Thursday, August 18, 2022

Nila BEST Sumbang 2 Kali Lipat

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

 

Lonjakan produksi hingga 2 kali lipat itu disebabkan survival rate (SR) alias tingkat kelulusan hidup nila BEST tinggi mencapai 90%; nila lokal 60-70%. Laju pertumbuhan BEST juga cepat, sekitar 4,85%. Persentase itu lebih tinggi dibanding 2 nila unggulan lain: gesit (4,5%) dan nirwana (3,93%). Dalam tempo 4 bulan, bibit BEST berbobot 40 g/ekor mencapai 350-400 g/ekor. ‘Bahkan di kolam air deras dari 4.000 bibit saya bisa memanen 1,5 ton,’ kata Zuhdi. Dengan jumlah oksigen terlarut di air deras lebih tinggi, pertumbuhan BEST mencapai bobot di atas 500 g/ekor.

BEST juga memiliki food convertion ratio (FCR) rendah, 1,1; lokal 2. Sebab itu sampai panen Zuhdi menghabiskan 825 kg pakan. Dengan harga Rp218.000/50 kg, Zuhdi cukup merogoh kocek sekitar Rp3,6-juta untuk pakan. Pantas setelah memelihara BEST alumnus Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Diponogoro di Semarang itu menambah jumlah KJA hingga 25 buah.

Lahir dari gift 6

Adalah Balai Riset Perikanan Budidaya air Tawar (BRPBAT) di Bogor yang membidani lahirnya nila BEST pada 2008. Nila hitam itu muncul setelah 4 tahun diteliti. Menurut Rudhy Gustiano, MSc PhD, kepala program dan kerja sama BRPBAT, BEST lahir sebagai solusi menurunnya kualitas nila saat ini. ‘Nila yang ada sekarang pertumbuhannya lambat. Untuk mencapai ukuran konsumsi (350-400 g/ekor, red) butuh waktu 7 bulan,’ kata Rudhy. Pun tingkat kematian tinggi hingga 40%. Hal itu diamini Pepen Effendi, BSc, praktikus nila di Cianjur, Jawa Barat. ‘Pertumbuhan lambat karena terjadi inbreeding dan tidak ada seleksi induk saat memijah,’ ujar Pepen.

BEST lahir dari seleksi 4 strain nila: lokal, danau tempeh, gift 3, dan gift 6. ‘Laju pertumbuhan nila gift 6 yang terbaik,’ ucap Rudhy. Itu tampak dari pertumbuhan bobot nila yang diintroduksi dari Filipina pada 1996. Gift 6 dapat mencapai bobot 500 g/ekor dalam waktu 5 bulan. ‘Di negara asalnya malah bisa mencapai bobot 600-700 g/ekor,’ kata pemulia ikan itu. Bobot 3 nila lain berkisar 350-400 g/ekor.

Nila gift 6 yang dipakai sebagai induk perlu diseleksi. Jantan harus berbobot 350-440 g/ekor; betina 150-230 g/ekor. Dari sana terpilih 24 pasang induk yang dipelihara selama 5 bulan lagi hingga siap pijah. Seleksi bobot di atas dilakukan pada keturunan pertama (F1) sampai F3. Pada keturunan ketiga ini terjadi perbaikan respon seleksi sebesar 28,85% untuk jantan; betina 10,20%. Dari sana kemudian dipilih bibit bongsor dan dinamai Bogor  Enhanced Strain Tilapia alias BEST.

Jaring apung

Bibit BEST dipelihara di kolam. Setelah mencapai panjang 2-3 cm atau 3-5 cm dibesarkan di KJA. Perubahan tempat itu tidak membuat BEST stres. Uji lokasi di KJA di Danau Lido, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menunjukkan sintasan mencapai 84,4-93,3%. Angka itu lebih tinggi 8% dibandingkan nila lokal di KJA. Menurut Otong Zenal Arifin, peneliti yang juga turut membidani BEST, sintasan BEST di KJA dapat ditingkatkan bila bibit lahir di KJA. ‘Karena itu saat ini perkawinan BEST dilakukan di KJA,’ tutur alumnus Jurusan Perikanan IPB itu. Hasil pemijahan di KJA memang memuaskan. Di Danau Lido, misalnya, dari 4 hapa berukuran 2 m x 2 m yang masing-masing dihuni 6 betina dan 2 jantan diperoleh 20.000 larva. Namun, seperti di kolam, proses pemijahan dibatasi 3 kali per induk. ‘Lebih dari itu produktivitas induk menurun,’ ujar Otong yang mendapati BEST 140% lebih tahan serangan  streptococcus dibanding nila nonunggulan.

Sayangnya pemeliharaan di KJA mengundang risiko, yakni terkena imbas badai El Nino yang datang pada Maret-April dan puncaknya Juli-Oktober. Ketika terjadi El Nino dampak yang paling ditakutkan adalah terjadinya upwelling atau naiknya air bawah yang membawa senyawa beracun hasil dekomposisi bahan organik ke permukaan. Ini menyebabkan kematian hingga 30%. ‘Beruntung pada BEST kematian hanya 10%,’ ucap Zuhdi.

Bibit diburu

Dengan segala keunggulannya, peternak pembesar maupun pembenih kini melirik nila  unggulan dari Bogor itu. Contoh Abdul Wahid di Desa Mekarsari, Kecamatan Rancabungur, Bogor. Sejak Juli 2009 Wahid mencetak 150.000-200.000 bibit berukuran 2-3 cm dan 3-5 cm. Wahid mengembangkan BEST lantaran tingkat keberhasilan penetasan telur mencapai 90%. Nila lokal hanya 65-75%.

Hal itu tak lepas dari nilai SR bibit yang mencapai 85%; ‘SR bibit lokal kurang dari 80%,’ tutur Wahid. Pertumbuhan bibit pun cepat. Ukuran larva 2-3 cm hanya dicapai dalam waktu 8-10 hari; nila lokal sekitar 14 hari. Pun ukuran 4-5 cm dicapai 20-30 hari dan 5-8 cm sekitar 45 hari.

Para pembenih nila di tanahair hampir semuanya memilih BEST. ‘Buktinya permintaan untuk induk banyak. Sayang ketersediaan calon induk terbatas, baru sekitar 100.000 ekor berukuran 3-5 cm,’ kata Rudhy. Calon-calon induk itu diprioritaskan untuk dibagikan ke Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) serta balai-balai di daerah seperti Aceh Tenggara, Padang, Lampung, Tasikmalaya, Blitar, Brebes, Sukabumi, Ciamis, dan Jambi.

Kebutuhan balai-balai itu cukup besar. Di Brebes, misalnya, butuh 2.500 calon induk. Pun di Temanggung, permintaan mencapai 5.000 ekor. ‘November 2009 ini produksi calon induk ditargetkan mencapai 100.000 ekor dan bibit sebar 600.000 ekor. Saat itu BEST akan dilepas sebagai varietas baru,’ ucap jebolan Biologi Universitas Leuven di Belgia itu. Bibit calon induk nila yang berdaging putih bersih dan tebal itu dijual Rp250/ekor untuk ukuran 2-3 cm dan Rp400/ekor ukuran 3-5 cm. Sementara harga bibit untuk ikan konsumsi sama dengan harga nila lokal, sekitar Rp70-Rp85/ekor. Nila BEST memang pilihan terbaik untuk meningkatkan produksi dan pendapatan peternak seperti yang dialami Achamd Zuhdi. (Lastioro Anmi Tambunan)

Perkawinan induk BEST dapat dilakukan di hapa berukuran 2 m x 2 m

Foto-foto: Lastioro Anmi Tambunan

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img