Tuesday, November 29, 2022

Pameran Nasional Perkin 2007 : Hudson Titisan Al Pacino

Rekomendasi

Penampilan golden retriever itu luar biasa. Meski telah bercucu, Hudson mantap melangkah di atas karpet hijau seluas 50 m2. Saat bergerak, bulu cokelatnya yang lebat dan halus tampak berkibar-kibar. Matanya terlihat bersinar setiap kali menatap Jean McErlane, juri asal New Zealand. ‘Anjing ini ramah dan bertemperamen bagus,’ ujar Jean. Otot, posisi kaki, dan telinga pun sempurna. ‘Dia memiliki ciri-ciri golden retriever sejati,’ kata juri berpengalaman 19 tahun itu. Modal itulah yang dapat menyingkirkan 8 rival beratnya.

Stamina prima ditunjukkan klangenan Jani Lauw asal Jakarta itu. Meski berlomba berjam-jam, Hudson aktif bergerak. ‘Setiap pagi dan sore ia selalu latihan berlari 30 menit. Malam sekitar pukul 20.00 lari 15 menit,’ tutur Jani. Bulu rapinya diperoleh karena Jani rajin menyisir dan menyemprot campuran hairspray dan air. Agar bobot tubuh terjaga, Hudson menyantap 150 g pakan daging setiap pagi dan sore. Latihan dan perawatan itu yang menguatkan otot- ototnya.

Kalah jam terbang

Di babak final, CH. Tyson Von Bosnia menempel ketat. Rottweiler terbaik Indonesia pada 2006 itu tampil gagah dengan bulu hitam solid. Otot-ototnya tampak serasi menunjang kakinya yang jenjang. Istimewanya lagi, buntutnya melambai-lambai saat mengikuti langkah Hermanto, sang pemilik asal Surabaya. Namun, modal itu belum cukup menggoyahkan Hudson. ‘Rottweiler ini masih muda. Ia hanya kalah jam terbang, tapi struktur tubuh dan warna bulu sempurna,’ ungkap Jean. Hudson pun dinobatkan sebagai reserve BIS. ‘Bila terus berlatih kelak ia dapat menjadi champion,’ kata Hermanto menirukan ucapan juri.

Nasib serupa dialami Triple’s Two S. Dessert Coby. Ayunan kaki beagle berumur 1 tahun itu lincah. Campuran bulu cokelat muda dan tua menyelimuti tubuhnya yang langsing. Meski kalah kharisma ketimbang Hudson, klangenan milik Hok Tan asal Surabaya itu diganjar BIS lokal.

Begitu juga Ina. CH. Millenium Star Pin’s. Ternakan Boedi Soerjanto dari Jakarta itu memiliki bulu cokelat muda lebat nan indah. Kakinya melangkah kecil bak berjinjit hingga mengundang decak kagum juri dan pengunjung. Sebagai ganjaran, ia dianugerahkan gelar reserve BIS lokal.

Semarak

Pertandingan di kelas anjing gembala jerman (AGJ) tak kalah seru. Kontes yang berlangsung di Lapangan Bhayangkara, Trunojoyo, Jakarta Selatan itu, menghadirkan 57 AGJ untuk merebut gelar BOB (best of breed). Mewakili kelas dewasa jantan, Quai De Intercanina tampil habis-habisan. Kakinya terlihat ringan melintasi rumput hijau seluas 100 m2. Respon terhadap perintah sang pemilik, Yanto Yuntani asal Tasikmalaya, sangat bagus. Pantas saja Quai diganjar gelar BOB. Kemenangan itu memuluskan langkahnya menuju pemilihan BOG (best of group) yang berlangsung di Mega Glodok Kemayoran, Jakarta Utara.

Bermodal tubuh ramping, Pakros VD Reiheit Nesterholt berlari lincah menghadang sang jawara. Namun, tingkahnya yang tak bisa diam membuat remaja jantan itu harus puas meraih reserve BOB. Ussy (II) Von Moonlight dari kelas remaja betina pun menelan kekalahan. Itu lantaran gerakannya tak selincah sang jawara.

Kehadiran AGJ itu dan sekitar 250 peserta beragam trah seperti golden retriever, rottweiler, pomeranian, dan beagle, untuk ikut menyemarakkan hari jadi yang ke-85 Perkin (Perkumpulan Kinologi Indonesia). ‘Diharapkan acara ini semakin mempererat hubungan antarhobiis,’ ujar Drs Soentono, MM, ketua umum Perkin. Menurutnya, pameran kali ini menjadi ajang evaluasi mutu dan pembiakan anjing di tanahair. (Lastioro Anmi Tambunan)

 

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Robusta Rasa Kelapa

Trubus.id — “Kopi arabikanya enak.” Itulah yang kerap terucap dari para penikmat kopi ketika mencicipi kopi asal Desa Tamansari,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img