Wednesday, August 17, 2022

Organik Demi Harga Naik

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Pengolahan lahan tiga kali untuk menanam ubi jalar.

TRUBUS — Selain ramah lingkungan, membudidayakan ubi jalar secara organik pun lebih menguntungkan.

Dendik Rubianto baru saja selesai mengolah sebidang lahan berukuran tiga calik atau sekitar 360 m2 dengan kultivator. Satu calik berukuran 10 m x 4 m setara 40 m2. Petani di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur, itu hendak menanaminya dengan ubi jalar secara organik. Ia masih perlu mengolah lahan dua kali lagi agar tanah siap ditanami. Dendik biasanya memberi jeda antarpengolahan sekitar sepekan. Jeda itu memungkinkan gulma mengering sehingga tak mengganggu pertumbuhan umbi.

Dendik Rubianto mempersiapkan lahan untuk ubi jalar organik.

Selain olah tanah lebih banyak, laki-laki kelahiran Malang, 19 Desember 1979 itu juga mesti membalik tanah cukup dalam. Ia membuat guludan setinggi betis orang dewasa. “Ubi harus agak dalam pengolahan lahannya. Kalau olah tanah kurang benar, masih ada bagian tanah yang keras, umbi tidak bisa berkembang dengan baik,” kata petani yang juga berniaga sayuran itu. Umbi berkembang di dalam tanah. Bila ada bagian tanah yang tidak terolah sempurna atau masih keras, pertumbuhan umbi akan terhambat dan bentuk umbi kurang bagus.

Tersertifikasi

Dendik mengantongi sertifikat organik atas nama Kelompok Tani Mandiri Sejahtera di Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, dari Lembaga Sertifikasi Organik Seloliman (LeSOS) di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Pengolahan lahan dilakukan pada September 2021. Dendik berencana menanam ubi cilembu sebulan kemudian. “Tanamnya di lahan kering. Bagusnya tanam ubi di tengah musim hujan,” kata alumnus Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pelayaran di Kota Surabaya, Jawa Timur, itu. Pertumbuhan ubi jalar optimal jika tanaman terguyur hujan pada dua bulan awal. Menjelang akhir musim hujan, tanaman memasuki fase pembesaran umbi.

Pembesaran umbi pada saat curah hujan tinggi menyebabkan mutu umbi rendah. Saat olah tanah, Dendik juga menaburkan pupuk dasar. Ia mencampurkan pupuk organik pabrikan, sekam mentah, dan sekam bakar. Proporsi pupuk organik dan sekam 1:1. Satu calik memerlukan masing-masing 100 kg pupuk organik dan sekam. Setelah itu, ia menaburkan pupuk kotoran ayam.

Untuk pencegahan hama dan penyakit, Dendik menyiapkan minyak biji mimba Azadirachta indica. Aplikasinya dengan menyemprotkan daun setiap dua dengan kultivator atau setiap bulan. Minyak biji mimba meninggalkan bau tidak sedap yang menyengat sehingga hama tidak mau mendekat.

Harga tinggi

Kasi Sarpras Penyuluhan DPKP Batu, Tri Agus Abdi Sholeh, S.P., M.Agr.

Dendik pun tertarik membudidayakan ubi jalar organik dengan harapan harga jual yang stabil dan lebih tinggi dibandingkan dengan ubi jalar konvensional.
Harga ubi cilembu yang dibudidayakan secara konvensional Rp4.000 per kg. “Harga ubi cilembu organik kemungkinan lebih dari Rp5.000 per kg,” kata Dendik mantap. Pasar swalayan di Kota Surabaya menerima hasil panen ubi jalar organik melalui perantara rekan Dendik.

Menurut Kepala Seksi Sarana Dan Prasarana Penyuluhan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Batu, Jawa Timur, Tri Agus Abdi Sholeh, S.P., M.Agr., budidaya ubi jalar organik memiliki peluang pasar yang bagus terutama ekspor. Tri Agus menuturkan, belum banyak budidaya ubi jalar secara organik. Itu karena petani terutama di Kota Batu dan sekitarnya masih belum mengetahui peluang pasar. Tri Agus optimis potensi budidaya ubi jalar ke depan lebih cerah.

Sejatinya permintaan ubi jalar khususnya organik di Kota Batu dan sekitarnya sudah ada. Namun petani belum merespons karena terkendala beberapa faktor seperti lahan petani belum siap untuk sertifikasi organik. Selain itu, jaminan harga dan pasar masih menjadi pertimbangan utama petani.

Agar Produksi Tinggi

Peneliti dari Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Palembang, Sumatra Selatan, Ardo Asikin, menguji perlakuan pupuk organik dan anorganik terhadap produksi ubi jalar. Total ada tujuh perlakuan. Hasil tertinggi dari perlakuan pupuk anorganik 75% dengan bobot umbi 627,85 g per tanaman. Tertinggi kedua dengan bobot umbi 580,19 g per tanaman dihasilkan dari perlakuan 200 kg pupuk biofosfat per hektare.

(Sinta Herian Pawestri)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img