Monday, August 8, 2022

Nasib Pekebun

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Harga sarana produksi (saprodi) pertanian seperti benih, pupuk, dan pestisida yang makin melangit membuatnya kalang kabut. Kenaikan harga saprodi mengikuti rumus deret ukur, harga jual produksi mengikuti rumus deret hitung. Misalnya pada 1990 untuk membeli 1 kg fungisida pekebun cukup menjual 11,42 kg kentang; sekarang 23,88 kg.

Dampaknya pekebun makin menjerit. Kini bagi mereka bertani merupakan pilihan pahit yang harus dijalani karena tidak ada alternatif. Jadi kehidupan pekebun yang pas-pasan itu bukan karena mereka malas. Justru mereka memiliki etos kerja tinggi, tidak mengenal istilah PHK atau mengundurkan diri. Mereka menggantung cangkul atau pensiun jikausia lanjut atau terganggu kesehatannya.

Pihak lemah

Sedikitnya peran pemerintah dan investor yang terjun di dunia pertanian menjadikan nasib pekebun kian terpuruk. Tak heran jika pekebun kita tertinggal dibanding pekebun di Malaysia, Thailand, Taiwan, Cina, Amerika Serikat, Belanda, Jepang, Perancis, dan Korea.

Ironis memang jika masyarakat Indonesia dengan jumlah penduduk 213 juta jiwa hingga kini masih dipasok pangan dari negara-negara lain. Sebut saja beras, buah-buahan, dan sayur-sayuran banyak mengandalkan pasokan dari Thailand dan Vietnam. Secara tak langsung itu malah meningkatkan kesejahteraan pekebun di luar negeri ketimbang negeri sendiri.

Pekebun di Indonesia identik dengan hidup susah atau rugi melulu. Ia selalu digambarkan dengan umur tua, berbadan kurus, kulit hitam legam, membawa cangkul, bercaping, berpakaian kotor,serta hidup kekurangan. Pantas jika generasi muda yang telah mengeyam pendidikan tinggi enggan terjun ke dunia pertanian.

Dunia pertanian merupakan dunia usaha yang butuh perjuangan cukup panjang. Risiko kegagalan tinggi, tetapi penghasilannya tidak menentu. Pasalnyapertanian sangat tergantung dengan musim, cuaca, iklim, hama, penyakit,modal tinggi, hasil produksi, dan harga jual di pasaran.

Pekebun selalu berada di pihak lemah. Bahkan ada kecenderungan hanya sebagai objek dan selalu pada pihak yang kalah.Padahal selama ini merekalah yang membuat, memproduksi beras, sayuran, dan buah-buahan. Namun pada akhirnyamereka tidak bisa menentukan harga hasil produksi itu.

Kesejahteraan pekebun

Di sisi lain untung atau ruginya usaha pekebun secara tidak langsung berpengaruh pada tingkat daya beli. Apabila hasil produksi yang diusahakan menangguk untung, maka akan berdampakpositif terhadap semua sektor, begitu pula sebailknya. Itu sangat dirasakan terutama di daerah.

Supaya nasib pekebun kita tidak terus terperosok ada beberapa solusi. Misalnya pekebun mulai mengurangi ketergantungan saprodi impor. Pekebun bisa beralih ke saprodi buatan dalam negeri yang mutunya tak kalah dengan produk impor. Pemerintah juga memberlakukan undang-undang larangan penggunaan lahan pertanian untuk usaha di luar sektor pertanian, terutama di lahan-lahan subur di Jawa.

Selain itu meningkatkan pengetahuan pekebun terhadap proses produksi, pascapanen, dan pemasaran hasil. Misal intens mengikuti penyuluhan-penyuluhan dan kursus-kursus singkat pertanian. Pemerintah juga diharapkan memperlancar dalam pengadaan permodalan. Bisa melalui kredit dari bank swasta atau pemerintah.

