Friday, December 2, 2022

Nilam Bermutu Berkat Jelantah

Rekomendasi

Cara terbaru dan sederhana untuk meningkatkan kadar PA pada minyak nilam: gunakan jelantah.

 

Para penyuling nilam di tanahair, rata-rata hanya memperoleh minyak berkadar PA (patchouli alcohol) 30%. Padahal, sebagian besar industri farmasi dan kosmetik menghendaki minyak nilam berkadar PA 35%. Itulah sebabnya industri terpaksa mengimpor nilam berkadar PA tinggi. PA merupakan komponen utama minyak nilam. Kadarnya menentukan tingkat mutu dan harga. Sejatinya, komponen dengan rumus molekul C15H26O itu adalah alkohol jenuh yang aromanya mirip kamper.

Dampak rendahnya kadar PA minyak nilam Indonesia adalah harga jual di pasar pun anjlok, hanya Rp250.000 per kg. Padahal, harga minyak nilam asal India berkadar PA 40% laku dua kali lipat. Soal produksi minyak, penyuling tanahair tidak ada masalah. Kebanyakan dari mereka terkendala teknologi pemurnian yang biayanya relatif mahal. Apalagi penyuling hanya mengandalkan perangkat seadanya, seperti drum bekas minyak dan selang air untuk destilasi.

Jelantah

Pemanfaatan drum bekas itu menyebabkan banyak unsur lain-alias impuritas-yang mengotori minyak nilam. Sebut saja karat besi dari drum atau belerang dari asap kayu bakar. Bahkan, penyuling nakal tak segan menambahkan minyak jenis lain untuk meningkatkan volume minyak nilam. Selain itu beberapa komponen minyak nilam seperti PA mempunyai titik didih berdekatan dengan minyak sehingga menghasilkan senyawa azeotrop.

Itu adalah campuran dua komponen atau lebih dengan titik didih tetap. Azeotrop menjadikan penyulingan tidak optimal sehingga rendemen rendah. Sudah begitu, kualitas pun rendah. Keruan saja harga jatuh. Pembeli dari luar negeri tak kurang akal. Mereka melakukan pemurnian ulang, lalu mengekspor kembali minyak hasil pemurnian itu ke Indonesia. Cara termudah dan termurah untuk memurnikan minyak nilam menerapkan destilasi vakum ekstraktif. Prinsipnya, menggabungkan penyulingan dan ekstraksi dalam satu kolom dengan menambahkan pelarut.

Pelarut yang cocok dalam teknologi itu adalah jelantah atau minyak goreng bekas pakai. Pemurnian dengan menambahkan pelarut untuk mengubah daya penguapan komponen-komponen dalam minyak nilam. Pelarut dapat bercampur dengan minyak (lihat ilustrasi) dan mempunyai sifat-sifat kimia seperti titik didih dan kelarutan yang mirip minyak nilam. Nah, minyak goreng bekas atau jelantah mampu mengikat impuritas atau pengotor dan menyingkirkan komponen yang mudah menguap seperti bulmesen, betakariofilin, dan alfaguaien.

Hilangnya komponen-komponen itu menjadikan minyak lebih stabil sehingga kadar PA pun meningkat. Untuk melakukan destilasi ekstraktif, pertama-tama campurkan 4 bagian minyak nilam dan 1 bagian jelantah, lalu masukkan ke alat penyuling vakum. Selanjutnya-menggunakan pompa vakum dan pemanas-atur tekanan pada 2 mmHg dan suhu pada 150oC-sesuai rentang titik didih zat PA.

Empat jam

Tekanan rendah yang nyaris vakum itu menurunkan titik didih sehingga mempercepat proses pemurnian minyak nilam. Selain itu, menghasilkan minyak jernih dengan rendemen tinggi. Jika penyulingan pada tekanan udara normal, udara akan mengoksidasi minyak sehingga warnanya menjadi kekuningan. Proses pemurnian paling ideal selama 4 jam yang menghasilkan kadar PA 38,5%. Bandingkan dengan durasi pemurnian yang 2 jam atau 6 jam, masing-masing menghasilkan minyak nilam  berkadar PA 37,2% dan 37,4%.

Hasil sulingan itu memang lebih rendah ketimbang menggunakan pelarut heksana yang mencapai kadar PA 46%. Namun, harga pelarut heksana relatif mahal, Rp1,5-juta per liter. Ada cara lain, yakni penyulingan vakum, yang mampu mendongkrak kadar PA hingga 41% dan destilasi vakum terfraksinasi. Sayang, cara itu malah lebih rumit dan mahal. Itulah sebabnya metode penyulingan vakum ekstraktif yang memanfaatkan jelantah menjadi pilihan. Prinsipnya, menggabungkan penyulingan dan ekstraksi dalam satu kolom dengan menambahkan pelarut.

Cara itu efisien lantaran menggabungkan destilasi dan ekstraksi. Destilasi alias penyulingan memisahkan larutan berdasarkan perbedaan titik didih. Adapun ekstraksi memisahkan larutan berdasarkan perbedaan kelarutan zat. Gabungan kedua proses itulah yang menyempurnakan pemisahan larutan, dalam hal ini zat PA dari patchouli oil alias minyak nilam. Selain itu jelantah jauh lebih murah sehingga memangkas biaya produksi. Namun, tidak sembarang jelantah bisa menjadi pelarut. Gunakan jelantah hasil saringan untuk menyingkirkan kotoran sisa proses penggorengan. Dari kuali, jelantah mampu mendongkrak kadar PA minyak patchouli. (Mohamad Endy Y, Fahmi Arifan, Isti Pudjihastuti, dan Hermawan Dwi A/Teknik Kimia PSD III Universitas Diponegoro, Semarang)

Komposisi Minyak NIlam

Keterangan Foto :

  1. Kadar patchouli alcohol menentukan tingkat mutu dan harga minyak nilam
  2. Panen dari tanaman berumur 6 bulan menghasilkan minyak nilam ber-PA di atas 30%
  3. Minyak nilam menjadi bahan baku pembuatan obat-obatan, kosmetik, parfum, dan sabun

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Terluka dan Tidak Bisa Terbang, Petugas Mengevakuasi Burung Rangkong

Trubus.id — Petugas Balai Besar KSDA Sumatra Utara, mengevakuasi burung rangkong yang ditemukan terluka di kawasan konservasi Suaka Margasatwa...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img