Sunday, August 14, 2022

Panen Porang 20 Ton/Hektare

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Hasil panen meroket salah satu keunggulan monokultur porang.

Masa budidaya porang sekitar tiga tahun jika penanaman menggunakan bulbil berukuran kecil. (Dok. Uriantoro)

Trubus — Hamparan tanaman porang setinggi sekitar 50 cm itu berbaris rapi. Tidak ada tanaman lain seperti jati yang menaungi Amorphophallus muelleri. Trubus menyaksikan pemandangan itu Desa Kepel, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, Jawa Timur pada Februari 2020. Memang masih ada masyarakat yang membudidayakan porang di sekitar tanaman perkebunan lain seperti kakao dan cengkih yang lebih dahulu ada. Meski begitu kebun porang mereka tidak tertutup penuh oleh tanaman sekitar.

Suyanto menanam porang sejak 2010.

Ketua Komunitas Porang Kelompok Tani Sarwo Asih di Dusun Giringan, Desa Kepel, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Suyanto, mengatakan, “Lazimnya masyarakat di kecamatan tetangga menanam porang di bawah naungan kebun jati.” Harga umbi porang yang berangsur meningkat pada 2016 menjanjikan keuntungan sehingga banyak warga Desa Kepel pun mulai menanam porang di lahan kosong sekitar pemukiman.

Tanam rapat

Selain itu warga Desa Kepel juga memanfaatkan di lahan terbuka tanpa naungan sama sekali atau ternaungi sebagian untuk budidaya porang. Porang menghendaki intensitas cahaya 60—70%. Harap mafhum, semula penanaman tanpa naungan seperti mitos. Kini kebun porang tanpa naungan malah menjamur di Desa Kepel dan beberapa daerah seperti Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Suyanto mengatakan, penanaman porang tanpa naungan memiliki beberapa manfaat antara lain meningkatkan hasil panen karena bertambahnya populasi tanaman. “Penanaman porang tanpa naungan menghasilkan minimal 20 ton per hektare, sedangkan dengan naungan kurang dari 10 ton per hektare,” kata pria kelahiran Madiun, Jawa Timur, itu. Jarak tanam menentukan hasil panen. Makin rapat semakin banyak umbi yang dihasilkan.

Populasi tanaman lebih banyak sehingga hasil panen porang pun membubung. (Dok. Trubus)

Jarak tanam porang 30—100 cm. Artinya lahan satu hektare maksimal berisi 11.111 tanaman. Pekebun lebih memilih jarak tanam rapat agar lebih banyak porang yang ditanam di lahan terbatas. Pertumbuhan umbi pun lebih maksimal di lahan tanpa naungan atau ternaung sebagian yang bisa mencapai 2—3 kg dari umbi berbobot 250 g dengan masa pemeliharaan dua tahun.

Sementara penanaman di lahan ternaung hanya menghasilkan 1—1,5 kg umbi porang dengan bobot umbi dan masa budidaya sama. Mengapa bisa begitu? Alasannya Suyanto, anggota Komunitas Porang Kelompok Tani Sarwo Asih, dan masyarakat Desa Kepel merawat tanaman dengan intensif. Mereka memberikan pupuk dua kali setahun. Kebun porang pun dibersihkan dari gulma secara berkala. Dengan begitu pertumbuhan tanaman anggota famili Araceae itu maksimal.

Penanaman porang oleh Suyanto dan masyarakat Desa Kepel disebut sebagai sebagai revolusi pola tanam. Perbedaan cara tanam mereka dengan cara konvensional meliputi budidaya tanpa naungan, penanaman rapat, pemupukan, dan perawatan intensif (baca boks: Monokultur Porang Intensif). Itulah kunci sukses menanam porang di Desa Kepel dengan hasil panen minimal 20 ton per hektare.

Uriantoro pun merasakan betul manfaat mengembangkan porang memakai revolusi pola tanam. Warga Dusun Kepel, Desa Kepel, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, itu menuturkan, hanya memelihara porang tujuh bulan. Uri—sapaan akrab Uriantoro—membudidayakan umbi tanaman kerabat bunga bangkai raksasa Amorphophallus titanum itu pada November—Mei.

Meski bisa dijual pada Mei, ia tidak melakukan itu. Uri menunggu harga bagus yang lazim terjadi mulai Agustus. Saat itulah ia menjual umbi porang. Menurut Suyanto ukuran bibit menentukan umur panen. Makin besar bibit semakin cepat panen. Ada tiga sumber benih porang yaitu umbi berumur satu tahun, biji dari bunga, dan umbi generatif atau bulbil. Lahan satu hektare memerlukan 2.500 kg umbi (satu kg berisi 4—6 umbi) setara 300 kg bulbil (satu kg berisi 60—120 buah). Jika menggunakan biji, diperlukan 30 kg biji di lahan sama. (Riefza Vebriansyah)

Previous articleAral Bertanam Porang
Next articleJutawan karena Jenitri
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img