Saturday, August 13, 2022

Paling Prima Jadi Juara

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Kata juri cemara udang matang, patula boncel mantap.

 

Perdebatan kecil terjadi di antara lima juri yang menjadi “hakim” pada Kontes dan Pameran Bonsai Nasional di Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Tim juri kewalahan saat menentukan kategori best ten dan best in show. “Sebagian besar bonsai yang turun gelanggang berkualitas di atas rata-rata. Perolehan nilainya berselisih tipis,” tutur Gunariyanto, juri utama pada kategori madya.

Setelah menjuri selama total 48 jam, mereka akhirnya sepakat menabalkan cemara udang milik Freddy Susanto asal Jakarta sebagai best in show pada lomba yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia Cabang Bekasi itu. “Cemara udang ini istimewa sebab memiliki tingkat kematangan terbaik,” papar Gunariyanto. Salah satu cirinya tak ada seutas kawat bantu menempel pada tanaman. Bentuk dasarnya memenuhi kriteria sebagai pohon dengan susunan anatomi lengkap, mulai dari struktur akar, batang, cabang, dan ranting yang seimbang.

“Setahun yang lalu cemara udang ini hanya mampu menembus best ten di kategori regional. Kontes ini pertama kalinya ia diterjunkan di kategori madya dan langsung menyabet best in show,” ujar Freddy Susanto bahagia.

Ketat

Kontes dan pameran bonsai nasional bertajuk Kemilau Bonsai Indonesia itu juga mempertandingkan kategori regional dan prospek. Pada kategori regional, louhansung milik Karim dari Jakarta berhasil menyabet best in show. Bonsai itu mampu menarik perhatian juri sebab tampil luwes dengan tingkat kematangan paling baik. “Tampilannya tidak flat. Itu menunjukkan dimensi ruangnya tertata apik, seolah ada ruang saat memandangnya,” tutur Yayat Hidayat, dewan juri kategori regional. Penggunaan pot yang cenderung bersudut membuat tampilan bonsai semakin menarik.

Panitia mencatat terdapat 54 bonsai turun di kategori madya, 138 bonsai di regional, dan 55 bonsai di kategori prospek. “Semua bonsai yang turun gelanggang tampil dengan performa unggul,” tutur Handoko Yudho Agus, ketua panitia kontes dan pameran di pelataran Cifest Walk Villa Mutiara, Kecamatan Cikarang, Kabupaten Bekasi, itu.

Maraton dengan lomba di Bekasi, Metropolitan Sansevieria Club (MSC) menyelenggarakan kontes nasional sansevieria di Taman Anggrek Indonesia Permai (TAIP), Jakarta Timur pada 14-15 April 2012. Keluar sebagai best in show sansevieria patula boncel milik Edi Sebayang, kolektor di Tangerang, Provinsi Banten.

Kontes yang digelar dalam rangkaian ulang tahun TAIP ke-19 itu berlangsung meriah. Riza Taufik, ketua panitia, menuturkan kontes itu diikuti 200 tanaman. “Sansevieria yang berlomba memiliki kualitas merata. Bila dibandingkan tahun lalu terjadi peningkatan kualitas sebesar 30%,” tutur ketua MSC itu.

Tanpa cacat

Boncel mengawali langkah dengan menjadi jawara di kelas roundleaf majemuk utama. Lalu menyabet best in show setelah menyisihkan 11 pesaing yaitu jawara di setiap kategori. Tim juri sepakat memilih boncel lantaran memiliki penampilan paling mantap.

“Lihat saja ia terlihat kompak, kokoh, dan alami,” tutur Rusmadi, ketua tim juri. Susunan antara induk dan anak serasi secara alami bukan karena disusun. “Kehadiran pot semakin menyempurnakan penampilan sebab pas dengan ukuran tanaman. Ibarat seseorang yang akan mengikuti kontes kecantikan, gaun yang ia kenakan pas di badan, tidak kedodoran dan tidak kesempitan,” tambah Rusmadi.

Menurut Edi Sebayang, si empunya, boncel paling cocok dipadu dengan pot bulat, oval, atau segienam sesuai dengan bentuk daunnya yang membulat. Agar tanaman tampil prima anggota Tangerang Sansevieria Club itu setiap hari menyiram tanaman, memberikan pupuk lambat urai setiap dua bulan, dan bokashi setiap dua pekan. Media tanam yang digunakan terdiri atas 60% pasir malang dan perlite, sisanya kompos. Pantas saat kontes berlangsung boncel tampil sangat prima. (Andari Titisari/Peliput: Nabila Chairunnisa)


Keterangan Foto :

  1. S. rorida milik Tangerang Sansevieria Club (TSC) jawara di kategori roundleaf madya
  2. S. patula “boncel” milik Edi Sebayang, Best In Show kontes sansevieria
  3. Cemara udang milik Freddy Susanto, best in show bonsai kategori madya kontes nasional di Bekasi
  4. Louhansung milik Karim, best in show bonsai kategori regional
  5. Daftar juara dan foto lain dapat dilihat di www.trubus-online.co.Id
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img