Jika semua itu dijalani bukan tidak mungkin 5—10 tahun mendatang kita akan menjumpai di setiap pintu gerbang kota bertuliskan Selamat Datang di Kota “Bawang Merah (Brebes)”, “Stroberi (Bandung)”, “Kubis” (Medan)”, Durian (Pandeglang)”, “Salak (Sleman)”, dan kota-kota lain di seluruh penjuru tanah air.

Dengan demikian harapan seluruh komponen masyarakat bisa lebih meningkatkan pembangunan di bidang pertanian, terutama peningkatan kesejahteraan hidup pekebun cepat tercapai. Sepantasnya pekebun disematkan gelar Pahlawan Tanpa Imbalan Jasa layaknya guru. *** *) Ir Bambang Mardiyono, agronomis perusahaan pertanian di Jakarta dan pemerhati bidang pertanian

Teman Sejati

Anjing adalah teman pertama manusia. Bahkan, dalam berbagai cerita bisa menjadi “ibu” kita. Contohnya, pada legenda pembangunan kota Roma. Dua bersaudara Romus dan Romulus dibesarkan oleh seekor serigala. Begitu pula dalam kisah Mowgly dari India, buah penuturan pujangga Inggris, Rudyard Kipling. Namun, siapakah yang cinta pada anjing betina?

“Kenyataannya anjing betina sering dibuang di jalan tol agar mati dilindaskendaraan,” kata Ibu Imelda dari Jakarta Selatan. Oleh karena itu, ia dengan sepenuh hati memungutnya, memasak hati rebus untuk mereka, dan membawanya ke dokter hewan untuk operasi tubektomi. Sayangnya, belakangan ini biaya operasi sterilisasi anjing sangat mahal. Dari enam anjing betina yang terkumpul tahun ini, baru satu yang dioperasi.

Kisah cinta pada anjing seperti ini tentu bukan yang pertama. Dalam dunia pewayangan, kita mengenal Yudhistira yang tidak mau masuk surga jika anjingnya dilarang ikut. Padahal, masuk surga susah sekali, bahkan bagi warga Pendawa yang terkenal besar dharma-baktinya. Dari lima orang, hanya satu yang lolos, yaitu Yudhistira sendiri. Namun, justru ketika dia dipersilakan masuk, asal meninggalkan anjingnya di luar, dia menolak.

Itulah ujian terakhir kemuliaan hati manusia! Anjing yang selalu mengikutinya sejak kecil, ternyata penjelmaan ayahnya. Jadi, para dewa pun terpesona, jatuh hormat dan mempersilakan alam berubah. Surga jadi neraka dan neraka pun jadi surga! Yang semula berkuasa dan berfoya-foya di alam maya, kini lontang-lantung dan susah di alam baka. Sebaliknya, yang telah banyak berkorban, kini menikmati buah baktinya.

Anak-cucu si Tumang

Di Tanah Priyangan yang sejuk, pembiakan anjing ras, anjing hias, anjing penjaga, dan anjing pemburu telah lama menjadi bisnis yang berkelanjutan. Anjing adalah sahabat manusia sejak ribuan tahun lalu. Bagi yang ingat legenda Sunda, tentu bisa menjelaskan bagaimana Sangkuriang lahir akibat percintaan Dayang Sumbi dengan anjingnya, si Tumang. Karena itu, mohon jangan menyia-nyiakan anjing, baik yang betina, maupun yang jantan!

Meskipun anjing betina merepotkan, anak-anak mereka lucu-lucu. Upaya menanamkan cinta pada puppy atau anak anjing sudah lama menjadi bisnis besar di seluruh dunia. Makanya, kalau anak Anda minta dibelikan anak anjing, sebaiknya dikabulkan meskipun hanya dalam bentuk boneka. Produk-produk turunan kanin apa pun bentuknya, diharapkan dapat memberi inspirasi pada manusia agar menjadi pemberani, patuh, dan setia. Itulah sebabnya banyak yang bangga menjadi orang-orang kanisius. Belum ada karakter hewan lain yang dapat mengalahkan kaninkanin, sejak zaman purba hingga sekarang.

