Tuesday, July 23, 2024

Olah Yenggen Cara Ondoafi Obiyao Buat Pasta

Rekomendasi
- Advertisement -

Desa Obiyao berada di wilayah administratif Kecamatan Arso.  Akses menuju ke sana harus melewati jalan setapak yang dipenuhi rerumputan di kanan-kiri.  Berjalan kaki cara yang paling amam dilakoni, meski perlu waktu 1,5-2 jam.  Sebab, kala hujan, ojek tak bisa masuk lantaran jalan sangat licin.

Beruntung saat Trubus melacak buah merah ke Obiyao, sudah 2 hari tidak turun hujan sehingga ojek sanggup mengantar.  ‘Sudah 6 bulan saya baru lewat ke sini lagi,’ ujar Andi Azis, sambil berkonsentrasi memegang kemudi.  Maklum jika lengah sedikit motor bisa tergelincir.  Lumayan, walau berjalan lambat dan Trubus harus turun naik untuk mendorong motor, separuh waktu bisa dihemat.

Memasuki Obiyao sama seperti merambah hutan kecil.  Semak-semak di pinggir jalan menyeramkan. Kekhawatiran diganggu binatang buas maupun manusia menyelimuti perasaan. Lagi-lagi Trubus mendapat keberuntungan.  Selama perjalanan Trubus ditemani Victor, Ondoafi Obiyao yang sudi menjemput di jalan akses masuk.

Ondoafi adalah  orang yang disegani.  Ia setingkat lebih tinggi daripada kepala suku. Segala titah dan perintahnya akan dipatuhi semua warga. Selain itu di antara warga lain dialah yang maling ‘melek’, lancar berkomunikasi bahasa Indonesia, dan yang paling penting tanaman buah merah kepunyaan ondoafi.

Yanggen tanaman warisan nenek moyangadalah makanan istimewa karena berharga mahal dan hanya ada pada bulan-bulan tertentu. Mereka mengolahnya menjadi pasta untuk cocolan sagu atau roti. ‘Kami tidak mengolah buah merah menjadi minyak. Pasta sudah sangat enak dimakan,’ kata Victor.  Inilah cara mereka mengolah buah endemik Papua itu.

1.Buah matang siap olah berwana merah.

2.Dibelah membujur menggunakan parang menjadi beberapa bagian.

3.Buang empulur.

4.Kulit yang ditempeli biji dipotong-potong dan masukkan ke dalam panci berisi air.

5.Rebus hingga biji mudah lepas dari kulit.

6.Rontokan biji dari kulit.

7.Biji yang terlepas dikumpulkan; kulit dibuang.

8.Tambahkan sesendok makan tepung sagu agar cairan lebih kental.

9.Tuangkan air rebusan untuk membasahi agar biji mudah diremas.

10.Peras hingga keluar santan.

11.Perasan diulang beberapa kali sampai biji memutih.

12.Hasil perasan berupa pasta.

13.Tambahkan 1/4 gelas air  rebusan.

14.Tambahkan garam atau gula untuk menambah rasa.

15.Aduk hingga rata.

16.Ambil sagu atau roti.

17.Cocolkan sagu atau roti.

18.Anak-anak dan orang tua menyukai cocolan ini. (Karjono)

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Pakai IoT di Kebun Jeruk, Hasil Panen Optimal

Trubus.id—Penggunaan internet of things (IoT) untuk pertanian turut membantu meningkatkan hasil panen dan kualitas produk. Pekebun jeruk di...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img