Tuesday, April 16, 2024

Panen Kroto di Rumah untuk Pakan Burung

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Salah satu pakan yang diberikan pada burung kicauan yaitu kroto alias telur semut. Pedagang kroto mudah dijumpai di pasar burung atau kios-kios kecil yang menjual pakan burung. Seiring dengan meningkatnya tren memelihara burung berkicau, kroto otomatis menjadi incaran.

Kroto istimewa karena menjadi pakan favorit dan dipercaya dapat mendongkrak berahi sehingga burung makin gacor di lomba. Sayangnya, ketersediaan kroto kerap menjadi langka saat musim hujan. Belum lagi daya tahannya di penyimpanan hanya hitungan hari.

Untuk menyiasatinya, hobiis bisa memelihara koloni-kumpulan semut untuk menghasilkan kroto. Semut yang biasanya dipelihara untuk menghasilkan kroto yaitu semut merah Oecophylla smaragdina. Semut rangrang-nama lainnya membuat sarang berupa jalinan lembaran daun di atas pohon.

Ketika membuat sarang, koloni semut bekerja sama.  Beberapa semut pekerja memegang daun dengan menggunakan mandibula- rahang dan kaki belakang yang mencengkeram di sisi lainnya agar lembaran daun membentuk sarang yang diinginkan.

Sementara semut lain merekatkan daun-daun tersebut menjadi sarang yang kokoh menyerupai bungkusan. Semut itu merekatkan lembaran daun menggunakan cairan lengket yang dikeluarkan kelenjar larva semut. Karena kebiasaannya membuat bungkusan sarang itu pula, semut ini dijuluki weaver ant.

Sarang biasanya dijumpai di pohon mangga, jeruk, rambutan, angsana, jambu batu, dan jambu air. Keberadaan koloni semut di pohon buah itu didukung ketersediaan hama yang menjadi pakan bagi semut.

Panen Kroto

Persiapan Wadah

Siapkan ruangan untuk menempatkan rak susun. Kondisi ruangan dibuat seakan-akan. sarang berada di antara rimbun dedaunan, artinya sedikit lembap dan tidak terlalu panas tetapi masih mendapat pertukaran udara yang cukupSiapkan wadahWadah yang digunakan sebagai sarang buatan dapat berupa pipa pvc (polyphenilchlorat) ukuran 3 inci panjang 35 cm atau toples mika 1 liter. Satu tingkat rak susun dapat diisi beberapa toples atau pipa sesuai dengan ukuran rak.

Persiapan Sarang Koloni

Lubangi toples di bagian bawah dan sisinya berdiameter 1 cm. Nantinya, toples diletakkan terbalik sehingga lubang berada di bagian atas dan satu sisi di bawah. Selain mengurangi embun dalam toples, lubang berfungsi sebagai pintu keluar masuk semut. Sedangkan pipa PVC tidak perlu dilubangi.

Untuk kebutuhan pakan 2-3 burung, bisa menggunakan rak kecil yang bisa menampung 20 toples dan 20 pipa PVC yang ditempatkan di pojok ruangan. Mangkok berisi minyak atau air ditempatkan di setiap kaki rak untuk mencegah semut kabur. Susun toples dengan posisi terbalik sedangkan pipa PVC tidur berjajar. Sediakan pakan berupa jangkrik, ulat hongkong, dan air gula putih.

Pelihara Koloni Alam

Koloni yang diperoleh dari alam dipergunakan sebagai koloni awal yang kemudian dibiakkan untuk menghasilkan keturunan penghasil kroto. Sebelum berburu sarang, gunakan perlengkapan pelindung seperti sarung tangan plastik. Pilih sarang yang lembaran daun penyusunnya masih berwarna hijau. Potong tangkai pohon yang terdapat sarang dengan hati-hati.

Letakkan sarang di atas susunan toples atau pipa PVC. Buka sedikit agar semut keluar. Semut akan berhamburan keluar mencari sarang yang aman. Biarkan daun-daun sarang lama berada di atas susunan sarang buatan. Jika pakan tersedia, semut akan membuat sarang baru dengan ratu-ratu baru yang dihasilkan dari sarang yang diambil dari alam.

Pemeliharaan

Semut yang menemukan lokasi cocok akan segera. membuat sarang baru dalam 2-3 hari. Beberapa sisa daun dari sarang lama mungkin akan digunakan untuk membuat sarang baru. Lama-kelamaan akan terlihat lembaran putih dan telur semut terbentuk menutup sarang buatan. Itu mudah terlihat bila sarang buatan terbuat dari toples mika transparan.

 Usahakan pakan tersedia 24 jam dan jangan kurang. Biasanya, sepuluh toples hanya membutuhkan 20 g ulat hongkong segar, segelas larutan air gula putih, dan 20 ekor jangkrik yang sudah dipotong kakinya sebagai pakan per 3 hari. Jumlah yang sesuai bisa diperhatikan dari banyaknya pakan yang dihabiskan pada pengecekan di hari ke-4.

Panen

Sekitar 4-5 minggu, telur semut dapat dipanen. Menurut Tugirin, peternak kroto di Cibarusah, Kabupaten kroto sekitar 200 gram. Cara panen dengan menyodok isi toples atau pipa pvc dengan ranting lalu menadahnya di atas tampah yang sekeliling tepiannya sudah diolesi tepung kanji.

 Kroto yang ingin diberikan pada burung diayak terlebih dahulu untuk memisahkannya dengan semut. Semut dikembalikan ke wadahnya atau dibiarkan di atas tampah di dekat toples atau pipa PVC lamanya. Semut akan kembali ke sarangnya sendiri.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Kiat Mengubah Kediaman Pribadi Menjadi Rumah Walet Produktif

Trubus.id— Memodifikasi rumah tinggal menjadi rumah walet sangat memungkinkan. Hal terpenting yang mesti diperhatikan yakni lokasi itu merupakan habitat...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img