Wednesday, August 10, 2022

Panen Kerapu Semula 7 Bulan, Kini 4,5 Bulan

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Kerapu cantang berbobot 0,5 kg mulai bisa dipanen 4,5 bulan setelah tebar.

Peternak kini hanya perlu 4,5 bulan untuk panen kerapu. Semula menunggu hingga 7 bulan. Benih, pakan berkualitas, serta sirkulasi air menentukan pertumbuhan kerapu.

Sekilas tidak ada yang istimewa dari ratusan kilogram kerapu cantang berbobot 0,5 kg per ekor yang dipanen itu. Padahal, Yeni Rahayu Noor Ayna memelihara ikan itu di tambak. Selama ini peternak membudidayakann kerapu di lautan. Selain itu, Yeni hanya membutuhkan waktu 4,5 bulan pascatebar. “Pengepul saya ragu jika kerapu yang dipanen itu dipelihara selama 4,5 bulan,” kata peternak di Desa Jumpiring, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, itu.

Beni Suprianto, S.St.Pi., perekayasa muda di Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara.

Yeni memang tidak memanen semua kerapu pada 4,5 bulan. Sekitar 30% dari populasi yang bisa dipanen pada 4,5 bulan. Selanjutnya panen kerapu setiap pekan. Panen kerapu di tambak Yeni bukan kebetulan. “Saya sudah sering panen kerapu berbobot 0,5 kg pada 4,5 bulan setelah tebar,” kata Yeni. Menurut perekayasa muda di Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara, Jawa Tengah, Beni Suprianto, S.St.Pi, budidaya kerapu di tambak Yeni tergolong lebih cepat daripada waktu panen di tempat lain.

Perawatan intensif

Ketua Kelompok Pembudidaya Ikan Indo Marine di Lamongan, JawaTimur, Dargomari, mengatakan, masa budidaya kerapu cantang 7—8 bulan setelah tebar di tambak. Jadi, masa budidaya kerapu di tempat Yeni termasuk cepat. Hal itu wajar bisa terjadi karena Yeni memelihara kerapu dengan sungguh-sungguh. Setidaknya ada 3 faktor yang memengaruhi pertumbuhan kerapu yakni bibit, kualitas air, dan pakan.

Yeni menggunakan bibit kerapu asal Bali berukuran 7—10 cm saat penebaran perdana ke tambak. Kemungkinan benih berukuran 10 cm yang bisa dipanen lebih awal. Beni mengatakan, panen lebih lama jika ikan berukuran kecil dijadikan benih. “Makin besar ukuran ikan yang ditebar makin cepat panen,” kata alumnus Jurusan Teknologi Akuakultur, Sekolah Tinggi Perikanan (STP) Jakarta itu.

Benih yang baik tidak hanya dilihat dari ukuran. Ciri lain benih kerapu unggul yaitu normal, sehat, dan berukuran seragam. Sebaiknya pembudidaya membeli bibit di tempat terpercaya yang memiliki sertifikat Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB) seperti balai perikanan. Sebetulnya bobot ikan beravariasi pada umur 4,5 bulan yaitu 0,3—0,5 kg. Kerapu berbobot 0,5 kg termasuk ukuran konsumsi tergantung permintaan pasar.

Berdasarkan pengalaman Yeni, pengepul juga membeli kerapu berbobot 0,5 kg. Menurut Dargomari restoran menghendaki kerapu berbobot 0,5—0,8 kg. Yeni juga memperhatikan betul kualitas air. Ia rutin memasukkan air baru ke dalam tambak agar ikan nyaman. Beni mengatakan, “Misal ada penambahan 30% air baru secara berkala. Kualitas air jelek jika tidak diganti sehingga banyak penyakit.”

Air segar membuat nafsu makan ikan bagus sehingga memengaruhi pertumbuhan kerapu. Penyakit akibat virus, bakteri, atau parasit kerap menyerang kerapu ketika kualitas air menurun. Yeni mengatakan, ketersediaan oksigen pun harus memadai dalam tambak. Oleh sebab itulah, Yeni meletakkan kincir air untuk memasok oksigen bagi kerapu. Kincir air pun menambah kapasitas tambak.

Pakan rucah berkualitas menentukan pertumbuhan kerapu.

Ketua Kelompok Pembudidaya Ikan Bhakti Usaha 2 di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Chusnul Karim, mengatakan, terdapat 2.500—3.000 kerapu di tambak 3.000 m2 tanpa kincir air. Populasi tambak berukuran sama dengan 2 kincir air meningkat menjadi 6.000—7.000 kerapu. Meski biaya investasi kincir relatif tinggi, tapi biaya pemakaiannya tetap ekonomis.

Prosedur standar

Benih kerapu yang sehat dan berukuran seragam salah satu kunci sukses panen cepat.

Hal penting lainnya agar bisa panen cepat ala Yeni yaitu kualitas pakan. Ia hanya menggunakan ikan rucah segar berkualitas bagus sebagai pakan karena berprotein tinggi. “Pemberian pakan tidak boleh terlalu banyak karena bisa menumpuk dan menimbulkan amonia,” kata Yeni. Menurut Beni pemberian pakan kerapu 2 kali sehari pada pagi dan sore.

Takarannya 3—5% dari total biomassa di tambak. Artinya jika di kolam ada sekitar 1 ton ikan, maka pakan yang diberikan mencapai 30—50 kg per hari. Pekerja mesti memotong ikan rucah sesuai ukuran mulut ikan agar mudah dimakan kerapu. Ikan rucah mudah busuk sehingga pembudidaya mesti menyimpan dengan baik. Kerapu tidak memakan ikan rucah busuk. Yeni tidak menggunakan pelet lantaran masa budidaya lebih lama mencapai lebih dari 6 bulan.

Beni mengatakan pembudidaya bisa mencampur pakan dengan vitamin C setiap pekan. “Tujuannya meningkatkan imunitas kerapu sehingga serangan penyakit berkurang,” kata pria kelahiran Jepara, Jawa Tengah, itu. Semua hal yang dilakukan Yeni termasuk prosedur operasional standar budidaya kerapu. Cara itu bisa diterapkan di tempat lain. Sayangnya kondisi setiap tempat budidaya berbeda. Yang pasti perawatan intensif menghasilkan kerapu berkualitas. (Riefza Vebriansyah)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img