Sunday, August 14, 2022

Organik

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Lubang-lubang besar dan kecil menghiasi sayuran daun itu. Wortel tergolek di sebelahnya, agak tersembunyi dan hampir tidak terlihat karena panjangnya cuma sejengkal dengan diameter sebesar jari telunjuk.

Benarkah itu sampah kebun? Nanti dulu, kailan dan pakcoy yang berlubang-lubang itu diperbaiki penampilannya. Daun bolong dibuang. Yang utuh dicelupkan ke air mengalir, kemudian dimasukkan ke kantong plastik. Kelak di pasar swalayan, sayuran daun yang tadinya tergeletak bak sampah itu dijajakan Rp6.000/pak kecil, jauh di atas harga sayuran sejenis. Wortelnya, setelah dibilas air mengalir, dikemas dalam styrofoam dan dibungkus plastik. Setiap wadah berisi 5—6 wortel kecil dan dijajakan Rp4.000/pak. Harga ini dua kali lipat daripada wortel konvensional yang ukurannya jauh lebih besar.

Pembaca, itulah selintas proses sayuran organik sebelum dikirim ke pasar swalayan. Harga sayuran bebas bahan kimiawi itu memang melambung tinggi. Toh, berkat embel-embel sehat, bebas residu, dan lebih renyah, tren organik berkembang pesat. Semula penjualnya menawarkan sayuran organik di mobil bak terbuka. Setelah itu pasar swalayan menjadi tempat penjualan. Kini gerai-gerai khusus produk organik bertebaran di banyak tempat.

Jawa Barat menjadi kiblat berkebun organik untuk sayuran. Sedangkan di Jawa Tengah padi organik semakin santer dibicarakan. Di daerah lain tren ini pun banyak dilirik orang. Euforia organik tampaknya kian menggebu. Dan itulah yang kami sajikan untuk Anda pada laporan khusus edisi ini. Evy, Sardhi, Bertha, Wawan, dan Destika adalah 5 wartawan Anda yang ditugaskan untuk berkeliling ke berbagai daerah, mengendus tren berkebun organik. Selamat membaca. ***

 

Salam,

 

 

Onny Untung

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img