga bulan pertama Vairul mengonsumsi 3 butir obat antituberkulosis (OAT) berwarna merah setiap pagi satu jam sebelum makan.

Benjolan di ketiak pun berangsur menghilang. Setelah 3 bulan itu, ia melanjutkan OAT tahap lanjutan. Bungsu dua bersaudara itu mengonsumsi 3 butir OAT berwarna kuning 3 kali sepekan. Konsumsi OAT tak boleh terlewat sekalipun. Jika terlewat, ia harus mengulangi dari bulan pertama. Ia menjalani OAT lanjutan itu sekitar 8 bulan.

Selain konsumsi OAT, sistem kekebalan tubuh penderita mempunyai pengaruh yang cukup besar. Salah satu bentuk penyembuhan dengan meningkatkan daya tahan tubuh. Tiga peneliti dari Fakultas Farmasi Universitas Airlangga Surabaya, Dr. Idha Kusumawati, S.Si., Apt., M.Si., Dr. Riesta Primaharinastiti, S.Si., Apt., M.Si., dan Helmy Yusuf, S.Si., Apt., M.Sc., Ph.D. memformulasikan campuran herbal untuk mengoptimalkan terapi OAT.

Daun mengkudu mengandung senyawa skopoletin.

Campuran itu terdiri atas campuran ekstrak herba pegagan Centella asiatica, herba sambilata Andrographis paniculata, dan daun mengkudu Morinda citrifolia. Penelitian sebelumnya telah mengidentifikasi kadar kandungan masing-masing senyawa penanda yakni asiatikosida (pegagan), andrographolid (sambilata), dan skopoletin (mengkudu). Komposisi masing-masing ekstrak sebesar 1:1:1 berdasarkan berat ekstrak.

Sambilata mengandung senyawa andrographolid.

Ketiganya berkhasiat sebagai adjuvan—obat yang bekerja membantu berkhasiatnya obat lain—untuk terapi tuberkulosis baik secara tunggal maupun kombinasi. Ekstrak herba pegagan dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh pada penderita tuberkulosis. Ekstrak herba sambilata sebagai terapi infeksi saluran pernapasan atas dan juga sebagai antibakteri M. tuberculosis. Ekstrak daun mengkudu turut berperan sebagai antibakteri penyebab tuberkulosis. Formulasi Idha, Riesta, dan Helmy terbukti memiliki aktivitas antituberkulosis.

Melindungi hati

Endah Lasmadiwati, herbalis di Taman Sringanis Bogor, Jawa Barat.

Konsumsi OAT dalam jangka panjang berpotensi mengganggu kinerja lever. Herbalis di Taman Sringanis Bogor, Endah Lasmadiwati, merekomendasikan herbal untuk melindungi hati. “Kalau kasus gangguan lever, minum temulawak dan meniran. Bahannya mudah didapat,” kata Endah. Bersihkan lalu rebus temulawak dan meniran segar atau kering.
Jika berupa bubuk, cukup seduh dengan air mendidih. Dua herbal itu untuk meningkatkan imunitas dan kesehatan lever. Konsumsinya pun bisa untuk harian. Sejak awal pengobatan TB, Vairul rutin mengonsumsi rebusan rimpang temulawak 2—3 kali sepekan.

Global Tuberculosis Report 2018 memperkirakan terdapat 842.000 kasus tuberkulosis (TB) baru di Indonesia pada 2017. Artinya terdapat 319 penderita per 100.000 penduduk. Adapun jumlah kematian akibat TB sebesar 116.400 atau terdapat 44 kematian per 100.000 penduduk. Itu sudah termasuk kasus TB-HIV positif.

Menurut Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Tuberkulosis oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, TB disebabkan infeksi bakteri berbentuk batang Mycobacterium tuberculosis. Sebagian besar penyakit itu menyerang parenkim paru (TB paru). Namun bakteri itu juga mampu menginfeksi organ lain (TB ekstra paru) seperti pleura, kelenjar limfa, tulang, dan organ lain. Itu persis yang dialami Vairul.

Sejatinya ada 5 bakteri yang dapat menyebabkan infeksi TB yakni M. tuberculosis, M. bovis, M. africanum, M. microti, dan M. cannettii. Hingga kini M. tuberculosis paling sering ditemukan dan dapat menular antarmanusia melalui udara. Penularan melalui percik renik atau droplet nucleus—kurang dari 5 mikron—yang keluar dari penderita TB paru atau TB laring saat batuk, bersin, atau bicara.

Pada individu dengan sistem imun normal, kemungkinan besar (90%) tidak akan berkembang menjadi penyakit TB. Sisanya sebesar 10% akan menjadi penyakit TB aktif. Ada kasus aktif yang segera terjadi setelah terinfeksi dan ada pula yang terjadi di kemudian hari. Risiko tertinggi pada dua tahun pertama pasca-terinfeksi. (Sinta Herian Pawestri)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img