Trubus.id—Penyakit ngorok pada ayam atau Chronic Respiratory Disease (CRD) bergejala seperti gerak lamban, postur sayap turun, dan muka bengkak. Pemicunya adalah serangan Mycoplasma gallisepticum.
Penyakit yang menyerang saluran pernapasan ayam itu menimbulkan bunyi seperti mendengkur, terbilang kronis karena penyakit itu terjadi secara terusmenerus dan sulit untuk disembuhkan hingga meregang nyawa.
Jangan terburu-buru memberikan antibiotik pada hewan ternak itu. Penelitian dosen farmakologi Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor, drh. Min Rahminiwati, M.S., Ph.D menunjukkan, ekstrak rimpang jahe dan ekstrak daun sirih mampu mengatasi serangan CRD pada ayam.
Min dan timnya menguji ayam dari peternakan, bukan induksi mikoplasma secara manual. Pemberian ekstrak itu dalam bentuk butiran. Peneliti melarutkan butiran ekstrak dalam air minum ayam. Di wadah air minum berkapasitas 1 liter.
Peneliti menambahkan campuran ekstrak jahe dan ekstrak sirih. Kedua ekstrak itu telah tercampur sebelumnya. Dalam sehari mereka mengganti larutan 2—3 kali untuk menghindari gangguan faktor eksternal. Setelah konsumsi larutan ekstrak selama 6 hari, ayam terlihat kian bugar.
Ekstrak tanaman anggota famili Zingiberaceae dan Piperaceae itu membuat ayam mampu bertahan. Artinya masa hidup ayam yang terjangkit penyakit ngorok pun lebih panjang. Biasanya ayam cepat mati begitu terjangkit.
Menurut Min, penularan mikoplasma penyebab penyakit ngorok berasal dari udara terbuka. Penyakit ngorok dapat menjangkit ayam petelur, pedaging, maupun ayam kampung. “Dengan herbal, selain hemat biaya, bahan-bahannya mudah didapat,” ujar alumnus Obihiro University, Jepang itu.
Min menyiapkan rimpang jahe dan daun sirih masing-masing 200 gram untuk membuat ekstrak. Periset itu menggunakan jahe gajah, mencuci bersih, dan memotong kecil. Min lalu mengekstraksi jahe itu dengan metode maserasi. Dalam 3 x 24 jam ia memperoleh ekstrak jahe.
Begitu pun cara mengekstrak daun sirih serupa dengan jahe. Ia mencampur kedua ekstrak itu dengan perbandingan tertentu. Bentuk butiran, penyimpanan dan pemberian lebih mudah.
Menurut Min, peternak juga dapat mengolah kedua herbal itu secara sederhana, yakni merebus masing-masing rimpang jahe dan daun sirih yang telah dicuci bersih.
“Takarannya memang agak sulit, karena banyak faktor yang dapat mempengaruhi,” ujar Min.
Mengatasi penyakit ngorok tidak hanya dengan obat. Perempuan kelahiran Bandung itu juga mengharuskan peternak rutin membersihkan kandang. Periset berusia 58 tahun itu mengatakan, masih banyak tahapantahapan yang harus diperhatikan dalam penelitian itu.
Dalam proses pemilihan tanaman, harus diawasi dari hulu ke hilir. Pemilihan metode ekstraksi juga dapat mempengaruhi hasil ekstrak dan keampuhannya menangkal serangan bakteri berdinding sel lunak itu.