Jenis bulldog dan greyhound, kata Onny Untung, telah dipilih menjadi anjing pemburu sejak 4.000 tahun lalu. Mereka terkenal pemberani, patuh, dan mampu berlari sangat cepat. Onny Untung adalah penulis buku Merawat & Melatih Anjing yang telah dicetak lebih dari 12 kali sejak 1994. Buku laris itu hanya satu di antara puluhan buku pegangan merawat dan memperdagangkan anjing, selain 4 situs informasi anjing, termasuk situs dogbiz dan anjingkita yang cukup ramai pengunjungnya.

Sudah jelas, jenis paling besar, anjing san bernardino, yang banyak dipekerjakan sebagai anjing penyelamat. Mereka bertugas mencari korban-korban badai salju dan orang-orang yang tersesat di pegunungan Switzerland. Anjing yang hampir sebesar kerbau muda ini sangat cocok di daerah dingin. Kasihan kalau dipaksa hidup di alam tropis, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya.

Karena itu, jangan heran jika Perhimpunan Kinologi Indonesia (Perkin) lebih suka berkampanye agar kita sayang pada anjing-anjing lokal. Termasuk di antaranya anjing kintamani dari Bali. Harap diingat sejak 1983 pemerintah Indonesia berupaya mempertahankan kemurnian anjing di Bali. Anjing kintamani termasuk yang paling diandalkan oleh Penggemar Anjing Trah Bali (Pantrab), meskipun peminatnya lebih banyak datang dari kalangan luar negeri.

Sampai 500 ekor/bulan

Federation Cynologique Internationale (FCI), badan pembuat daftar anjing-anjing ras di dunia, juga telah mengakui kintamani sebagai salah satu jenis anjing ras unggul. Hanya saja kecerdasannya relatif rendah dibandingkan anjing ras lain. Pakar anjing, Pudji Rahardjo MS, menjelaskan hal itu terkait dengan pakannya. “Bagaimana mau cerdas kalau setiap hari diberi makan singkong,” katanya. Selain itu, manajemen perawatan kintamani baru dilakukan secara sederhana di kampungkampung.

Padahal, secara umum bisnis anak anjing cukup marak. Penjualan di sebuah petshop hingga 500 ekor per bulan. Hanya saja yang disukai adalah ras-ras impor seperti gembala jerman, labrador, doberman, dan rottweiler. Untungnya, anak anjing kintamani berusia 3 bulan masih bisa laku Rp1–juta untuk dijual ke Belanda. Kita tahu, rata-rata anak anjing lokal berharga Rp350.000–Rp700.000 sedangkan anak anjing ras Rp4–juta-Rp5–juta per ekor.

Harus diakui, impor anjing masih jauh lebih besar daripada kemampuan kita mengekspornya. Dalam pameran anjing (dog show) di Sentul, Jawa Barat, 2003 lalu, telah unjuk gigi Perkumpulan Rottweiler Indonesia. Artinya, kemungkinan menonjolkan trah anjing pribumi, masih merupakan tantangan yang berat. Dalam kehidupan sehari-hari pun, jenis german sepherd atau herder alias gembala jerman, tetap memegang banyak peranan. Mereka yang paling berjasa dalam membantu polisi, menuntun orang buta, memperkuat pabean dan militer.

Sudah lebih dari satu abad belakangan, anjing gembala jerman menyebar luas ke seluruh dunia. Hal itu dimulai oleh Kapten Max von Stephanitz yang mendirikan perkumpulan Verein fur Duitsche Shaferhunde, atau populer dengan nama SV. Perkumpulan kinologi terbesar di Bumi ini membiakkan anjing yang memang punya keberanian, intelegensi, dan kemantapan sifat yang luar biasa.

Herder disukai karena berpenampilan gagah, bersih, kuat, percaya diri, dan alamiah. Sikapnya yang bersahabat dan tenang sangat mendukung pekerjaannya sebagai penjaga dan gembala. Profilnya ideal, panjang tubuh harus 10–17 % lebih panjang dari tingginya. Pada saat dewasa tinggi pundaknya berkisar antara 60–65 cm. Bulunya cantik, apalagi bila dirawat dengan sampo khusus, dan rata-rata pintar karena mendapat pakan bergizi.

