Sunday, August 14, 2022

Organik Lambungkan Panen

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Bukan hanya Yoyo yang merasakan manfaat pupuk organik. Dari lahan 1 hektar, Suta Sentana biasanya cuma menuai 4,2 ton gabah kering giling. Namun, sejak awal 2008, produksinya melonjak hingga 7,5 ton. Tak cuma itu, harga gabah petani di Pagaden, Subang, Jawa Barat, itu melambung karena hasil padinya organik.

Kenaikan produksi yang amat signifikan itu telah 8 kali dialami Suta. Pada 2004 ia memperoleh panen 6 ton/ha, naik menjadi 6,7 ton/ha pada 2005, dan 8 ton/ha pada 2007. Rahasianya? Pria berusia 60 tahun itu memadukan pupuk organik dan kimia. Untuk sehektar lahan, ia memberikan 50 kg Urea, 1 kuintal ponska, ditambah 2 ton kompos asal jerami, kotoran kambing, serta arang sekam.

Perbedaan lainnya, ia merendam bibit selama 8-12 jam dengan 5-10 cc larutan organik/liter air. Setelah benih berakar, Suta mencelupkan 3-5 menit ke larutan organik yang sama dan langsung ditanam ke lahan. Empat hari setelah tanam Suta menyemprotkan 2 liter larutan organik yang dicampur 14 liter air.

Organik

Pestisida yang dipakai Suta juga berbahan nabati yang ramah lingkungan. Setelah dipanen kualitas beras sangat baik: tidak mudah patah, bernas, lebih putih, dan lebih pulen. Yang menggembirakan, kandungan residunya nol setelah diperiksakan ke laboratorium. Karena kuaitas yang tinggi itulah harga beras juga lebih tinggi, Rp8.000-Rp10.000/kg, sebelumnya Rp2.600/kg.

Dengan harga jual tinggi, keuntungan yang diperoleh Suta berlipat. ‘Biasanya dalam satu musim tanam hanya memperoleh keuntungan Rp12-juta, kini mencapai Rp80-juta/ha,’ kata ayah 2 anak itu. Di sisi lain biaya produksi turun. Misalnya pupuk Urea dari biasanya 700 kg menjadi 50 kg.

Penghematan pupuk karena memakai produk organik juga dialami Riyanto. Petani kubis di Desa Geneng, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah, itu biasa mengaplikasikan 45 kg Urea, 300 kg pupuk kandang, dan 15 kg NPK untuk lahan 1.200 m2 berisi 2.700 tanaman. Setelah beralih ke sistem organik dengan pupuk NASA, NPK sama sekali tidak digunakan. Walaupun begitu produktivitasnya justru naik 2 kali lipat, dari 210 kg menjadi 420 kg.

Sepertiga

Pupuk organik diharapkan dapat memulihkan kondisi lahan yang rusak akibat penggunaan pupuk kimia berlebihan. ‘Kini, jumlah bahan organik di tanah seluruh Indonesia rata-rata hanya tinggal 2%,’ kata Dr Ir Achmad Rachman, kepala Balai Penelitian Tanah, Bogor. Jumlah itu sepertiga dibanding 20 tahun lalu, yang nilainya 6,8%. Dampaknya, tanah tak mampu berproduksi maksimal.

Menurut Suwardi, periset Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, IPB tanah yang produktivitasnya rendah dipastikan tanah sakit. ‘Salah satu parameter sehat atau sakitnya tanah adalah kandungan bahan organik,’ kata Suwardi. Oleh karena itu bahan organik mesti dikembalikan ke lahan. Salah satunya dengan aplikasi pupuk organik.

‘Paling mudah menggunakan kompos,’ kata Suwardi. Dalam jangka waktu lama penggunaan kompos mengembalikan kesuburan dan produktivitas lahan. Hasil pengomposan lain, asam humat dan asam fulfat, pemacu pertumbuhan tanaman.

Djadjuli Sadikin, pekebun sayuran organik di Ciawi, Bogor, meramu kompos sendiri menggunakan daun bambu, batang pisang dan lumpur dari kolam ikan. Ditambah pula dengan abu asal pembakaran batang singkong pahit, daun melinjo, daun bambu, daun jengkol, daun pisang kering, dan ranting, daun serta bunga bugenvil yang diperoleh dari sekitar kebun. Berkat pupuk olahan sendiri, panen sayurannya meningkat.

Produk

Jika ingin efisien, pekebun bisa memanfaatkan salah satu pupuk organik cair yang banyak beredar di pasaran. Banyaknya merek pupuk organik di pasaran tak perlu membuat pekebun bingung. Dr Ir Tualar Simarmata, MS-peneliti pupuk organik dari Universitas Padjadjaran-memberikan beberapa tip memilih pupuk organik. Yang harus dicermati pekebun adalah legalitas atau izin dari Departemen Pertanian dengan tercantumnya nomor pendaftaran. Legalitas juga bisa didukung dari lembaga sertifikasi organik.

Pekebun harus jeli mencari informasi mengenai bukti keampuhan pupuk itu, baik dari brosur dan petani lain. ‘Biasanya petani akan mencoba jika mengetahui ada petani lain yang merasakan keampuhannya,’ kata peneliti pupuk organik sejak 1993 itu.

Bahan baku pupuk organik yang ditawarkan beragam. PT Natural Nusantara, produsen pupuk organik NASA di Sleman, Yogyakarta, misalnya menggunakan bahan campuran berbagai bahan organik seperti buah-buahan, dedaunan, dan limbah hewan serta perikanan, PT Intaran memanfaatkan bungkil biji mimba, guano (kotoran kelelawar), pasir vulkanik, dan rumput laut. Sedangkan Nuplant dari PT Nature Forisa Utama selain kompos daun, buah, dan akar-akaran juga menambahkan beberapa jenis mikroba.

Selain memenuhi kebutuhan unsur hara, pupuk yang mengandung mikroba juga berperan memperbaiki aktivitas mikroba tanah untuk meningkatkan nitrogen. ‘Mikroba mempercepat penguraian hara dalam tanah sehingga menghasilkan Nitrogen yang tinggi dan pekebun bisa meminimisasi pemakaian Urea,’ kata Budi Tom Tomo, direktur PT Nature Forisa Utama.

Benahi

Bahan organik dan mikroorganisme berperan penting untuk memperbaiki struktur tanah. Keduanya sohor dengan sebutan pembenah tanah. Maksudnya berperan membenahi tanah yang rusak. Jika pupuk organik hanya mengomposkan bahan-bahan organik secara alami, pupuk hayati mengomposkan bahan-bahan organik dengan bantuan mikroorganisme. Mikroorganisme atau mikroba itu bahu-membahu memperbaiki kesuburan tanah.

Itu ditunjukkan oleh hasil penelitian Achmad di Aceh. Di sana Achmad mencoba menanam padi tanpa bahan organik. Kebutuhan pupuk kimia seperti Urea mencapai 250 kg, SP-36 (50 kg), KCl(50 kg). Namun, jika dibenamkan 5 ton jerami/ha, kebutuhan Urea hanya 230 kg, SP36 (50 kg), dan KCl tidak dibutuhkan lagi. Sedangkan jika menggunakan 2 ton pupuk kandang butuh Urea 175, KCl (30 kg), sedangkan fosfat tidak diperlukan lagi. Walau begitu produksi padi tetap menjulang. (Vina Fitriani)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img