Monday, August 15, 2022

Panen 30 Kg Per Rak

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Zekky Bachry budidaya kangkung hidroponik kerapatan tinggi dan panen pada umur 15 hari.

Hidroponik ala Zekky Bachry, sistem 24 talang panjang 12 meter terdiri atas 1.920 lubang.
Hidroponik ala Zekky Bachry, sistem 24 talang panjang 12 meter terdiri atas 1.920 lubang.

Zekky Bachri rutin memetik 1,5 ton kangkung setiap 15 hari—lazimnya 25 hari. Pekebun hidroponik di Desa Sukaluyu, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, itu menjualnya ke pasar swalayan dan rumah makan di Jakarta Rp20.000 per kilogram. Sekilogram kangkung terdiri atas 64 tanaman. Omzet petani hidroponik sejak 2014 itu mencapai Rp30-juta per dua pekan.

Menurut petani sayuran hidroponik di Bandung, Provinsi Jawa Barat, Charlie Tjendapati, harga jual Rp20.000 per kilogram itu wajar. “Di salah satu pasar swalayan di Bandung, harganya Rp9.900 per 250 gram. Berarti harga satu kilogram Rp39.600,” kata Charlie yang menanam beragam sayuran secara hidroponik sejak 2013.

Panen berkelanjutan

Zekky Bachry berhidroponik sejak 2013.
Zekky Bachry berhidroponik sejak 2013.

Zekky menginvestasikan modal Rp1-miliar untuk membangun unit hidroponik bertingkat. Di atas lahan 3.000 m², ia membangun 32 rak produksi hidroponik bertingkat berbahan pipa polivinil klorida (PVC) berdiameter 6,35 cm. Panjang pipa 12 meter terdiri atas 80 lubang tanam. Satu unit rak terdiri atas 24 pipa sehingga total terdapat 1.920 lubang tanam per unit atau instalasi hidroponik. Artinya setiap rak menghasilkan 30 kg kangkung per sekali panen.

Investasi itu termasuk pembelian benih, pupuk, wol batu, greenhouse, 32 rak produksi, 11 rak pembesaran. Menurut Zekky biaya terbesar hampir 80% ada di greenhouse dan instalasi rak hidroponik. Ia menghitung titik impas tercapai pada bulan ke-10. “Jika 10 bulan sudah balik modal, tentu 10 bulan kemudian keuntungannya 100%,” kata Zekky. Agar panen berkesinambungan Zekky rutin menyemai 27.392 benih.

Ia memanfaatkan wol batu atau rockwool sebagai media tanam. Sebuah wol batu berukuran 2 cm x 4 cm rata-rata menampung 8 benih. Oleh karena itu ia memerlukan 3.424 wol batu. Itu bila daya perkecambahan minimal 50%. Zekky sukses memanen kangkung muda, tanaman setinggi 15 cm. Ukuran itu sama dengan kangkung dewasa—panen pada umur 25 hari.

Kebun hidroponik Zekky di Desa Sukaluyu, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Kebun hidroponik Zekky di Desa Sukaluyu, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Menurut Zekky salah satu faktor untuk mempercepat panen adalah nutrisi yang tepat. “Untuk pembesaran kangkung saya menggunakan nilai electro conductivity (EC) 2,5 dan NPK 20: 18: 38,” kata Zekky. Alumnus jurusan Fisika Universitas Indonesia itu meracik pupuk AB mix sendiri berbahan baku kalsium nitrat, kalium nitrat, Fe EDTA untuk kelompok A. Adapun pupuk B berbahan baku monokalium posfat, amonium sulfat, magnesium sulfat.

”Total 2,57 kg untuk 1.000 liter, EC kurang lebih 2,5,” katanya. Ia memanfaatkan pupuk racikannya itu untuk budidaya kangkung dan sayuran lain. Ketika listrik padam sehingga pompa berhenti mengalirkan nutrisi, Zekky melarutkan 5 liter larutan A dan 5 liter larutan B dalam 1.000 liter air. Ia mengaduk hingga rata dan memasukkan larutan itu ke bak nutrisi. Dengan demikian pertumbuhan tanaman tak terhambat.

Tiga fase
Zekky mengatakan, “Jika cuaca panas otomatis oksigen terlarut berkurang dan EC turun. Ketika itu ia mengaktifkan pompa untuk menstabilkan EC dan meningkatkan oksigen terlarut,” kata Zekky. Menurut pakar pupuk hidroponik asal Jakarta, Yos Sutiyoso, budidaya tanaman hidroponik bergantung pada racikan nutrisi. “Pada budidaya hidroponik, nutrisi yang dibutuhkan tanaman langsung dalam keadaan tersedia dan bisa digunakan tanaman,” kata Yos.

Ilustrasi: Bahrudin
Ilustrasi: Bahrudin

Alumnus Institut Pertanian Bogor itu mengatakan pada budidaya konvensional, nutrisi dalam bentuk tersedia dan tidak tersedia. Menurut Yos, pemberian nutrisi yang tepat juga akan mempercepat umur panen tanaman. Zekky disiplin mengelola budidaya sayuran dengan hidroponik bertingkat, sejak penyemaian selama 5 hari, kemudian pembesaran bibit (5 hari), dan produksi (5 hari). Artinya 15 hari umur kangkung itu melewati tiga fase pertumbuhan. (Muhamad Fajar Ramadhan)

Previous articlePanen Selada di Gurun
Next articlePupuk Racikan Sendiri
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img