Bisnis pakan, sampo, bermacam mainan dan peralatan anjing itulah yang menambah sumbangan sahabat dekat manusia ini dalam bisnis dan industri. Berbagai penerbangan juga harus tunduk pada peraturan transportasi untuk anjing. Peraturan perpajakan, tatakota, dan ajaran agama pun memberikan pegangan cara memperlakukan anjing. Namun, lepas dari perdagangan dan sayang menyayang anjing, ada juga praktek mengkonsumsi anjing.

Ditentang Brigitte Bardot

Di Sragen, Jawa Tengah, cukup lama dikenal adanya warung yang menjual satai anjing. Memang cukup banyak penggemar daging anjing di Asia. Bukan hanya di Tapanuli dan di Minahasa, tetapi juga di Korea. Ketika Piala Dunia untuk kejuaraan sepakbola FIFA diselenggarakan bersama oleh Jepang dan Korea, muncul heboh seputar kegemaran makan daging anjing. Kebetulan, di Seoul pada awal 2002 itu, Parlemen Korea sedang memperdebatkan legalisasi konsumsi daging anjing. Aktris Perancis kawakan, Brigitte Bardot mengancam akan membagi-bagikan gambar anjing yang disiksa sebelum dimakan.

FIFA juga mengirim surat kepada pemerintah Korea, agar masyarakat di sana lebih peka terhadap hewan kesayangan. Dengan demikian, kalau memang sudah merupakan tradisi, pembantaian anjing perlu dilakukan secara lebih berbudaya.

Di lain pihak, para penggemar daging anjing juga menuntut agar dunia lebih memahami sejarah dan adat-istiadat masyarakat yang membudidayakan anjing untuk konsumsi. Para penggemar daging anjing balik mengancam akan membagi-bagikan foto-foto porno bintang film panas. Tidak jelas, siapa yang membiayai serangan balik dari pemangsa anjing ini. Yang jelas, para pencinta anjing lebih mendapatkan simpati.

Di Indonesia, bila ada kampanye untuk menahan laju konsumsi anjing, umumnya dikaitkan dengan kemungkinan adanya penyakit rabies dan ajaran agama. Secara umum perdagangan daging anjing maupun peternakan anjing memang tidak signifikan. Namun, hingga pada awal era reformasi, peneng pemeliharaan anjing masih merupakan pendapatan asli daerah. Termasuk di antaranya untuk NanggroeAceh Darussalam, yang lantas dijadikan pertimbangan supaya ada perimbangan masukan dari pajak.

Sementara itu kontes anjing hias, sekolah anjing, toko makanan, penitipan, dan salon anjing tetap berkembang di kotakota besar. Yang sudah berkurang, tampaknya bisnis pemakaman anjing. Pada akhir 1970-an, kita masih dapat mengunjungi kuburan anjing yang bagus dan terawat di kawasan Gunung Sahari, Jakarta Pusat. Tempatnya dilingkungi pohon rindang, dengan batu-batu nisan yang menarik. Kini sudah digusur habis menjadi hotel dan pertokoan.

Di mana pun, dalam berbagai kondisi apapun, anjing telah memperkaya dan memperkuatkehidupan manusia. Baik dalam kemiskinan maupun kemakmuran, mereka turut berperan. Karenanya kita juga melihat mereka menjadi patung di sejumlah stasiun di Jepang. Lambang penghargaan manusia kepada teman sejati yang menepati janji. Anjing juga menjadi bintang film, menjadi juara, memenangkan trofi maupun hadiah uang hingga ratusan juta rupiah. Selamat berbisnis, bermitra dan tetap menghormati anjing sebagai sahabat manusia yang paling setia. ****) Eka Budianta, penulis dan presenter Wanamedia Lestari, kolumnis Trubus, penyandang hadiah Ashoka, sebagai inovator publik.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img