Thursday, August 11, 2022

Panas Dingin Bisa

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Dua per tiga dari bobot daging buah jarak terdiri dari minyakMinyak jarak tahan panas dan dingin berperan dalam memipihkan baja sekalipun.

 

Biji jarak dapat dipanen pada umur 3—3,5 bulanDr Ir Ani Suryani DEA mengganti minyak bumi dengan minyak jarak sebahai bahan dasar pelumasMinyak jarak memiliki tingkat kekentalan yang tinggi dan tahan panasTabel Kualitas Minyak JarakPada suhu 1.2000C tetap kental dan tak terurai, tetapi pada suhu rendah, -180C, pun masih cair. Itulah minyak jarak Ricinus communis yang tiada duanya. Suhu tinggi terjadi ketika industri baja melakukan proses pencanaian alias rolling. Pencanaian  untuk menipiskan pelat baja menggunakan penjepit berputar. “Pencanaian mengurangi ketebalan logam sekaligus meningkatkan densitas,” kata Manajer Operasional PT Krakatau Steel, Ir Sudarto.

Sepasang roda baja tempa itu menjepit pelat dengan tekanan 2.100 N/mm2, menimbulkan gesekan kuat sehingga pelat memadat dan ketebalannya berkurang dari 3 mm menjadi 0,3 mm. Kuatnya gesekan menimbulkan panas yang bisa merusak pelat dan roda penggulung. Itulah sebabnya pencanaian memerlukan pelumas yang stabil pada suhu tinggi-mencapai 1.2000C dan mampu berikatan dengan air untuk meningkatkan kemampuan pendinginan.

Minyak jarak

Biasanya, minyak dasar pelumas dalam pencanaian menggunakan minyak mineral alias minyak bumi. Sayangnya, minyak canai asal minyak bumi itu mulai membeku pada 240C. Akibatnya industri baja atau besi di daerah bersuhu di bawah 240C seperti di Eropa perlu memanaskan minyak canai sebelum mulai pencanaian. Efeknya, keruan saja biaya operasional pun lebih tinggi.

Periset di Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor, Dr Ir Ani Suryani DEA, menyodorkan minyak canai berbahan biji jarak kepyar. “Kekentalannya stabil pada suhu tinggi,” kata Ani. Kekentalan pada suhu tinggi syarat mutlak minyak canai agar daya lubrikasi dan penyerapan panas tetap stabil. Jika efek lubrikasi berkurang, misalnya, menyebabkan pelat yang bergelombang atau rapuh, dan memperpendek umur pakai roda penjepit.

Minyak jarak memiliki bobot jenis, viskositas, bilangan asetil dan kelarutan alkohol yang tinggi. Bobot jenis merupakan perbandingan bobot zat di udara dengan air. Semakin tinggi bobot jenis, maka minyak tidak mudah menguap. Viskositas merupakan kekentalan zat cair pada gaya gravitasi, semakin tinggi viskositas kian kental minyak pada proses penipisan. Bilangan asetil merupakan jumlah gugus hidroksil bebas dalam minyak, semakin tinggi gugus hidroksil semakin kental minyak. Adapun tingginya kelarutan alkohol menunjukkan banyaknya larutan asam lemak yang larut pada minyak jarak.

Minyak kastor itu juga kaya asam lemak tak jenuh yang mengandung gugus hidroksil, sering disebut asam risinoleat. Kandungan asam lemak tak jenuh itu meningkatkan viskositas minyak jarak. Selain itu, minyak jarak juga stabil pada suhu rendah dan tetap berbentuk cair pada suhu -180C. Itu memangkas biaya operasional karena industri tak perlu memanaskan sebelum pencanaian.

“Minyak jarak tetap kental pada suhu tinggi dan tetap cair pada suhu rendah, itu berpotensi sebagai bahan dasar pelumas otomotif,” tutur Sukirno, peneliti minyak nabati di Universitas Indonesia. Sebelum digunakan sebagai pelumas tahan panas, minyak jarak melalui empat tahap yaitu penghilangan gum, netralisasi, pemucatan, dan deodorisasi. Proses penghilangan gum bertujuan menghilangkan protein, fosfatida, dan resin tanpa mengurangi asam lemak bebas dalam minyak.

