Tuesday, February 27, 2024

Oranda Jumbo Jawara

Rekomendasi
- Advertisement -

Perawatan kunci sukses ikan maskoki jawara.

Trubus — Sosok maskoki berwarna hitam solid itu amat menawan. Meski bertubuh besar, sekitar 25 cm, Carassius auratus jenis oranda itu berenang lincah. Pantas saja juri memutuskan oranda super jumbo itu meraih gelar grand champion (GC) pada gelaran 1st Indonesian Goldfish Competition 2017. Itu gelar paling bergengsi di setiap kontes maskoki. Menurut juri asal Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Dani Lim, maskoki itu layak menang.

Chung Chea—Chung Goldfish (berbaju
hitam) pemilik ikan peserta kontes
maskoki asal Malaysia dan Marshall
(Rinaldy) selaku panitia kontes.

Sebab, oranda itu lincah berenang, bentuk tubuh proporsional, agresif, ekor mengembang seperti payung, dan bermental kuat karena tidak takut didekati orang. Dani mengatakan penentuan grand champion relatif sulit dan sengit. Musababnya, beberapa oranda super jumbo lainnya juga berpeluang menjadi pemenang. “Namun, maskoki hitam solid itu paling menonjol dan memikat para juri,” kata Dani Limas, sapaan akrab Dani Lim.

Bersaing ketat
Pemilik ikan oranda juara, Rusly Pranata, senang bukan kepalang dengan prestasi maskoki berumur satu tahun itu. Gelar itu kali pertama bagi orando hitam super jumbo itu. Rusly memperoleh ikan itu dari Limas Farm di Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Povinsi Banten. Pria kelahiran Karawang, Jawa Barat, itu tertarik membeli ikan anggota famili Cyprinidae itu karena berenang lincah sejak berukuran 10 cm.

Ryukin kepunyaan Kelvin Kristarto meraih young champion.

Rusly hanya memberikan vitamin sepekan menjelang kontes untuk menambah stamina dan mengindari penyakit. Perawatan harian berupa pemberian pelet impor dan lokal 4—5 kali per hari. “Saya pun mengganti 5—10% air setiap hari,” kata pria kelahiran 6 November 1985 itu. Dengan perawatan itu 3 dari 6 klangenan Rusly meraih gelar juara yaitu juara I oranda junior, juara II open baby, dan grand champion.

Senyum kebahagiaan pun menghias wajah Agus Kunta Adjie karena maskoki miliknya meraih jumbo champion. Ryukin berwarna merah putih itu pun berukuran besar dan berenang lincah. “Ekor yang mengembang seperti payung menjadi nilai tambah,” kata Agus. Pemenang lainnya yaitu ryukin senior milik Yung Lie (mature champion), ryukin junior kepunyaan Kelvin Kristarto (young champion), dan oranda baby klangenan Bernard (baby champion).

Sekitar 170 maskoki berpartisipasi pada 1st Indonesian Goldfish Competition 2017.

Para juri—Dani Limas, Wendy Handoyo, Adi Wiryadi, Pingi, dan Mat Suandi—dan panitia pada kontes itu menobatkan Jap Sun San sebagai juara umum. Alasannya 8 dari 15 maskoki kepunyaannya menjadi kampiun. Menurut pria asal Jakarta itu perawatan kunci sukses mencetak ikan jawara. “Saya mengganti air kolam dan memasukkan air baru selama 5 jam setiap hari,” ujar Jap Sun San.

Pemberian pakan 5—7 kali sehari menggunakan alat pemberi pakan otomatis setara 3—4 genggam pelet. Jap juga menaburkan garam khusus ikan 1—2 kali sepekan. Tujuannya menghindari penyakit dan mengendalikan parasit seperti kutu ikan. Dani Limas mengatakan maskoki termasuk ikan yang doyan makan. Pemberian pakan yang tepat—jenis, takaran, frekuensi—juga mempengaruhi kesehatan dan penampilan ikan kerabat ikan mas itu.

Meriah

Ryukin berwarna merah putih kepunyaan
Agus Kunta Adjie sukses menggondol
gelar jumbo champion lantaran ekor
mengembang seperti payung.

Kondisi air juga sangat menentukan kesehatan maskoki. Dani menuturkan secara umum kualitas ikan cukup bagus. Meski begitu, “Sebetulnya pertumbuhan dan warna maskoki masih bisa ditingkatkan lagi,” kata pemilik tempat budidaya maskoki, Limas Farm, itu. Menurut panitia kontes, Rinaldy H. Manoppo, acara yang berlangsung di Food Centrum, Sunter, Jakarta Utara, itu berlangsung sukses dan meriah.

Sekitar 170 maskoki dan 50 pemilik ikan berpartisipasi pada acara yang diselenggarakan pada 25—27 Agustus 2017 itu. Peserta berasal dari berbagai daerah di Indonesia seperti Medan (Sumatera Utara), Jambi, Bandung (Jawa Barat), Surabaya (Jawa Timur), dan Pontianak (Kalimantan Barat). Bahkan ada peserta mancanegara dari Malaysia dan Singapura.

Maskoki juara katergori ranchu jumbo karena berwarna hitam solid.

Rinaldy mengatakan kontes berlangsung ketat karena kualitas ikan hampir sama sehingga sulit menentukan juara. “Terutama pada kategori ranchu jumbo, oranda senior, dan oranda jumbo,” kata pria berkaca mata itu. Kontes itu bertujuan meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap ikan hias. Tren ikan hias makin meningkat karena adanya kontes dan pameran. Untuk menarik perhatian pengunjung, panitia menyelenggarakan lelang ikan maskoki. Pada pelelangan itu seekor maskoki menembus angka puluhan juta rupiah. (Tiffani Dias Anggraeni)

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Inovasi Pakan Itik: Riset Ilmiah Membuktikan Eceng Gondok Terfermentasi Meningkatkan Bobot Itik

Trubus.id—Riset ilmiah membuktikan eceng gondok terfermentasi meningkatkan bobot itik. Siska Fitriyanti, S.Si, M.P., peneliti muda di Badan Penelitian dan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img