Thursday, August 18, 2022

Panen Kristal Terbaik

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Jambu kristal kualitas A bersosok bulat, mulus, dan manisHasilkan kristal kualitas A lakukan 4 hal: pangkas, pupuk, seleksi, dan bungkus.

Panen buah jambu kristal, justru menjadi awal kesedihan Rakhmad Hardiyanto. Musababnya, lebih dari 25% dari 180 kg buah yang dipanen terserang lalat buah. “Dilihat dari luar, buah terlihat bagus. Namun, setelah dibuka ternyata banyak ulat bersemayam,” kata pekebun di Kotamadya Batu, Jawa Timur, itu. Pengalaman pahit itu terjadi lantaran ia membiarkan buah tak terbungkus. Tentu saja itu menjadi santapan lalat buah Bactrocera sp.

Untuk menangkal serangan itu, pada pembuahan berikutnya Rakhmad membungkus buah menggunakan kantung plastik kresek berwarna hitam.. Alih-alih menuai buah yang diinginkan, alumnus Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, itu malah mendapati buah berwarna kusam. Beruntung ia dapat menjual hasil panen karena pekebun jambu kristal di wilayahnya masih sedikit. Sekilo buah laku seharga Rp10.000.

Barulah pada 2011, pria berusia 28 tahun itu menuai buah yang bersih, kulit buah tampak mulus. Itu setelah ia mencoba membungkus buah menggunakan plastik transparan berukuran 15 cm x 27 cm. “Ternyata hasilnya memuaskan,” katanya. Kulit buah berwarna hijau cerah kekuningan dan bebas serangan lalat buah. Bukan hanya itu, dari total panen 70% masuk kualitas A, sisanya B. Buah kualitas A berbobot 350—500 gram, bulat sempurna, dan mulus. Pintu pasar pun terbuka. Sekilo buah berkualitas A laku seharga Rp12.500. Sementara harga buah bermutu B Rp10.000 per kg Setiap pekan ia memetik 100—150 kg kristal dari 100 tanaman berumur 4 tahun..

Seleksi

Menurut anggota staf Bagian Produksi Taman Buah, Taman Wisata Mekarsari (TWM) di Cileungsi, Bogor, Junaedi, pembungkusan menggunakan plastik transparan juga mempermudah pekebun mengamati tingkat kematangan dan warna buah. Bahan yang baik untuk membungkus, adalah plastik transparan seperti yang digunakan Rakhmad. “Plastik transparan menyerap sinar matahari sehingga warna kulit buah cerah,” katanya.

Cara serupa juga dilakukan oleh Istiqomah di Mojokerto, Jawa Timur. “Jambu kristal rentan lalat buah dan thrips,” kata pekebun sejak 2008 itu. Untuk mencegah serangan kedua serangga penurun mutu buah itu, Istiqomah membungkus saat buah berukuran sebesar bola bekel. Pada sisi kanan, kiri, dan tengah ia memberi lubang seukuran pensil untuk menjaga sirkulasi udara sehingga buah tetap kering. “Dengan cara itu, sebanyak 70% dari 400 kg kristal yang saya panen setiap pekan masuk kualitas A,” kata Istiqomah.

Nali Abdurahman, pekebun jambu kristal di Bogor, Jawa Barat, menuturkan salah satu kunci mendapat buah kualitas A adalah pembungkusan. “Waktu membungkus juga harus tepat,” katanya. Buah yang masih kecil kira-kira seukuran kelereng bila dibungkus malah rentan rontok. “Sementara bila dilakukan ketika buah sudah besar melewati ukuran bola bekel, serangga sudah meletakkan telur,” katanya.

Sebelum pembungkusan, lakukan seleksi buah. Rakhmad mempertahankan  buah yang memiliki bentuk sempurna dan tanpa cacat. “Yang tidak memenuhi kriteria itu saya buang,” kata Rakhmad. Eliminasi itu juga ia lakukan pada buah yang muncul pada cabang kurus dan tidak sehat. Dari dompolan buah yang muncul, ia hanya mempertahankan 1—2  buah. Cara itu memberi kesempatan pada buah yang dipertahankan untuk tumbuh optimal lantaran tidak terjadi kompetisi makanan. Rakhmad melakukan seleksi buah  sejak buah berukuran sebesar kelereng.

Manis

Untuk menghasilkan kristal kualitas prima, pemupukan dan pemangkasan juga berperan. “Kualitas prima itu rasa buah harus manis. Oleh sebab itu, saya  mempertahankan betul asupan nutrisi bagi tanaman,” kata Rakhmad. Apalagi bila musim hujan berlangsung, buah terasa hambar. Untuk menyiasatinya, Rakhmad membenamkan 20 gram pupuk kalium dan 1 kg kapur setiap bulan per pohon. “Pupuk berunsur kalium memang dapat membantu meningkatkan kemanisan buah sebab berperan dalam metabolisme karbohidrat,” kata Junaedi.

Sementara pada musim kemarau, Rakhmad menggantinya dengan 5 kg pupuk kandang terfermentasi dan 2 kg arang sabut kelapa setiap tiga bulan per pohon. Zat pengatur tumbuh (ZPT) baik kimia maupun organik juga ia berikan demi memperoleh hasil panen yang diinginkan. “Saya mengaplikasikan keduanya bergantian setiap dua minggu,” katanya. Aplikasi ZPT sesuai dengan dosis yang dianjurkan “Sementara untuk yang organik, saya meracik sendiri. Bahan utamanya dari fermentasi air kelapa,” kata Rakhmad. Dosisnya setiap 1 liter larutan dicampur dalam 100 liter air. “Aplikasi ZPT mampu mengurangi kerontokan bunga, menguatkan bakal buah, dan merangsang munculnya tunas baru,” ujarnya.

Buah bisa dipanen 4 bulan sejak bunga mekar atau 2,5 bulan sejak dibungkus. Setiap selesai panen, Rakhmad memotong cabang bekas bantalan buah sepanjang 5 cm untuk merangsang keluarnya tunas baru dibarengi dengan munculnya bunga. Pemangkasan juga dilakukan pada cabang atau ranting yang saling menutupi. Rakhmad selalu mengusahakan agar antar cabang tidak saling bersentuhan sehingga sinar matahari bebas masuk.

Nali juga melakukan hal serupa di kebunnya yang berpopulasi 1.500 pohon kristal berumur setahun.  “Saya mempertahankan tinggi pohon hanya 2 m supaya mudah saat membungkus buah dan panen,” katanya. Ia juga mengatur percabangan tanaman dengan baik. Cabang yang terlalu panjang, kering, berpenyakit, dan dekat dengan tanah dipangkas.

Dengan menerapkan empat perlakuan kunci itu Rakhmad, Istiqomah dan Nali, mampu memanen kristal kualitas A hingga 70%. Lihat saja hasil panen Rakhmad.  (Andari Titisari/Peliput: Imam Wiguna)

 

FOTO:

  1. Istiqomah (kanan) membungkus buah sejak seukuran bola bekel
  2. Jambu kristal kualitas A bersosok bulat, mulus, dan manis
  3. Pembungkusan mutlak dilakukan untuk mencegah serangan serangga penurun mutu buah

 

Previous articleDatang Melon Bintang
Next articleRaja Emas Kebal Kanker
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img