Thursday, August 11, 2022

Musuh Kolesterol dari Amazon

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Ramuan itu diseduh dengan 200 ml air panas. Setelah hangat, ia meminumnya 2 kali sehari setiap pagi dan petang setelah makan. Dua minggu berselang, bobot tubuh turun menjadi 83 kg. Kadar total kolesterol pun beranjak normal menjadi 180 mg/ dl, lebih rendah dari ambang maksimal 200 mg/dl.

Hambat enzim

Penderita obesitas berisiko tinggi terserang kolesterol tinggi. Menurut penelitian di Amerika pada Consensus Conference of Cholesterol, ancaman penyakit jantung koroner 2 kali lebih besar pada orang yang berkadar kolesterol 200?240mg/dl. Ancaman meningkat 4 kali lipat jika mencapai 300 mg/dl. Meski begitu, kolesterol tidak selalu menjadi hantu yang menakutkan. Kolesterol adalah salah satu jenis lemak dalam tubuh yang berguna untuk membentuk sel dan berbagai hormon. Oleh sebab itu, keberadaannya sangat penting. Kolesterol tidak larut dalam air atau darah. Agar menyebar di dalam tubuh, ia perlu pengangkut khusus yang disebut lipoprotein.

Berdasarkan densitas (kepadatan), lipoprotein dibedakan menjadi lipoprotein berdensitas tinggi (HDL) dan berdensitas rendah (LDL). Keduanya mempunyai fungsi berbeda. HDL mengangkut kolesterol dari daerah perifer (pembuluh darah dan berbagai organ tubuh) menuju hati untuk diproses. Setelah itu kolesterol kembali diangkut melalui pembuluh darah oleh LDL ke jaringan-jaringan perifer untuk kelangsungan hidup individu. Pada keadaan normal, HDL harus > 45 mg/dl dan LDL tidak lebih dari 150 mg/dl. Masalah muncul ketika kadar kolesterol total melebihi ambang batas. Menurut dr Suharti K Suherman SpFK, staf Departemen Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, kadar total kolesterol dalam darah mesti Untuk mengatasi kolesterol berlebih pengobat tradisional meresepkan ramuan jati belanda sebagai bahan utama. Menurut Iskandar, jati belanda sanggup meluruhkan lemak, mengikatnya, lalu membuangnya bersama urine dan feses.

Keampuhan jati belanda Guazuma ulmifolia menggerus lemak dan meredakan kolesterol bukan sekadar isapan jempol. Setyo Sri Rahardjo dari Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Sebelas Maret, Ngatijan dan Suwijiyo Pramono, dari Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, meneliti pengaruh pemberian ekstrak etanol daun jati belanda terhadap aktivitas enzim lipase pankreas pada mencit. Enzim lipase pankreas adalah enzim yang diproduksi sel acinar yang berfungsi menghidrolisis trigliserida dari makanan dalam usus menjadi 2 monogliserida dan 2 asam lemak rantai panjang.

Menurut Dra Azizahwati MS, dkk, dosen Departemen Farmasi Fakultas MIPA Universitas Indonesia, jika aktivitas enzim lipase pankreas meningkat, akan meningkatkan penyerapan monogliserida dan asam lemak yang justru memicu obesitas. Oleh sebab itu, aktivitas enzim lipase pankreas harus dihambat. Penelitian itu untuk membuktikan keampuhan jati belanda menghambat aktivitas enzim lipase.

Riset dilakukan pada 30 mencit jantan Rattus norvegicus berbobot 150?200 g yang dibagi 4 kelompok secara acak. Mencit diberi pakan dengan diet lemak tinggi. Selama 30 hari, mencit diberi ekstrak etanol daun jati belanda sekali sehari. Dosisnya 0,5 ml/200 g bobot tubuh per hari dengan konsentrasi 10%, 20%, dan 30% berturut-turut untuk kelompok I, II, dan III. Kelompok IV diberi air suling sebagai kontrol dan Orlistat 2,16 mg/200 g bobot tubuh per hari. Orlistat adalah obat sintetis kimia yang menghambat aktivitas enzim lipase pankreas sehingga meningkatkan sekresi lemak melalui feses. Aktivitas enzim lipase, bobot tubuh, dan jumlah konsumsi makanan diukur sejak hari pertama perlakuan hingga hari ke-30.Hasil pengukuran menunjukkan penurunan aktivitas enzim lipase setelah 30 hari perlakuan. Efektivitas penghambatan meningkat seiring peningkatan dosis. Hasil pengukuran bobot tubuh menunjukkan pertambahan bobot tubuh terbesar terjadi pada kontrol dan terkecil pada mencit yang mendapat dosis ekstrak etanol tertinggi. Artinya jati belanda cenderung menghambat pertambahan bobot tubuh mencit seiring pertambahan dosis. Pemberian ekstrak daun jati belanda juga tidak menimbulkan perubahan konsumsi makanan.

Menurut Setyo Sri Rahardjo, efek itu disebabkan senyawa alkaloid pada jati belanda yang berstruktur kimia mirip Orlistat penghambat aktivitas enzim lipase. Akibatnya, penyerapan lemak oleh hati terhambat sehingga mustahil diubah menjadi kolesterol dan kadarnya dalam darah tidak berlebih. Senyawa aktif lainnya flavonoid, tanin, dan saponin.

Hasil riset Monica Widyawati S dan Farida Lanawati Darsono, peneliti obat tradisional Universitas Katholik Widya Mandala, Surabaya, memperkuat bukti keampuhan tanaman asal hutan Amazon itu. Ekstrak daun jati belanda diberikan secara oral dengan konsentrasi 15?30% kepada kelinci. Hasilnya, kadar kolesterol anjlok secara signifikan.

Keampuhan jati belanda itulah yang membuat PT Indofarma, perusahaan farmasi nasional, tergiur memproduksi obat peluruh lemak dan penurun kolesterol. Agus Kuanto, manajer produk PT Indofarma, menuturkan pihaknya meramu obat dari simplisia jati belanda 19% dan kemuning Murraya paniculata 6%. Agus juga menambahkan tempuyung Sonchus arvensis 25% untuk peluruh kencing dan antiurolitiasis. Dengan dosis 2 kali 1 kapsul yang diminum setelah makan, lemak pun luruh dan bahaya kolesterol menjauh. (Imam Wiguna)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img