Monday, August 15, 2022

Paling Tahan Hujan

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Produktivitas manjung saat musim hujan maksimal 14 ton per ha.

Curah hujan di Kabupaten Pamekasan, Provinsi Jawa Timur, pada Januari 2012 relatif tinggi, yakni mencapai 136 mm. Namun, pekebun di Desa Polagan, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan, Suadi Asmuni, tetap menanam bawang merah di lahan 2 ha. Lazimnya pekebun hanya membudidayakan bawang merah saat musim kemarau. Mereka menghindari penanaman pada musim hujan karena serangan penyakit meningkat.

 

Dua bulan berselang pada Maret 2012, Suadi menuai 13 ton bawang merah per ha atau total jenderal 26 ton dari lahan 2 ha. Produktivitas fantastis itu karena ia membudidayakan bawang merah varietas manjung yang memang tahan di tengah guyuran hujan deras. Itu bukan pengalaman pertama Suadi mengebunkan bawang merah saat musim hujan. Hingga kini ia lebih dari lima kali menanam bawang pada musim hujan. Hasilnya berkisar 12-14 ton per ha.

Adaptif

Pekebun bawang merah di Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur, Akat Rebomartorejo, pun menanam manjung saat musim hujan menderas. Dengan curah hujan 210 mm, Akat menuai 13 ton per ha pada Januari 2011. Total jenderal ia panen umbi bawang 26 ton dari lahan 2 hektar yang terpisah di Desa Sukorejo, Kecamatan Rejoso, dan Dusun Pengkol, Desa Ngerami, Kecamatan Sukomoro, keduanya termasuk wilayah Kabupaten Nganjuk.

Pekebun di Desa Bojongsari, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Agusman Kastoyo, juga panen besar saat menanam manjung. Sejak 2008 pria 63 tahun itu rutin menanam manjung. “Saya tertarik manjung karena bentuk umbi besar. Itu berpotensi ekspor. Sebab konsumen luar negeri menghendaki ukuran bawang besar,” ucap Ketua Asosiasi Penangkaran Benih Bawang Merah Indonesia (APBMI) itu.

Menurut Agus Pratomo dari Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPSBTPH) Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur, saat ini manjung satu-satunya varietas bawang merah yang adaptif saat musim hujan. Suadi pernah membandingkan produktivitas manjung dengan tiga varietas lain saat musim hujan. Hasilnya produktivitas manjung lebih tinggi, yaitu 13 ton per ha. Sementara produktivitas tiga varietas lain berkisar 4-8 ton per ha.

Akat menuturkan ketahanan manjung saat musim hujan lebih dari 90%, varietas lain berkisar 30-40%. Selain itu kelebihan lain manjung adalah tahan serangan penyakit moler yang disebabkan oleh cendawan Fusarium oxysporum f.sp. cepae yang menjadi momok pekebun saat musim hujan. Varietas itu juga cukup resistan terhadap  ulat grayak.

Lebih mahal

Para pekebun panen manjung setelah 55-60 hari. Dibanding umur panen varietas kuning engkel yang 70 hari, manjung lebih cepat panen. Di berbagai daerah, para pekebun manjung memperoleh harga lebih tinggi. Suadi, misalnya, pada Maret 2012, memperoleh harga Rp8.000 per kg. Harga varietas lain di Pamekasan pada waktu sama hanya Rp6.000 per kg. Begitu juga di Nganjuk, harga manjung Rp7.000; varietas lain, Rp6.000 per kg.

Suadi mengatakan harga manjung lebih tinggi karena sosok umbi lapis varietas itu lebih besar sesuai preferensi konsumen. Dengan kelebihan-kelebihan itu, wajar jika penanaman manjung kian meluas.

Di Kabupaten Pamekasan luas penanaman bawang merah pada 2011 mencapai 1.675 ha, 95% di antaranya berupa manjung. Setahun sebelumnya, luas penanaman 1.669 ha (92% berupa manjung). Dari mana asal manjung? Kepala Seksi Budidaya Tanaman Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Pamekasan Achmad Fauzan SP, mengatakan bahwa manjung bermula dari Pati, Provinsi Jawa Tengah. Pada 1970 warga di Kecamatan Batumarmar, Kabupaten Pamekasan, Somad, membawa benih bawang merah dari Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati. Sayang, varietas itu tak diketahui. Somad lantas menanam berulang-ulang benih itu di Batumarmar.

Dinas Pertanian Kabupaten Pamekasan bekerja sama dengan Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura melakukan inventarisasi luas tanam bawang merah dan memurnikan benih. Hasilnya manjung dilepas menjadi varietas unggul nasional pada 30 Mei 2008.  (Riefza Vebriansyah)

 

Keterangan Foto :

  1. Penanaman manjung seluas 1.591 ha di Pamekasan
  2. Umbi varietas manjung besar, cocok untuk ekspor
  3. Agusman Kastoyo (kiri) dan Sunarto  (Ketua Kelompok Tani Nusantara Jaya) melakukan pembibitan bawang mancung sejak 3 tahun terakhir
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img