Thursday, June 13, 2024

Panen 30 Hari Lebih Cepat

Rekomendasi
- Advertisement -

Siliwangi agritan dan padjadjaran agritan padi baru genjah dan tahan rebah.

Hamparan padi siliwangi di sawah irigasi.

Lazimnya Nasihin menunggu 150 hari untuk memanen padi. Namun, kini petani padi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, itu hanya menanti selama 120 hari. Artinya waktu panen 30 hari lebih cepat. Percepatan waktu panen itu karena Nasihin menanam varietas baru siliwangi agritan. Dari luasan 1 hektare ia mampu memanen 8 ton gabah kering panen. Siliwangi agritan padi sawah baru rakitan Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (Balitpa).

Pemulia tanaman padi di Balitpa, Dr. Satoto menuturkan, siliwangi merupakan padi baru hasil kerja sama dengan pemerintah Provinsi Jawa Barat. “Oleh karena itu, nama yang diberikan berkaitan erat dengan tanah Pasundan,” katanya. Sliiwangi cocok ditanam di sawah-sawah irigasi yang berlokasi di dataran rendah hingga ketinggian 600 m di atas permukaan laut (m dpl).

Genjah

Siliwangi merupakan varietas inbrida padi sawah irigasi alias inpari. Padi golongan cere itu berumur genjah. Petani bisa memanen siliwangi saat tanaman berumur sekitar 111 hari setelah semai (HSS). Satoto menuturkan tanaman padi disebut genjah jika panen dilakukan saat tanaman berumur 105—124 HSS. Bisa juga disebut sangat genjah jika berumur 90—104 HSS.

Selain genjah, siliwangi berpostur tegak sehingga tanaman tahan rebah. Tinggi tanaman 111 cm dengan jumlah anakan produktif 16 batang. Keunggulan lain siliwangi tahan serangan penyakit blas dan hawar daun yang kerap mengancam tanaman padi. Siliwangi mampu menangkal kehadiran penyakit blas ras 033, 073, dan 133. Varietas baru itu tahan terhadap serangan hawar daun bakteri strain III.

Penyakit blas muncul karena infeksi cendawan Pyricularia grisea, hawar daun disebabkan cendawan Xanthomonas oryzae. Kedua cendawan itu menyerang semua fase pertumbuhan tanaman mulai dari persemaian hingga menjelang panen. Namun, siliwangi masih kurang kuat menghadapi serangan wereng cokelat. Siliwangi melewati uji multilokasi di 20 sentra padi seperti Subang, Cianjur, Karawang, Sukabumi, Tasikmalaya, dan Kuningan.

Penampilan gabah dan beras siliwangi.

Potensi produksi siliwangi mencapai 10,7 ton per ha gabah kering panen dengan rata-rata produksi 7,4 ton per ha. Tingkat kerontokan malai tergolong sedang. Gabah siliwangi berpenampilan ramping. Sementara beras yang diperoleh berwarna cokelat muda dengan kadar amilosa 21,2%. Siliwangi menghasilkan nasi bertekstur pulen.

Penampilan gabah dan beras padjadjaran.

Selain siliwangi ada pula padjadjaran agritan. Umur panen padjadjaran lebih cepat yakni 105 hari setelah semai. Postur tanaman agak tegak dengan tinggi 97 cm. Jumlah anakan produktif sebanyak 17 batang. Potensi hasil padjadjaran mencapai 11 ton per ha gabah kering panen dengan rata-tata hasil 7,8 ton per ha. Kadar amilosa beras 20,6% atau pulen. Padjadjaran memiliki karakter agak tahan terhadap wereng batang cokelat biotipe 1 dan 2. Juga agak rentan wereng batang coklat biotipe 3.

Solusi

Pemulia padi di Balitpa, Dr. Satoto.

Baik siliwangi maupun padjadjaran dirilis oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia sebagai varietas unggul baru pada 2018. Satoto menuturkan pemuliaan bertujuan untuk menghasilkan padi berumur genjah dengan hasil produksi tinggi. Lahirnya padi baru merupakan upaya untuk menangkal perubahan iklim global. Apalagi Indonesia berada tepat di garis khatulistiwa.

Perubahan iklim berdampak pada perubahan lingkungan baik biotik maupun abiotik. “Wilayah yang dilewati garis khatulistiwa paling terasa dampaknya jika ada perubahan iklim,” katanya. Oleh karena itu, perlu disiapkan pasokan varietas padi yang kuat menghadapi beragam kondisi lingkungan. Sebut saja varietas padi tahan kering, padi tahan salinitas, padi tahan naungan, dan varietas padi dengan spesifikasi wilayah.

Perubahan iklim juga dapat mengubah pola perkembangan dan dinamika populasi organisme pengganggu tanaman. Itulah sebabnya diversifikasi varietas tahan penyakit juga dibutuhkan untuk menghambat pekembangan patogen. Peneliti di Balitpa, Dr. Aris Hairmansis M.Si menuturkan siliwangi dan padjadjaran merupakan padi baru dengan spesifikasi wilayah Jawa Barat. (Andari Titisari)

Previous article
Next article
- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024, Klaster Filantropi Lingkungan Hidup dan Konservasi  Gelar Tanam Pohon Serentak di 18 Provinsi

Trubus.id—Klaster Filantropi Lingkungan Hidup dan Konservasi (KFLHK) yakni Perhimpunan Filantropi Indonesia, Dompet Dhuafa, Belantara Foundation, Dompet Dhuafa Volunteer (DDV),...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img