Proses netralisasi menetralkan asam lemak bebas dan menghilangkan gum yang masih tertinggal. Zat warna, asam, dan sisa gum hilang saat proses pemucatan. Proses deodorisasi memisahkan komponen yang menyebabkan bau seperti aldehida dan keton. Pemurnian minyak jarak itu menghasilkan 4 jenis minyak dengan kemurnian berbeda, yakni degummed castor oil (DCO), refined castor oil (RCO), refined bleaching castor oil (RBCO), dan refined bleached deodorized castor oil (RDBCO).

Degummed castor oil adalah minyak jarak tanpa gum melalui proses pemisahan. Perlakuan netralisasi terhadap DCO menghasilkan RCO. Adapun minyak jarak yang mengalami proses degumming, netralisasi, dan pemucatan dinamakan minyak jarak RBCO. Akhirnya, perlakuan deodorisasi terhadap RBCO menghasilkan RBDCO.

Aditif

Pengamatan Ani, RBCO memiliki sifat fisik, kimiawi, dan kinerja tekanan ekstrem yang terbaik dibandingkan tiga jenis minyak jarak lain. RBCO memiliki viskositas dan indeks ketahanan beban yang tinggi serta memiliki bilangan asam, kadar air dan titik tuang yang rendah. Meskipun proses pemucatan menaikkan bilangan asam dari 0,6 menjadi 0,9. Toh, standar perdagangan minyak jarak mutu I mensyaratkan bilangan asam lebih kecil daripada 2%.

Maklum, besarnya bilangan asam dapat menyebabkan korosi pada mesin. “Artinya, RBCO sudah mencukupi standar untuk menjadi minyak canai,” tutur doktor bidang bioproses alumnus Institut Nasional Politeknik Toulouse, Perancis, itu. Untuk mendapatkan pelumas terbaik, Ani menambahkan antioksidan, pengemulsi, bahan antikorosi, biosida, antibusa dan aditif EP (extreme pressure).

Penambahan 0,3% antioksidan tersier butil hidrokinon dari bobot minyak mencegah minyak rusak akibat oksidasi. Adapun pemberian 3,25% zat pengemulsi memudahkan terbentuknya emulsi antara minyak dan air serta menjaga kestabilan emulsi. Ani mencemplungkan 0,25% aditif antikorosi dari bahan imidazolin dan 0,1% bobot minyak aditif biosida dari bahan o-fenilfenol.

Aditif antikorosi membuat minyak tidak menggerus permukaan logam, sedangkan biosida membuat minyak tidak rusak oleh mikroba yang hinggap dari udara. Setelah menambahkan 150 ppm aditif antibusa dan 2,5% aditif EP minyak jarak siap pakai untuk pencanaian. Selain dapat diperbaharui dan mudah terdegradasi, pelumas berbahan dasar biji jarak mengurangi ketergantungan terhadap minyak bumi yang pasokannya kian menipis setiap hari.

Pemanfaatan minyak nabati dalam industri sejatinya bukan barang baru. Pada awal 1980-an, industri menggadang-gadang minyak kelapa sawit sebagai pengganti pelumas untuk penipisan pelat baja. Namun, “Minyak sawit menjadi bahan pangan yang dibutuhkan banyak orang sehingga tidak bisa digunakan dalam industri,” kata Ani.

Persaingan dengan pangan menjadikan harga minyak sawit terlalu mahal untuk sekadar dioleskan ke roda penjepit baja. Sudah begitu, minyak sawit tidak stabil pada suhu tinggi. Pilihan jatuh pada minyak jarak yang tak berkompetisi dengan pangan, harga relatif murah, tahan panas, juga tahan dingin. (Pranawita Karina)

Kualitas Minyak Jarak

Keterangan Foto :

  1. Biji jarak dapat dipanen pada umur 3-3,5 bulan
  2. Dua per tiga dari bobot daging buah jarak terdiri dari minyak
  3. Dr Ir Ani Suryani DEA mengganti minyak bumi dengan minyak jarak sebahai bahan dasar pelumas
Previous articleCara Baru Panen Gaharu
Next articleBalsa Bongsor
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img