Friday, December 2, 2022

Nila Gesit Sandaran Baru Peternak

Rekomendasi

Kecepatan tumbuh nila gesit sebetulnya sama dengan nila gift yang populer tahun 2000-an. Cuma, nila gift yang ada sekarang pertumbuhannya lambat akibat perkawinan ‘liar’. Gesit dapat mencapai bobot 500-600 g/ekor dalam 4-5 bulan dari bibit berukuran 8 cm. ‘Yang menonjol dari gesit adalah sifatnya yang bisa menurunkan secara genetis 98% jantan pada anakannya,’ ungkap Dian Hardiantho SPi, MSi, periset Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi.

Oleh karena itu kedatangan gesit disambut baik para peternak, terutama pengusaha pembibitan nila. ‘Selama ini peternak pembesar menginginkan bibit jantan lantaran pertumbuhannya lebih cepat ketimbang betina,’ kata Pepen Effendy, pembibit dari Cianjur, Jawa Barat. Sebagai gambaran, dengan bibit jantan waktu pemeliharaan cukup 4-5 bulan hingga ukuran konsumsi; bibit betina butuh waktu 6-7 bulan.

Jantan super

Nila gesit lahir dari proses penelitian panjang selama 6 tahun. Ia diperoleh melalui rekayasa mutasi hormonal nila gift generasi ketiga yang diintroduksi dari Thailand. Hasilnya disilang-silangkan dan diseleksi untuk mendapatkan sifat mutasi genetik yang stabil. Dian menuturkan nila gift dipilih karena produktivitas telur tinggi dan pertumbuhan cepat. Awalnya nila gift dikawinkan secara normal. Burayak jantan yang didapat diberi perlakuan feminimisasi menggunakan hormon estradiol-17ß hingga dihasilkan betina yang memiliki gen XY.

Melalui serangkaian uji progeni-betina dikawinkan kembali dengan jantan normal XY-dihasilkan betina dan jantan terseleksi ber-gen YY. ‘Perkawinan keduanya (sama-sama memiliki gen YY, red) menghasilkan nila gesit yang semuanya jantan,’ tutur Dian. Calon indukan didapat setelah melalui 2 kali seleksi. Seleksi pertama saat burayak berumur 3 minggu atau ukuran 2 cm dan seleksi kedua umur 6-7 bulan atau berbobot 50-80 g/ekor. ‘Semakin besar bobot jantan, semakin bagus persentase burayak yang dihasilkan,’ tambah kepala Kelompok Tilapia BBPBAT itu.

BBPBAT kini memiliki 300 indukan nila gesit yang dapat menghasilkan 15.000- 20.000 bibit per bulan. Bibit-bibit itu sudah tersebar ke beberapa peternak di Sukabumi, Cianjur, Subang, Jambi, dan Banjarmasin. ‘Pada Mei 2008 saya menebar 40.000 bibit nila gesit di karamba jaring apung (KJA) seluas 1.000 m2. Dalam 4 bulan bobotnya ratarata 300-400 g per ekor,’ kata H Ade Misbah, peternak pembesar di Waduk Cirata, Cianjur. Ade yakin pertumbuhan nila yang tingkat kelulusan hidupnya mencapai 95% itu bisa lebih cepat jika dipelihara intensif. Maklum, sekarang ia memelihara nila di jaring lapis kedua di bawah ikan mas.

Ideal 300 g

Menurut Dian untuk menghasilkan bibit nila gesit berkualitas perlu penanganan khusus. Induk-induk terpilih dipijahkan secara alami dalam KJA yang airnya terkontrol. Kolam seluas 50 m2 dapat diisi 100 indukan masing-masing berbobot 300 g dengan komposisi jantan-betina 3:1. Pilih induk jantan dengan ciri-ciri sehat, lincah, dan alat kelamin tumpul. Sedangkan untuk betina terlihat pasif dan perut terlihat membulat dan lembut saat diraba.

Sebaiknya betina berbobot di atas 1 kg tidak dijadikan indukan. Musababnya selain boros pakan, produksi telurnya sudah menurun. Demikian jantan, kalau terlalu besar tidak lincah, sehingga kurang agresif saat mengejar-ngejar sang betina. ‘Secara ekonomis tidak menguntungkan lagi,’ ujar Dian. Sebaliknya terlalu kecil, bobot kurang dari 300 g/ekor, jumlah telur yang dihasilkan sedikit dan kualitas burayak rendah. Bobot maksimal yang masih bisa ditolelir 900 g untuk betina dan jantan. Masa produktif ikan yang sosoknya persis nila gift itu hingga umur 2 tahun.

Dibandingkan nila hitam lokal, fekunditas gesit memang lebih rendah. Nila hitam dengan bobot 300-500 g mampu bertelur hingga 2.000-3.000 butir; gesit dengan bobot sama paling banter 1.000- 1.200 butir. Namun soal pertumbuhan, larva gesit lebih unggul, ukuran 5-8 cm dicapai pada umur 45 hari, sedangkan nila hitam umur 60 hari. Pun tingkat kematian larva sangat rendah, hanya 5%, terpaut jauh dengan nila hitam yang mencapai 30-35%.

Dengan segala keunggulan itulah gesit layak dikembangkan. ‘Dikawinkan dengan betina jenis nila apa pun, persentase anakan jantannya ajek di angka 98%,’ tutur Dian.

Wajarlah kalau calon indukan jantan yang baru berukuran 2-4 cm harganya dipatok tinggi, Rp10.000/ekor. Bahkan untuk pembesaran tujuan konsumsi, sekilo bibit isi 140 ekor di pasaran dijual Rp30.000. Toh, itu tidak menyurutkan peternak untuk tetap memilih gesit karena permintaan dari hotel dan restoran cukup tinggi. ‘Sebulan permintaan ukuran konsumsi mencapai 25-30 ton,’ ucap Ade yang saat ini baru bisa memenuhi 3 ton/bulan. (Andretha Helmina)

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Tips Mengatur Pola Pakan Tepat untuk Kuda

Trubus.id — Berbeda dengan sapi, kuda termasuk hewan herbivora yang hanya mempunyai satu lambung (monogastrik) sehingga kuda sangat membutuhkan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img