Sunday, May 19, 2024

Pakar Geografi Universitas Indonesia Soroti Isu Pemanasan Global dan Paparkan Langkah Pengendaliannya

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Isu perubahan ilkim dan pemanasan global menjadi perhatian. Menurut Ketua Departemen Geografi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam  (FMIPA), Universitas Indonesia (UI) Dr. Supriatna, MT., Indonesia tengah mengalami tantangan dalam penanganan perbuahan iklim dan pemanasan global.

Pemanasan global meliputi peningkatan suhu global, kenaikan air muka laut, efek rumah kaca, dan bencana hidrometeorologi. Menurut Supriatna gas yang dihasilkan seperti dari kendaraan bermotor dan industri.

Dampak pemakaian energi fosil turut menyebabkan polusi, efek gas rumah kaca, pemanasan global, dan hujan asam. Selain itu berdampak bagi kesehatan. Alih fungsi lahan bervegetasi menjadi lahan terbangun memperburuk kondisi bumi.

Supriatna menuturkan faktor penyebab efek rumah kaca seperti penggunaan bahan bakar fosil (batubara, minyak bumi, dan gas alam). Selain itu, penggunaan air berlebih berdampak pada lingkungan.

Selain itu, konsumsi air permukaan atau air tanah berlebih akan mengakibatkan lapisan tanah rusak dan tercemar. Ia menyebutkan penghematan air dan listrik menjadi salah satu langkah. “Perlu ada kedisiplinan dari indivdu,” kata Supriatna di lansir dari laman UI.

Penghematan air juga penting dalam aktivitas sehari-hari seperti mencuci dan lainnya. Penghematan itu juga perlu diterapkan di lingkungan kantor dan institus. Ia menuturkan upaya lain melakukan pemanfaatan energi terbarukan antara lain dengan pemanfaatan sinar matahari yang ditangkap panel surya untuk energi listrik.

Tenaga angin sebagai pergerakan udara dengan potensi menggerakkan turbin yang digunakan untuk menghasilkan energi kinetik dan energi listrik. Selain itu, biomassa yang meliputi biodiesel, biotaenol, dan biogas.

Namun menurut Supriatna, energi terbarukan tidak konstan. Selain itu, hanya terdapat di daerah-daerah tertentu sehingga penggunaannya tetap terbatas, seperti sumber energi dari geothermal.

Supriatna berharap pemerintah menetapkan kebijakan dan program rutin setiap tahun atau setiap bulan untuk menggalakkan kegiatan konservasi energi dan air. Selain itu, perlu kesadaran dan disiplin dalam menjaga lingkungan dengan mengelola sampah, listrik, dan air. Termasuk upaya edukasi.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Omzet Jutaan dari Berkebun Kakao Intensif

Trubus.id—Pekebun kakao di Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan, Baramang mendapatkan omzet hingga Rp297 juta per tahun dari berkebun kakao....
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img