Tuesday, November 29, 2022

Okulasi Mangga

Rekomendasi

Saya memiliki dua jenis mangga dan berencana menggabungkan keduanya dalam satu pohon dengan teknik tempel mata tunas atau okulasi.

1.         Bagaimana cara membuat okulasi yang baik?

2.         Apakah sayatan pada batang bawah harus sampai mengenai kambium atau hanya setebal

kulit mangga?

3.         Apa perbedaan sifat antara tanaman hasil sambung dengan okulasi?

4.         Kendala apa saja yang dihadapi saat awal pertumbuhan tanaman hasil okulasi?

5.         Bagaimana cara mengatasi kendala tersebut?

6.         Teknik perbanyakan vegetatif apa yang terbaik untuk tanaman  mangga?

Zattulini Achmed As-Syamsi

Kebumen, Jawa Tengah

 

Sobir PhD

  1. Pertama pilih batang bawah yang sehat, yaitu batang terlihat segar, daun normal, tidak terserang penyakit, dan kekurangan hara. Diameter batang minimal 1,2 cm, tinggi minimal 50 cm, atau berumur 6 bulan sejak semai. Mata tunas diambil dari batang atas yang juga sehat, batang tidak terlihat tanda terserang hama dan penyakit. Kerat batang bawah secara mendatar selebar 2 cm pada ketinggian maksimal 20 cm dari leher akar. Tarik ke bawah kulit batang yang dikerat hingga terkelupas sepanjang 2 cm, lalu potong dua per tiganya sehingga terbentuk semacam “jendela” di batang bawah. Siapkan mata tunas. Caranya, kerat kulit cabang pohon sekitar 1 cm dari tunas, lalu kupas hingga tunas dan sedikit kayu terkelupas. Ukuran mata tunas disesuaikan dengan ukuran jendela pada batang bawah. Tempel mata tunas ke jendela di batang bawah. Penempelan sebaiknya jangan pada tunas yang baru tumbuh. Biasanya penempelan dilakukan saat tanaman berbunga. Ikat tempelan tunas dengan plastik mulai dari bawah ke atas supaya tidak terkena air hujan. Buka ikatan okulasi 3-4 minggu kemudian.
  2. Kambium jangan sampai hilang karena itu yang menyatukan batang bawah dengan mata tunas.
  3. Sama. Namun, jumlah bibit yang dihasilkan lebih banyak lewat teknik okulasi.
  4. Pertumbuhan tunas rentan sinar matahari langsung, kekurangan air, dan serangan penyakit.
  5. Lakukan penempelan di bawah naungan, siram dan kendalikan penyakit secara teratur.
  6. Okulasi lebih dianjurkan karena batang bawah memiliki akar tunggang dan jumlah bibit yang dihasilkan lebih banyak.***

 

Keterangan foto :

  1. Okulasi
Previous articleCiku Jumbo Datang Juga
Next articleAmyda Bertaruh Nyawa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Mencetak Petani Milenial, untuk Mengimbangi Perkembangan Pertanian Modern

Trubus.id — Perkembangan pertanian modern di Indonesia harus diimbangi dengan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni. Dalam hal ini...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img