Sunday, July 14, 2024

Panen Berlipat Ganda

Rekomendasi
- Advertisement -

Pupuk berbahan guano menggandakan produksi semangka hingga lebih dari 200%.

Populasi semangka di lahan Sujarno tetap, 2.100 tanaman di lahan 3.600 m². Namun, petani di Desa Wonoroto, Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah, itu menuai 21 ton alias meningkat 233% dibandingkan dengan panen sebelumnya. Semula Sujarno hanya menuai 9 ton. Kenaikan produksi yang signifikan itu berkat bobot buah yang kian besar, mencapai 10 kg.

Pangkat Reso Kuncoro dan Sujarno (memakai topi) memperlihatkan hasil panen semangka.
Pangkat Reso Kuncoro dan Sujarno (memakai topi) memperlihatkan hasil panen semangka.

Beberapa semangka malah mencapai bobot 17 kg dengan diameter buah 25 cm. Dengan daging buah padat, tidak mudah pecah, dan sangat manis, pedagang berebut membeli. Setelah membayar Rp1.000 per kg, pedagang memboyong semangka sebanyak 3 truk dan 1 mobil bak terbuka dari lahan Sujarno. Omzetnya Rp21-juta. Minus biaya produksi sebesar Rp5-juta, anak ke-10 dari 10 bersaudara itu meraup laba bersih Rp16-juta.

Pos terbesar
Panen pada 2013 itu kali keempat sejak seorang produsen menawarkan pupuk kreasinya seharga Rp4.500 per kg kepada Sujarno. Sang produsen, Pangkat Reso Kuncoro, menjanjikan peningkatan hasil dan memangkas kebutuhan pupuk kimia menjadi seperempat kebutuhan semula. Cepat memutar otak dan merasa bisa memangkas biaya, Sujarno segera menerima penawaran Pangkat. Ia lantas mengubah cara bertaninya.

Sujarno menebarkan sekuintal pupuk racikan Pangkat di bedengan selebar 100 cm sebelum menanam semangka. Pupuk itu menjadi pupuk dasar yang diberikan sebelum tanam bersama 75 kg NPK. Setelah itu ia segera menanam bibit semangka.

Ketika berumur 30 hari, tanaman semangka berbunga telah membentuk buah sebesar telur ayam. “Biasanya pembentukan buah baru terjadi pada usia 36—40 hari setelah tanam,” kata Sujarno. Setelah muncul bakal buah, pria 35 tahun itu kembali menambahkan pupuk untuk menggenjot pertumbuhan buah. Bedanya, kali ini ia memberikan air rendaman pupuk lewat infus atau irigasi tetes.

Interval 2 hari sekali berseling dengan pemberian air murni, NPK cair, air murni, air rendaman pupuk, lalu air murni kembali. Pemupukan itu ia lakukan hingga tanaman berumur 45 hst atau 10 hari menjelang panen. Hasilnya spektakuler, pada umur 36 hst buah mencapai bobot 2 kg dengan diameter 15 cm atau berukuran sebesar 2 mangkuk bakso yang ditangkupkan.

Akhirnya pada 55—60 hst, ia memanen 21 ton buah berkualitas prima. “Tetangga dan rekan-rekan petani sampai berkumpul di kebun untuk melihat langsung hasil panen saya,” ungkap Sujarno.

Guano

Lahan milik Sujarno di Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah, menghasikan semangka berbobot rata-rata 10 kg per buah, lazimnya hanya 2,5—5 kg. (koleksi Pangkat Reso Kuncoro dan Trubus)
Lahan milik Sujarno di Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah, menghasikan semangka berbobot rata-rata 10 kg per buah, lazimnya hanya 2,5—5 kg. (koleksi Pangkat Reso Kuncoro dan Trubus)

Dari segi pembiayaan, pengeluaran Sujarno hampir sama. Dengan cara lama, ia membelanjakan Rp645.000 untuk 300 kg pupuk dasar. Setelah menggunakan pupuk baru, pengeluarannya malah bertambah Rp20.000. Bila dibandingkan dengan peningkatan produksi, penambahan biaya itu menjadi sangat sepele. Menurut ahli pertanian organik di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dr Ir Ali Zum Mashar, peningkatan hasil hingga 2—3 kali lipat berkat pemberian pupuk organik bukan hal baru.

Pasalnya kandungan nutrisi pupuk organik lengkap dengan unsur makro dan mikro yang mengoptimalkan perkembangan tanaman. “Namun demi hasil terbaik, pemberian harus sesuai takaran,” kata peracik pupuk hayati itu. Pangkat menyatakan, tanaman mudah menyerap bahan organik dalam pupuk dan mampu memperbaiki kondisi tanah dengan menguraikan residu pupuk kimia.

Pupuk racikan Pangkat bersifat organik murni dengan kandungan utama guano alias kotoran kelelawar dan berbagai bahan lain. Bahan baku pupuk semuanya berasal dari bahan organik seperti guano, kapur, dan bahan lain.

Analisis di Laboratorium Penelitian dan Pengujian Terpadu Universitas Gadjah Mada, menunjukkan bahwa kandungan unsur makro dan mikro dalam pupuk racikan Pangkat lebih tinggi daripada pupuk yang beredar di pasaran. Selain itu, kandungan logam berat seperti timbal, kadmium, dan merkuri sangat rendah sehingga aman dan tidak meninggalkan residu di tanah maupun tanaman. (Muhammad Awaluddin)

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Tiga Bahan Alami untuk Ternak Ayam

Trubus.id—Lazimnya kunyit sebagai bumbu masakan. Namun, Curcuma domestica itu juga dapat menjadi bahan untuk menambah nafsu makan ayam....
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img