Wednesday, August 10, 2022

Negeri Berjuta Cocos

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

 

Sulit memperoleh bahan baku? Ironis memang karena populasi kelapa negeri ini terbanyak di antara 15 negara anggota Asia Pasific Coconut Community (APCC). Areal penanaman mencapai 3,86-juta hektar dengan produksi 15,20- juta butir kelapa per tahun.

Lihatlah pemandangan sepanjang pesisir pantai di Ujungkulon, Provinsi Banten. Sejauh mata memandang wilayah pesisir pantai itu kehijauan oleh rerimbunan Cocos nucifera. Hal sama juga tampak di sepanjang pesisir Sumatera hingga Papua. Meski begitu dengan potensi demikian besar kelapa belum banyak dimanfaatkan. Daging buahnya sebatas diolah menjadi kopra, minyak, dan santan. Limbahnya berupa sabut dan tempurung telantar dibiarkan begitu saja. ‘Sebagian besar orang menganggap sabut dan tempurung adalah sampah,’ kata Dr Ir Har Adi Basri M.Ec, sekretaris jenderal Dewan Kelapa Indonesia (Dekindo) di Jakarta.

Sekitar 10 tahun terakhir limbah-limbah itu mulai dilirik karena bernilai ekonomis. Tempurung diutak-atik menjadi kerajinan sampai arang aktif. Sabutnya menjadi bahan baku industri jok, papan partikel, media tanam, kasur pegas, dan filter. ‘Jumlah yang diolah masih sangat kecil dibandingkan limbah yang dihasilkan,’ ujar Dr Ir Hengky Novarianto MS, ahli peneliti utama dari Balai Penelitian Tanaman Kelapa dan Palma Lain (Balitka) di Manado, Sulawesi Utara.

Tersebar luas

Sejatinya Indonesia patut bersyukur berada di lintasan garis khatulistiwa. Dengan sinar matahari sepanjang tahun kelapa tumbuh subur di semua provinsi. Riau menjadi daerah terkaya jumlah dan produksi kelapa. Data Direktorat Jenderal Tanaman Perkebunan Departemen Pertanian pada 2007 menyebutkan areal kelapa di Riau mencapai 627.978 hektar (16,27%) dengan total produksi 2,7-juta butir kelapa/tahun. Berikutnya urutan ke-2 dan ke-3 ditempati Jawa Timur (288.481 hektar) dan Sulawesi Utara (268.737 hektar). Provinsi Bangka Belitung menempati urutan buncit (10.287 hektar).

Melimpah bukan berarti anggota famili Arecaceae itu mudah diambil. Kendala utama adalah transportasi. Contohnya Djaya Suryana. Pengusaha arang kelapa di Lampung itu menguber bahan baku sampai ke Sulawesi. ‘Ongkos transportasi sampai pabrik di Lampung menjadi mahal karena banyak kapal laut menolak membawa,’ katanya. Sebab itu menurut Drs Muhartoyo MA dari APCC lokasi pabrik sebaiknya dibangun di sentra. ‘Ini untuk juga mengurangi risiko kerusakan bahan baku. Sabut kelapa contohnya bersifat bulky-mengembung menjadi besar sehingga mempengaruhi tonase saat diangkut jarak jauh,’ ujarnya.

India dengan luas perkebunan kelapa 1,9-juta hektar dapat menjadi contoh. Di sana industri pengolahan kelapa berikut turunannya terintegrasi di satu tempat. Di Desa Singampunari, Tamil Nadu, misalnya, industri sabut kelapa dibangun di sentra. ‘Semua akses transportasi mulai dari jalan sampai pelabuhan ekspor juga dibuat untuk mempermudah lalu lintas barang,’ kata Muhartoyo.

Berhitung

Menurut Har Adi Basri pelaku bisnis limbah kelapa sepatutnya menimbang potensi setiap daerah penghasil kelapa. ‘Mereka harus berorientasi market driven,’ ujar ketua Program Pascasarjana Magister Manajemen Universitas Mercu Buana di Jakarta Barat. Artinya setiap pelaku usaha dituntut melihat kebutuhan pasar baru kemudian berhitung potensi bahan baku. Untuk limbah salah satu caranya menghitung jumlah butir kelapa dan kopra yang diproduksi karena itu terkait limbah yang dihasilkan.

Produktivitas juga perlu dicermati. Meski memiliki jumlah pohon melimpah, kelapa di tanahair sebagian besar sudah tua, berumur di atas 40 tahun. Ini pula biang kerok rendahnya produksi sekitar 1 ton/hektar. ‘Peremajaan berjalan lambat, padahal sekarang sudah ada varietas unggul seperti mapanget yang produksinya 3,5 ton/ha,’ kata Hengky. Andai semua lini mulai produksi, pengolahan, pemasaran, dan dukungan pemerintah seia sekata, sebuah keniscayaan bila ke depan industri pengolahan kelapa Indonesia nomor satu di dunia. (Dian Adijaya S/Peliput: Faiz Yajri dan Tri Susanti)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img