Saturday, April 20, 2024

Pacu Sengon Solomon Agar Cepat Panen

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Sengon Solomon sohor sebagai pohon bongsor. Pekebun menerapkan teknologi budidaya untuk meningkatkan pertumbuhan solomon. Menurut Ardha Primatopan, sejatinya pertumbuhan sengon solomon dapat dipacu sejak bibit. Ardha mengatakan, tingkat perkecambahan biji sengon solomon rendah.

Pembudidaya tanaman kehutanan di Kabupaten Kendal, Provinsi Jawa Tengah, itu menuturkan keberhasilan penyemaian biji kurang dari 50%. Untuk itu ia memberikan perlakuan pemeraman dengan merendam biji dalam air hangat bersuhu 70—800C dengan air bersuhu ruang selama 10 jam.

Setelah perendaman 10 jam, ia memeram biji dalam kain basah sampai berkecambah. Biasanya kecambah muncul dalam 40—48 jam tergantung suhu ruangan. Biji sehat yang disemaikan dengan cara itu mempunyai keberhasilan perkecambahan 95%. Kecambah itu lantas ditanam dalam polibag berisi media porus.

Ardha menggunakan campuran tanah dan kompos dengan perbandingan 1:1. Bibit siap pindah tanam ke lahan sejak umur sebulan pascasemai. Saat itu batangnya lebih kecil daripada pensil dengan tinggi 15—20 cm.

Ukuran itu juga ideal untuk pengiriman ke daerah lain karena bisa dimasukkan dalam polibag ukuran 5 cm. Jika tidak akan segera ditanam, bibit dibiarkan terkena sinar matahari langsung sehingga pertambahan tingginya melambat.

Konsekuensinya, bibit harus dipindahkan dalam polibag yang lebih besar, 15—20 cm. Tujuannya memberi ruang tumbuh bagi perakaran tanaman. Dengan cara itu, bibit berumur 3 bulan pascasemai tingginya baru 50 cm.

Jika dibiarkan dalam naungan, bibit mencapai tinggi 50 cm pada 10—14 hari lebih cepat. Artinya saat itu bibit baru berumur 2 bulan lebih. Meski pendek, bibit yang terkena sinar matahari langsung berbatang lebih kuat sehingga mampu menahan terpaan angin.

Lahan untuk sengon solomon idealnya berketinggian 0—1.500 meter di atas permukaan laut. Lebih tinggi dari itu, pertumbuhan akan melambat karena periode penyinaran lebih singkat. Dengan berbagai cara itu, pertumbuhan sengon solomon optimal sehingga siap panen sebelum 4 tahun.

Namun, kalau menanam tanaman tahunan sebagai tumpangsari. Ardha menyarankan untuk memanen ketika pohon berumur 4—6 tahun. “Pada umur itu pohon bisa menghasilkan tunas dari bekas tebangan sehingga pekebun tidak perlu menanam ulang,” kata pegawai salah satu instansi pemerintah itu.

Pekebun menunggu tunas tumbuh, menyeleksi, dan menumbuhkan kembali. Kebun sengon pun bisa menjadi andalan pencaharian.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Resep Khusus Atasi Wereng pada Tanaman Padi

Trubus.id—Serangan wereng berulah, petani terancam gagal panen. Serangga itu hidup dengan mengisap cairan padi sehingga tanaman mengering dan mati....
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img